Tabooo.id: Nasional – Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meninjau langsung pembangunan Masjid Raya Nusantara di Ibu Kota Nusantara (IKN), Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, pada Selasa (30/12/2025). Dalam kunjungan itu, Gibran memastikan proyek masjid utama IKN hampir rampung.
Ia menyampaikan progres fisik pembangunan telah mencapai 98,4 persen. Saat ini, pekerja menyelesaikan tahap akhir sekaligus memastikan kualitas bangunan tetap terjaga.
“Progres fisik pembangunan Masjid Raya Nusantara sudah mencapai 98,4 persen,” ujar Gibran kepada awak media.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pembangunan fasilitas keagamaan berjalan seiring dengan percepatan infrastruktur inti IKN.
Simbol Islam Moderat di Ibu Kota Baru
Gibran menjelaskan, pemerintah merancang Masjid Raya Nusantara sebagai lebih dari sekadar tempat ibadah. Masjid ini diharapkan menjadi simbol Islam yang inklusif dan membawa pesan rahmatan lil ‘alamin.
Melalui konsep itu, pemerintah ingin menampilkan wajah Indonesia yang religius sekaligus terbuka. Masjid ini akan menjadi ruang ibadah, ruang sosial, dan ruang dialog di pusat pemerintahan baru.
Pada tahap pertama, masjid mampu menampung sekitar 29.000 jemaah. Jika pembangunan tuntas, kapasitas totalnya mencapai 60.000 jemaah.
Dikebut untuk Digunakan Idulfitri 2026
Pemerintah menargetkan Masjid Raya Nusantara sudah dapat digunakan saat Salat Idulfitri 2026. Karena itu, Gibran meminta seluruh pihak menjaga ritme pembangunan hingga selesai.
Ia menekankan bahwa percepatan tidak boleh menurunkan standar mutu. Menurutnya, masjid ini harus aman, nyaman, dan layak digunakan oleh jemaah dalam jumlah besar.
“Oleh karena itu, percepatan pembangunan dan kualitas masjid ini harus terus kita kawal bersama,” tegasnya.
Dua Hari Menyusuri Titik Strategis IKN
Kunjungan kerja Gibran di IKN berlangsung selama dua hari hingga Rabu (31/12/2025). Pada hari pertama, ia meninjau sejumlah lokasi strategis. Lokasi itu meliputi Masjid Raya Nusantara, Plaza Kerukunan, proyek Gereja Basilika IKN, serta kawasan Istana Wakil Presiden RI.
Agenda tersebut menunjukkan fokus pemerintah pada pembangunan ruang publik lintas iman dan fasilitas pemerintahan.
Pada hari kedua, Gibran melanjutkan peninjauan ke Kawasan Pendidikan IKN, proyek Gedung Legislatif dan Yudikatif, serta Pasar Sepaku di Kecamatan Sepaku. Ia didampingi istrinya, Selvi Ananda, serta jajaran pejabat, termasuk Wakil Menteri Pekerjaan Umum Diana Kusumastuti dan Plt Sekretaris Wakil Presiden Al Muktabar.
IKN Tak Hanya Gedung Kekuasaan
Peninjauan Masjid Raya Nusantara membawa pesan politik yang jelas. Pemerintah ingin menegaskan bahwa pembangunan IKN tidak hanya menghadirkan gedung kekuasaan, tetapi juga ruang spiritual dan sosial.
Bagi warga sekitar, proyek ini membuka peluang ekonomi. Sementara bagi publik nasional, progres ini menjadi ukuran keseriusan pemerintah membangun ibu kota baru.
Pada akhirnya, kemegahan bangunan tidak cukup. IKN akan dinilai dari kemampuannya menghadirkan kehidupan bukan sekadar simbol, tetapi fungsi nyata bagi masyarakat. @dimas




