Tabooo.id: Regional – Kebakaran hebat melanda kawasan padat penduduk di Pademangan Raya 5, Jakarta Utara, Rabu (15/10/2025) dini hari. Api mulai berkobar sekitar pukul 04.01 WIB, saat sebagian besar warga masih tertidur. Dalam hitungan menit, kobaran membesar dan melumat puluhan rumah di gang sempit yang berdempetan.
Sebanyak 11 unit mobil pemadam dan 50 personel Gulkarmat Jakarta Utara dikerahkan. Tapi medan sulit. Jalan-jalan kecil dipenuhi motor, kabel menjuntai rendah, dan warga yang panik berusaha menyelamatkan diri.“Api cepat sekali membesar, suara teriakan minta tolong terdengar dari berbagai arah,” kata Rudi, salah satu warga yang rumahnya ikut terbakar.
Setelah hampir tiga jam berjibaku, petugas akhirnya berhasil menjinakkan api menjelang pagi. Namun, tragedi sudah terjadi. Empat nyawa melayang dua perempuan muda dan dua bocah laki-laki berusia 11 dan 2 tahun. Mereka ditemukan di salah satu kamar yang terkunci dari dalam.
“Korban diduga terjebak karena api sudah mengepung dari depan rumah,” ujar petugas Gulkarmat di lokasi. Sejumlah korban luka kini dirawat di rumah sakit, sementara puluhan warga lainnya mengungsi di posko darurat yang didirikan tak jauh dari lokasi kejadian.
Penyebab pasti kebakaran masih diselidiki. Dugaan sementara mengarah pada korsleting listrik, tapi polisi belum memastikan. Petugas gabungan dari Polres dan Gulkarmat masih melakukan pendinginan dan olah TKP.
Tragedi dini hari di Pademangan ini kembali membuka mata: kawasan padat dengan instalasi listrik semrawut adalah bom waktu. Dalam banyak kasus, bencana bukan datang tiba-tiba ia tumbuh dari kebiasaan abai, dari kabel yang dibiarkan menggantung, dari dapur sempit tanpa alat pemadam.
Kebakaran ini bukan sekadar soal kehilangan rumah atau harta. Ia mengingatkan bahwa di kota sepadat Jakarta, satu percikan bisa menghapus seluruh hidup seseorang dalam sekejap. Waspada bukan pilihan, tapi keharusan. (red)




