Rabu, Juni 10, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Drama Bupati Lampung: Uang Proyek Untuk Bayar Utang Politik.

by dimas
Desember 15, 2025
in Edge
A A
Home Edge
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Edge – Bayangin lagi santai nonton drama politik versi reality show. Tiba-tiba muncul plot twist Bupati Lampung Tengah, Ardito Wijaya, pakai duit proyek Rp 5,25 miliar untuk lunasi utang kampanye. Iya, kalian nggak salah baca. Uang miliaran dari proyek pemerintah diputar balik ke kantong sendiri. Rasanya kayak main monopoli, tapi versi real life yang nggak lucu.

Fakta Singkat: Duitnya, Sasarannya, dan Siapa Terlibat

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) baru mengumumkan temuan awal. Dari total Rp 5,75 miliar, Rp 500 juta dipakai dana operasional bupati. Sisanya, Rp 5,25 miliar, untuk bayar utang kampanye di bank. Aliran uang ini melibatkan beberapa pihak Riki Hendra Saputra (DPRD Lampung Tengah), adiknya Ranu Hari Prasetyo, Anton Wibowo (kerabat), dan Mohamad Lukman Sjamsuri sebagai pemberi uang. Lima orang ditetapkan tersangka. KPK langsung menahan mereka selama 20 hari pertama di Rutan Cabang Gedung Merah Putih.

Sistem Politik: Mahal, Absurd, dan Korupsi Jadi Shortcut

Sistem politik kita memang bikin kepala pusing. Biaya kampanye tinggi, kader partai lari-lari antarparpol, mahar politik mahal, dan popularitas kadang jadi tiket masuk kekuasaan. Jadilah “solusi kreatif” ala Ardito: pakai duit proyek untuk tutup utang. Absurd? Banget. Lucu? Nggak juga, kalau rekening bank kita yang kebobolan.

Ironisnya, ini bukan cuma soal satu orang. Sistem seperti ini memicu perilaku korup. Ketika biaya politik tinggi, aliran duit nggak jelas, dan regulasi lemah, korupsi jadi “shortcut” yang menggiurkan. Bayangin kalau semua kepala daerah harus bayar utang kampanye dari kantong sendiri. Pasti banyak yang bakal mikir dua kali sebelum mikir, ya korupsi aja sekalian.

Punchline: Drama Politik Tanpa Season Finale

Kita cuma bisa geleng kepala sambil senyum kecut. Drama politik Indonesia kayak serial tanpa akhir twist selalu ada, karakter baru selalu masuk, plot kadang absurd. Ardito dan gengnya? Mereka cameo paling nyentrik di episode terbaru.

Ini Belum Selesai

Air Keras untuk Kritik: Demokrasi Sedang Sakit?

Demokrasi Tanpa Oposisi: Stabil atau Berbahaya?

Moralnya jelas sistem yang bikin biaya politik setinggi langit dan aliran duit tak jelas lebih berbahaya daripada villain film action favoritmu. Jadi, sambil nunggu episode selanjutnya, kita bisa tepuk jidat, ngopi, dan bilang “Bayar utang itu jangan pakai duit rakyat.” @dimas

Tags: Drama politikKorupsi di IndonesiaKPKPolitik Indonesia

Kamu Melewatkan Ini

Harley, Valas, dan Uang Rp145 Miliar: Jejak Korupsi Silmy Karim

Harley, Valas, dan Uang Rp145 Miliar: Jejak Korupsi Silmy Karim

by dimas
Juni 6, 2026

KPK menyita mobil sport, Harley, perhiasan, dan valas dari rumah Silmy Karim. Penyidik menelusuri dugaan korupsi izin tinggal WNA senilai...

Rel Uang di Balik Rel Kereta: Ketika Proyek Negara Jadi Jalur Fee Elite

Rel Uang di Balik Rel Kereta: Proyek Negara Jadi Jalur Fee Elite?

by teguh
Mei 29, 2026

Rel kereta seharusnya membawa orang sampai tujuan. Namun dalam kasus dugaan korupsi proyek jalur kereta di Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA)...

Dugaan Gratifikasi di Kemenhub: Rel Kereta atau Jalur Uang?

Dugaan Gratifikasi di Kemenhub: Rel Kereta atau Jalur Uang?

by teguh
Mei 28, 2026

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus memburu dugaan aliran uang dalam kasus korupsi proyek jalur kereta api di Direktorat Jenderal Perkeretaapian...

Next Post
Rumah Tangga Ridwan Kamil di Ujung Tanduk, Atalia Gugat Cerai

Rumah Tangga di Ujung Tanduk, Atalia Gugat Cerai Ridwan Kamil

Madilog Series

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026
Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Mei 27, 2026

Marx Series

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026

Komoditas: Cara Pasar Menyembunyikan Kerja Manusia – Marx Series #1.1

Mei 17, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id