• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
Selasa, Maret 24, 2026
  • Login
No Result
View All Result
tabooo.id
  • Tabooo
  • News
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Tabooo
  • News
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Life
  • Talk
  • Vibes
No Result
View All Result
tabooo.id
No Result
View All Result
Home News

Dinamika Keluarga Kraton Surakarta, Pemerintah Klaim Sudah Membuka Pintu

Januari 18, 2026
in News, Regional
A A
Dinamika Keluarga Kraton Surakarta, Pemerintah Klaim Sudah Membuka Pintu

Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Wali Kota Solo Respati Ardi dan Penembahan Agung Tedjowulan di Keraton Surakarta, Minggu (18/1/2026). (foto: Tabooo.id/Arimbi P)

Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Regional – Pemerintah menyatakan niat membantu. Namun, sebagian keluarga keraton justru merasa bahwa pihak lain menyingkirkan mereka. Di tengah janji pelestarian budaya, konflik lama kembali muncul ke permukaan. Publik pun mulai bertanya: siapa sebenarnya yang berhak mengurus warisan sejarah ini?

Pemerintah Mengaku Sudah Membuka Pintu

Menteri Kebudayaan Fadli Zon akhirnya angkat bicara. Ia menegaskan pemerintah telah berulang kali mengundang kubu Pakubuwono (PB) XIV Purboyo untuk membahas pengembangan Keraton Surakarta. Namun, menurutnya, kubu PB XIV tidak pernah merespons undangan tersebut.

“Selalu kita undang. Tapi waktu diundang tidak datang,” ujar Fadli di Keraton Surakarta, Minggu (18/1/2026).

Dengan pernyataannya itu, Fadli ingin menegaskan satu hal: pemerintah tidak menutup diri. Sebaliknya, pemerintah mengklaim telah berupaya bersikap kooperatif sejak awal.

Dana Negara Butuh Penanggung Jawab

Fadli menjelaskan bahwa pengembangan keraton bukan sekadar urusan simbol budaya. Masalah ini juga menyangkut penggunaan anggaran negara. Karena itu, pemerintah harus memastikan APBD maupun APBN tersalurkan kepada pihak yang sah dan bertanggung jawab.

Menurut Fadli, negara tidak bisa menyerahkan uang rakyat kepada individu tanpa struktur hukum yang jelas. Untuk itu, Kementerian Kebudayaan menunjuk Panembahan Agung Tedjowulan untuk melindungi, mengembangkan, dan memanfaatkan Keraton Surakarta sebagai cagar budaya nasional.

Melalui penunjukan itu, pemerintah ingin menciptakan satu pintu tanggung jawab. Tujuannya jelas: menghindari tarik-menarik kewenangan yang justru menghambat pelestarian.

Keluarga Keraton Merasa Disingkirkan

Namun, keputusan itu justru memicu reaksi keras dari kubu lain. Pangageng Sasana Wilapa Keraton Surakarta, GKR Panembahan Timoer, menilai pemerintah mengabaikan keluarga besar PB XIII dan PB XII. Ia mengatakan mereka tidak menerima undangan maupun pemberitahuan terkait penyerahan SK.

“Keraton ini ada tuan rumahnya. Kami tidak diundang, tidak diorangkan,” tegasnya.

Merasa diperlakukan tidak adil, pihaknya langsung mengirim surat keberatan. Mereka tidak hanya menujukan surat itu kepada Kementerian Kebudayaan, tetapi juga menyampaikan tembusannya langsung kepada Presiden Prabowo Subianto.

Negara Mundur Selangkah dari Konflik Internal

Menanggapi hal itu, Fadli kembali menegaskan posisi pemerintah. Ia bersedia memfasilitasi dialog bila diperlukan. Namun, ia juga menarik garis tegas: pemerintah tidak akan ikut campur dalam konflik internal keluarga keraton.

RelatedPosts

Gelar Griya di Istana, Prabowo Satukan Elite Politik dalam Suasana Lebaran

Jalan Santai Banjar Legian Kulod: Dari Langkah Kecil ke Rasa Satu Keluarga

Menurutnya, keluarga besar keraton harus lebih dulu bermusyawarah dan mencapai kesepakatan internal sebelum meminta negara turun tangan lebih jauh.

Penutup

Polemik ini penting bagi publik karena Keraton Surakarta bukan sekadar simbol budaya, melainkan juga aset sejarah yang menggunakan dana rakyat. Jika elite keraton terus berseteru, mereka bukan hanya merugikan keluarga bangsawan, tetapi juga menghambat upaya pelestarian budaya.

Negara sudah membuka pintu. Kini, pertanyaannya sederhana: siapa yang benar-benar siap melangkah masuk dan duduk bersama? (red)

Tags: Fadli ZonGKR Panembahan TimoerKeraton SurakartakratonKraton Surakartamenteri kebudayaanPakubuwono (PB) XIV PurboyoPresiden Prabowo Subiantorespati ardiSoloTejdowulanwalikota
Next Post
Gunung Gede Pangrango & Gelang Pintar: Safety Gadget atau Overtracking?

Gunung Gede Pangrango & Gelang Pintar: Safety Gadget atau Overtracking?

Recommended

Check Fakta: Supermoon Bikin Gempa?

Check Fakta: Supermoon Bikin Gempa?

6 bulan ago
Surabaya Siaga Bantu Korban Banjir dan Longsor Sumatera

Surabaya Siaga Bantu Korban Banjir dan Longsor Sumatera

4 bulan ago

Popular News

  • SSD Lebih Awet dari HDD? Atau Kita yang Makin Takut Kehilangan Data?

    SSD Lebih Awet dari HDD? Atau Kita yang Makin Takut Kehilangan Data?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kuta Not Crime: Kenapa Muncul di Tembok Poppies?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga Bitcoin Melemah di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Global

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • KPK Buka Peluang Tahanan Rumah, Kasus Yaqut Jadi Sorotan Publik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Trump Beri Ultimatum 48 Jam ke Iran untuk Buka Selat Hormuz

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
PT Tabooo Network Indonesia

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Life
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Talk
  • Vibes

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.