Tabooo.id: Regional – Upaya pengamanan perbatasan Indonesia-Malaysia kembali berhadapan langsung dengan jaringan narkoba. Seorang pria yang diduga kuat sebagai pengedar sabu nekat melompat ke jurang untuk menghindari pemeriksaan prajurit TNI saat patroli rutin di Kecamatan Seimanggaris, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Selasa (23/12/2025).
Aksi nekat itu terjadi ketika Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI–Malaysia dari Batalyon Kavaleri 13/Satya Lembuswana menyusuri jalur rawan perlintasan ilegal. Patroli tersebut merupakan bagian dari pengawasan intensif menjelang akhir tahun, periode yang kerap dimanfaatkan sindikat narkoba untuk memperlancar distribusi lintas negara.
Gerak Mencurigakan di Jalur Rawan
Komandan Satgas Pamtas RI–Malaysia Yonkav 13/SL, Letkol Inf Ikhsan Maulana Pradana, menjelaskan bahwa kecurigaan muncul sejak awal. Prajurit Pos Gabma (Gabungan Indonesia-Malaysia) melihat seorang pria menunjukkan gelagat tidak wajar saat berpapasan dengan patroli.
“Anggota kami mencurigai gerak-gerik seorang pelintas yang terlihat berusaha menghindari pemeriksaan,” jelas Ikhsan dalam keterangan pers.
Saat prajurit mendekat untuk melakukan pemeriksaan, pria tersebut langsung berbalik arah dan berlari. Situasi di lapangan berubah cepat ketika ia memilih jalur ekstrem untuk meloloskan diri.
Lompat ke Jurang, Jejak Terputus
Menyadari dirinya menjadi pusat perhatian petugas, terduga pelaku mengambil keputusan nekat. Ia melompat ke jurang di sekitar jalur patroli dan menghilang di medan terjal perbatasan.
Petugas TNI segera melakukan pencarian. Namun kondisi geografis yang curam dan minim akses membuat pengejaran tidak membuahkan hasil. “Medannya berupa jurang dan cukup berbahaya. Kami belum berhasil menemukan pemilik barang tersebut,” ujar Ikhsan.
Hingga kini, pria itu masih buron dan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Berdasarkan ciri-ciri yang dihimpun, ia diperkirakan berusia 40-50 tahun, mengenakan kaos merah berkerah, celana jeans, dan memiliki rambut beruban.
Sabu 150 Gram Gagal Menyebrang
Meski pelaku lolos, prajurit TNI berhasil menggagalkan upaya peredaran narkoba. Di lokasi kejadian, petugas mengamankan satu tas selempang mini berwarna hitam, dua unit ponsel merek Oppo, serta empat paket sabu siap edar.
Total berat sabu yang diamankan mencapai 150,32 gram. Rinciannya terdiri dari paket seberat 50,02 gram, 50,04 gram, 48,81 gram, dan 4,45 gram. Jumlah ini mengindikasikan sabu tersebut bukan untuk konsumsi pribadi, melainkan bagian dari jaringan distribusi.
Seluruh barang bukti kini telah diserahkan ke Satuan Reserse Narkoba Polres Nunukan untuk penyelidikan lebih lanjut dan pengembangan jaringan.
Perbatasan, Jalur Empuk yang Terus Diperebutkan
Kasus ini kembali menegaskan posisi wilayah perbatasan sebagai jalur favorit peredaran narkoba lintas negara. Di satu sisi, aparat meningkatkan patroli dan pengawasan. Di sisi lain, sindikat narkoba terus mencari celah dengan memanfaatkan medan sulit dan minimnya akses.
Masyarakat menjadi pihak yang paling diuntungkan dari keberhasilan penggagalan ini. Sebaliknya, jaringan pengedar kembali kehilangan barang dan jalur distribusi. Negara pun kembali diuji seberapa lama pengawasan ketat bisa bertahan di wilayah yang secara geografis memang menguntungkan kejahatan.
Menjelang akhir tahun, patroli memang makin rapat. Namun pertanyaan klasik tetap muncul apakah perang melawan narkoba di perbatasan cukup mengandalkan keberanian prajurit di lapangan, atau justru membutuhkan kebijakan lintas negara yang lebih tegas dan konsisten? @dimas





