Kamis, September 17, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Demo Ricuh di Kejagung, Desak Transparansi Kasus Febrie

by dimas
Juli 22, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on Facebook
Share on Twitter
Demo ricuh di Kejagung memicu desakan publik agar Kejaksaan Agung membuka secara transparan perkembangan kasus yang berkaitan dengan Febrie Adriansyah, di tengah tuntutan akuntabilitas penegakan hukum.

Tabooo.id – Asap ban membubung di depan gerbang Kejaksaan Agung (Kejagung), Rabu (22/7/2026). Di bawah terik matahari sore, teriakan demonstran bersahut-sahutan dengan instruksi aparat. Ketegangan meningkat dalam hitungan menit. Massa dan polisi terlibat aksi saling dorong setelah petugas menggagalkan upaya pembakaran ban.

Jaringan Intelektual Hukum Nasional menggelar demonstrasi untuk mendesak Kejaksaan Agung membuka perkembangan perkara yang berkaitan dengan mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah. Sekitar pukul 15.30 WIB, situasi memanas ketika massa berusaha mempertahankan atribut aksi yang hendak diamankan polisi.

Kericuhan kemudian meluas. Sejumlah peserta aksi melempar botol ke arah petugas. Massa juga memblokade Jalan Panglima Polim menuju kawasan Senayan. Akibatnya, arus lalu lintas tersendat hingga polisi meminta demonstran membuka kembali akses jalan.

Meski sempat ricuh, tuntutan utama demonstran tidak berubah. Mereka mendesak Kejaksaan Agung menjelaskan secara terbuka perkembangan perkara yang menyangkut mantan Jampidsus tersebut.

Direktur Jaringan Intelektual Hukum Nasional, Riswan Siahaan, menegaskan bahwa masyarakat berhak mengetahui perkembangan perkara yang aparat penegak hukum tangani.

Ini Belum Selesai

Warung Mi dan Babi Sukoharjo Dibakar, 12 Saksi Diperiksa Polisi

TPNPB Klaim Tembak Sopir di Wamena-Nduga: Jalur Publik Jadi Zona Ancaman

“Kami berharap Jaksa Agung sesegera mungkin membuka status eks Jampidsus kepada publik sehingga masyarakat tidak terus bertanya-tanya. Jangan sampai hukum terlihat tumpul,” ujar Riswan saat berorasi.

Riswan juga mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ikut mengusut perkara tersebut. Menurutnya, keterlibatan KPK dapat memperkuat independensi dan transparansi proses hukum. Ia menilai penyelidikan yang menyeluruh berpotensi mengungkap pihak lain yang diduga ikut terlibat.

“Kalau dibongkar secara terbuka dan mendalam, bukan tidak mungkin akan muncul tersangka-tersangka baru,” katanya.

Transparansi Menjadi Ujian Penegakan Hukum

Demonstrasi itu kembali menyoroti tuntutan publik terhadap keterbukaan penegakan hukum. Publik terus menyuarakan tuntutan serupa setiap kali aparat menangani perkara besar yang menyangkut pejabat publik.

Masyarakat tidak hanya menunggu putusan akhir. Publik juga ingin mengetahui cara aparat menangani perkara, perkembangan penyidikan, serta konsistensi aparat dalam memperlakukan setiap orang secara setara di hadapan hukum.

Karena itu, aksi di depan Kejagung tidak hanya menyoroti satu nama. Demonstrasi tersebut mencerminkan meningkatnya harapan masyarakat terhadap institusi penegak hukum. Publik menuntut proses yang terbuka, terutama ketika perkara menyangkut pejabat yang pernah menduduki posisi strategis.

Meski demikian, prinsip praduga tak bersalah tetap harus menjadi landasan. Setiap orang tetap berhak memperoleh asas praduga tak bersalah hingga pengadilan menjatuhkan putusan yang berkekuatan hukum tetap. Prinsip tersebut menjadi pilar penting dalam sistem peradilan pidana dan wajib dihormati semua pihak.

Kepercayaan Publik Dipertaruhkan

Kericuhan di depan Kejagung menunjukkan bahwa isu penegakan hukum tidak lagi hanya bergulir di ruang penyidikan atau persidangan. Perdebatan juga berkembang di ruang publik melalui diskusi, kritik, hingga aksi demonstrasi.

Kondisi itu menuntut aparat penegak hukum bekerja lebih dari sekadar menuntaskan perkara. Mereka juga harus menjaga kepercayaan publik melalui proses yang akuntabel, transparan, dan konsisten.

Di sisi lain, keterlambatan penyampaian informasi resmi sering membuka ruang bagi spekulasi. Kekosongan informasi dengan cepat memicu berbagai asumsi di tengah masyarakat. Karena itu, transparansi bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan untuk menjaga legitimasi penegakan hukum.

Aparat akhirnya menguasai situasi. Polisi kemudian membuka kembali arus lalu lintas. Namun, tuntutan demonstran belum terjawab sepenuhnya. Publik masih menunggu kepastian mengenai perkembangan perkara yang mereka soroti. Pada akhirnya, kepercayaan publik tidak hanya bergantung pada siapa yang diproses. Kepercayaan itu tumbuh ketika aparat menegakkan hukum secara terbuka, adil, dan konsisten terhadap setiap orang. @dimas

Tags: Demo KejagungFebrie AdriansyahKejaksaan AgungPenegakan HukumTransparansi Hukum

Kamu Melewatkan Ini

Rokok Ilegal Dibakar di Hilir, Siapa yang Menikmati Uangnya di Hulu?

Rokok Ilegal Dibakar di Hilir, Siapa yang Menikmati Uangnya di Hulu?

by teguh
September 15, 2026

Bea Cukai mencatat sekitar 59,8 juta batang rokok ilegal ditindak sepanjang 2026, dengan estimasi potensi kerugian negara mencapai Rp46,79 miliar....

59,8 Juta Batang Rokok Ilegal Ditindak, DPR Minta Jangan Berhenti di Pengecer

Sekitar 59,8 Juta Batang Rokok Ilegal Ditindak, DPR: Jangan Berhenti di Pengecer

by teguh
September 12, 2026

Bea Cukai Jakarta mencatat penindakan terhadap sekitar 59,8 juta batang rokok ilegal sepanjang 2026. Nilai potensi kerugian negara dari peredaran...

Karhutla Kalimantan: Saat Api, Adat dan Hukum Beradu

Karhutla Kalimantan: Saat Api, Adat dan Hukum Beradu

by dimas
September 7, 2026

Karhutla Kalimantan mempertemukan persoalan kebakaran, tradisi masyarakat adat, penegakan hukum, dan konflik penguasaan lahan dalam satu dilema. Tabooo.id - Kabut...

Next Post
Ketika B50 Butuh Sawit, Hutan Sumatera Utara Kehilangan Kesempatan Pulih

Ketika B50 Butuh Sawit, Hutan Sumatera Utara Kehilangan Kesempatan Pulih

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id