Selasa, Oktober 20, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Cakue Peneleh: Gurihnya Resep Turun-Temurun yang Tak Lekang Waktu Sejak 1988

by dimas
Mei 8, 2026
in Culture, Food
A A
Home Culture
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: Food – Pernah nggak sih, kamu lagi jalan-jalan di Surabaya, tiba-tiba mencium aroma wangi yang bikin perut langsung keroncongan? Jangan salah, itu bukan café hipster atau dessert kekinian, tapi gorengan sederhana cakue. Nah, kalau kamu pikir cakue cuma jajanan pinggir jalan biasa, coba tengok Cakue Peneleh, gerai legendaris yang sudah menemani warga Surabaya sejak 1988.

Aroma dan Tekstur yang Beda

Rahasia kelezatan Cakue Peneleh ternyata sederhana tapi jenius. Mereka menggoreng adonan cakue bersama daun pandan dalam minyak panas. Hasilnya? Setiap cakue keluar dari wajan, aromanya wangi pandan, teksturnya lembut di dalam tapi tetap garing di luar. Kalau datang ke tokonya di Pasar Atom, pelanggan bisa menyaksikan proses penggorengan ini sambil menikmati aroma yang memenuhi udara.

Dengan cara yang sama, setiap gigitan memberikan sensasi nostalgia sekaligus sensasi “wah” yang jarang ditemui di cakue biasa. Proses ini menunjukkan bahwa perhatian pada detail bahkan hal sekecil daun pandan bisa menciptakan pengalaman kuliner yang berkesan.

Saus dan Varian yang Bikin Nagih

Cakue Peneleh tidak hanya menonjol karena tekstur dan aromanya. Saus kental khas dengan rasa asam, manis, dan sedikit pedas membuat setiap gigitan semakin kaya dan menggoda. Bahkan food-vlogger Ria SW sempat memuji cakue ini sebagai “unik dan wajib dicoba” di kanal YouTube-nya.

Selain cakue polos, gerai ini juga menawarkan cakue isi udang, primadona bagi warga lokal maupun turis. Perpaduan adonan ayam udang yang kenyal dengan potongan udang besar memberikan sensasi gurih yang berbeda dari cakue biasa. Tambahkan variasi lain seperti ote-ote ayam tiram, roti goreng, otak-otak tenggiri, komplang isi ayam, dan tahu isi semuanya tetap mengedepankan kualitas dan rasa otentik.

Ini Belum Selesai

Tesla Pamerkan Mobil Terbang, Benarkah Siap Meluncur pada 2028?

JOFAFEST 6 Usung “Transcend”, Ajak Sineas Muda Melampaui Batas

Legenda yang Konsisten

Harga yang ramah kantong, mulai Rp7.000-Rp17.000, membuat Cakue Peneleh mudah dijangkau oleh semua kalangan. Bagi Dita, pelanggan setia asli Surabaya, rasanya tetap sama sejak masa kecil. Konsistensi ini mungkin kunci mengapa gerai ini bertahan lebih dari 30 tahun di tengah arus tren kuliner yang datang dan pergi, Cakue Peneleh tetap setia pada rasa dan kualitas.

Lebih menarik lagi, mereka menyediakan layanan online dengan kemasan frozen vacuum, jadi kamu yang berada di luar kota pun bisa tetap menikmati cakue legendaris ini.

Lebih dari Sekadar Gorengan

Fenomena Cakue Peneleh menunjukkan bahwa kesederhanaan bisa jadi luar biasa. Di tengah camilan kekinian yang berganti tren setiap bulan, gorengan ini tetap relevan. Ia mengingatkan kita bahwa kenikmatan sejati tidak selalu datang dari bahan mewah atau gimmick Instagramable. Kadang, ia hadir dalam bentuk sederhana: cakue lembut yang digoreng dengan daun pandan, disantap bersama orang-orang terkasih.

Setiap gigitan bukan sekadar rasa, tapi juga memori masa kecil, kebersamaan, dan perjalanan waktu Kota Surabaya. Di kota yang terus berubah, Cakue Peneleh adalah pelukan hangat dari masa lalu, yang mengajak kita menghargai konsistensi, tradisi, dan rasa yang otentik.

Apa Dampaknya Buat Kamu?

Jadi, sebelum kamu kejar camilan viral terbaru, pikirkan apakah kamu sudah memberi kesempatan pada rasa-rasa legendaris yang tetap bertahan? Kadang, pengalaman kuliner yang paling berkesan bukan yang paling hits, tapi yang membuatmu tersenyum, teringat masa lalu, dan merasa dekat dengan orang-orang sekitar. @Sabrina Fidhi – Surabaya

Tags: FoodieKulinerLegendarisMurahNostalgiasurabaya

Kamu Melewatkan Ini

Restorative Justice untuk Narkoba, Tapi Bagaimana dengan Mandat Rakyat?

Restorative Justice untuk Narkoba, Tapi Bagaimana dengan Mandat Rakyat?

by teguh
September 30, 2026

Tiga anggota DPRD disebut ikut diamankan dalam kasus narkoba di Surabaya. Polisi memilih Restorative Justice setelah hasil pemeriksaan menunjukkan barang...

Kasus Narkoba di Surabaya: Delapan Diamankan, Tiga Disebut Anggota DPRD

Kasus Narkoba di Surabaya: Delapan Diamankan, Tiga Disebut Anggota DPRD

by teguh
September 30, 2026

Kasus narkoba di surabaya terjadi lagi Delapan orang masuk dalam penanganan Satresnarkoba Polrestabes Surabaya setelah polisi menggerebek sebuah hotel pada...

Es Kapal Solo: Segelas Dingin di Tengah Panas Kota

Es Kapal Solo: Segelas Dingin di Tengah Panas Kota

by eko
Agustus 29, 2026

Es Kapal Solo menemani panas kota. Penjualan Nining tembus 500 gelas sehari, dengan rasa coklat dan original paling banyak diminati....

Next Post
ORI: Mata Uang yang Menjadi Simbol Perjuangan Bangsa

ORI: Mata Uang yang Menjadi Simbol Perjuangan Bangsa

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id