Sabtu, Mei 2, 2026
tabooo.id
  • Tabooo
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Talk
  • Life
  • Vibes
  • Figures
  • Tabooo Today
    • News
      • Global
      • Nasional
      • Regional
      • Kriminal
      • Bisnis
      • Sports
    • Entertainment
      • Film
      • Game
      • Musik
      • Tabooo Book Club
    • Lifestyle
      • Teknologi
      • Otomotif
      • Food
      • Travel
  • Tabooo
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Talk
  • Life
  • Vibes
  • Figures
tabooo.id

Buruh Madiun Kritik May Day di Monas: Perjuangan atau Sekadar Hura-hura?

by jeje
Mei 1, 2026
in News, Regional
A A
Home News
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Regional – Peringatan Hari Buruh Internasional di Kota Madiun berubah jadi panggung kritik. Puluhan buruh yang tergabung dalam Serikat Buruh Madiun Raya (SBMR) turun ke jalan, Jumat (1/5/2026), membawa satu pesan utama: perjuangan buruh belum selesai.

Aksi yang digelar di Alun-Alun Kota Madiun itu tidak hanya menyuarakan tuntutan. Mereka juga secara terbuka mengkritik perayaan May Day di Monas, Jakarta Pusat, yang dinilai jauh dari realita buruh di daerah.

Kritik untuk Perayaan May Day di Jakarta

Ketua SBMR, Aris Budiono, menilai peringatan di Monas tidak mencerminkan kondisi buruh saat ini. Ia menyebut kegiatan tersebut lebih menyerupai hiburan ketimbang perjuangan.

“Kami mengecam aksi yang di Monas Jakarta. Itu bukan perjuangan buruh, karena di sana pesta hura-hura. Bolehlah pesta hura-hura kalau nasib buruh sudah mapan,” ujar Aris.

Pernyataan itu menjadi titik konflik. Di satu sisi, ada perayaan besar di ibu kota. Di sisi lain, buruh daerah masih bergulat dengan persoalan dasar.

Ini Belum Selesai

Hardiknas 2026: Seremoni Selesai, Reformasi Dimulai?

May Day Suram di Jabar: 20.536 Buruh Kena PHK, Ada Apa dengan Industri?

Kesenjangan Upah Jadi Sorotan

Dalam orasinya, buruh menyoroti ketimpangan upah yang dinilai semakin lebar, khususnya di Jawa Timur. Aris menyebut selisih upah antara Madiun dan Surabaya bisa mencapai hampir dua kali lipat.

“Di Madiun sekitar Rp2,5 juta, sementara di Surabaya sudah lebih dari Rp5 juta. Ini sangat timpang dan bentuk diskriminasi,” tegasnya.

Masalahnya tidak berhenti di angka. Harga kebutuhan pokok di kedua wilayah relatif sama. Artinya, daya beli buruh di daerah jauh lebih tertekan.

Praktik Penahanan Ijazah

Selain soal upah, buruh juga menyoroti praktik penahanan ijazah oleh perusahaan. Fenomena ini disebut masih banyak terjadi dan belum tertangani serius.

“Ini seperti gunung es. Terlihat satu di permukaan, tapi sebenarnya banyak di bawah,” kata Aris.

SBMR bahkan mengaku siap menyerahkan data perusahaan yang melakukan praktik tersebut kepada pemerintah dan pengawas ketenagakerjaan.

Sepuluh Tuntutan Buruh

Dalam aksi tersebut, buruh membawa sedikitnya sepuluh tuntutan. Mulai dari penghapusan diskriminasi upah, sistem ketenagakerjaan yang adil, hingga pengesahan undang-undang yang berpihak pada pekerja.

Mereka juga menuntut kewajiban mempekerjakan penyandang disabilitas, pendidikan dan kesehatan gratis, serta penurunan harga kebutuhan pokok.

Aksi berlangsung tertib dengan pengawalan aparat kepolisian. Spanduk berisi kritik tajam terbentang, menjadi simbol kegelisahan yang belum terjawab.

Bukan Sekadar Aksi Tahunan

May Day seharusnya jadi momentum refleksi. Tapi bagi buruh di Madiun, ini lebih dari sekadar peringatan.

Ini tentang realita yang belum berubah. @jeje

Tags: BuruhHari BuruhKota MadiunmadiunMay Day

Kamu Melewatkan Ini

May Day Suram di Jabar: 20.536 Buruh Kena PHK, Ada Apa dengan Industri?

May Day Suram di Jabar: 20.536 Buruh Kena PHK, Ada Apa dengan Industri?

by dimas
Mei 2, 2026

May Day di Jawa Barat tahun ini menghadirkan gambaran yang kontras dengan narasi pertumbuhan industri nasional. Di tengah klaim meningkatnya...

Potongan Aplikasi Dipaksa 8 Persen, Era Baru Keadilan Ojol atau Krisis Platform?

Potongan Aplikasi Dipaksa 8 Persen, Era Baru Keadilan Ojol atau Krisis Platform?

by dimas
Mei 1, 2026

Perayaan Hari Buruh Internasional 2026 di kawasan Monumen Nasional Jakarta menghadirkan pesan politik yang jauh melampaui seremoni tahunan pekerja. Di...

May Day 2026: Buruh Dunia Menolak Diam di Tengah Inflasi dan Perang

May Day 2026: Buruh Dunia Menolak Diam di Tengah Inflasi dan Perang

by dimas
Mei 1, 2026

Ribuan buruh di berbagai belahan dunia kembali turun ke jalan pada peringatan Hari Buruh Internasional 1 Mei 2026, membawa tuntutan...

Next Post
May Day di Parlemen: Buruh Menagih Hak Bicara dalam UU Ketenagakerjaan

May Day di DPR: Buruh Menagih Hak Bicara dalam UU Ketenagakerjaan

Pilihan Tabooo

Siti Mawarni: Lagu yang Lembut di Nada, Tapi Tajam Menampar Realita Narkoba

Siti Mawarni: Lagu yang Lembut di Nada, Tapi Tajam Menampar Realita Narkoba

April 27, 2026

Realita Hari Ini

May Day Suram di Jabar: 20.536 Buruh Kena PHK, Ada Apa dengan Industri?

May Day Suram di Jabar: 20.536 Buruh Kena PHK, Ada Apa dengan Industri?

Mei 2, 2026

Hari Buruh Internasional: Dulu Dilawan, Sekarang Dilupakan

April 17, 2026

Buruh Kepung Monas, Presiden Turun Kasi “Kado”?

Mei 1, 2026

Hardiknas 2026: Seremoni Selesai, Reformasi Dimulai?

Mei 2, 2026
tabooo.id

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap

Stay in the Loop

  • Tabooo.id
    • Deep
    • Edge
    • Vibes
    • Talk
    • Check
    • Life
    • Figures
  • Tabooo Today
    • News
      • Global
      • Nasional
      • Regional
      • Bisnis
      • Kriminal
    • Entertainment
      • Film
      • Musik
      • Tabooo Book Club
      • Game
    • Lifestyle
      • Sports
      • Teknologi
      • Otomotif
      • Food
      • Health
      • Travel

© 2026 Tabooo.id