Senin, Oktober 19, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Buruh Madiun Kritik May Day di Monas: Perjuangan atau Sekadar Hura-hura?

by jeje
Mei 1, 2026
in Reality, Regional
A A
Home Reality
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: Regional – Peringatan Hari Buruh Internasional di Kota Madiun berubah jadi panggung kritik. Puluhan buruh yang tergabung dalam Serikat Buruh Madiun Raya (SBMR) turun ke jalan, Jumat (1/5/2026), membawa satu pesan utama: perjuangan buruh belum selesai.

Aksi yang digelar di Alun-Alun Kota Madiun itu tidak hanya menyuarakan tuntutan. Mereka juga secara terbuka mengkritik perayaan May Day di Monas, Jakarta Pusat, yang dinilai jauh dari realita buruh di daerah.

Kritik untuk Perayaan May Day di Jakarta

Ketua SBMR, Aris Budiono, menilai peringatan di Monas tidak mencerminkan kondisi buruh saat ini. Ia menyebut kegiatan tersebut lebih menyerupai hiburan ketimbang perjuangan.

“Kami mengecam aksi yang di Monas Jakarta. Itu bukan perjuangan buruh, karena di sana pesta hura-hura. Bolehlah pesta hura-hura kalau nasib buruh sudah mapan,” ujar Aris.

Pernyataan itu menjadi titik konflik. Di satu sisi, ada perayaan besar di ibu kota. Di sisi lain, buruh daerah masih bergulat dengan persoalan dasar.

Ini Belum Selesai

BBM Belum Normal, ASN Jember WFH: Siapa Menjamin Layanan Publik Tetap Jalan?

Prabowo dan Guterres Bertemu di Hambalang, Apa Agenda Indonesia di Panggung Dunia?

Kesenjangan Upah Jadi Sorotan

Dalam orasinya, buruh menyoroti ketimpangan upah yang dinilai semakin lebar, khususnya di Jawa Timur. Aris menyebut selisih upah antara Madiun dan Surabaya bisa mencapai hampir dua kali lipat.

“Di Madiun sekitar Rp2,5 juta, sementara di Surabaya sudah lebih dari Rp5 juta. Ini sangat timpang dan bentuk diskriminasi,” tegasnya.

Masalahnya tidak berhenti di angka. Harga kebutuhan pokok di kedua wilayah relatif sama. Artinya, daya beli buruh di daerah jauh lebih tertekan.

Praktik Penahanan Ijazah

Selain soal upah, buruh juga menyoroti praktik penahanan ijazah oleh perusahaan. Fenomena ini disebut masih banyak terjadi dan belum tertangani serius.

“Ini seperti gunung es. Terlihat satu di permukaan, tapi sebenarnya banyak di bawah,” kata Aris.

SBMR bahkan mengaku siap menyerahkan data perusahaan yang melakukan praktik tersebut kepada pemerintah dan pengawas ketenagakerjaan.

Sepuluh Tuntutan Buruh

Dalam aksi tersebut, buruh membawa sedikitnya sepuluh tuntutan. Mulai dari penghapusan diskriminasi upah, sistem ketenagakerjaan yang adil, hingga pengesahan undang-undang yang berpihak pada pekerja.

Mereka juga menuntut kewajiban mempekerjakan penyandang disabilitas, pendidikan dan kesehatan gratis, serta penurunan harga kebutuhan pokok.

Aksi berlangsung tertib dengan pengawalan aparat kepolisian. Spanduk berisi kritik tajam terbentang, menjadi simbol kegelisahan yang belum terjawab.

Bukan Sekadar Aksi Tahunan

May Day seharusnya jadi momentum refleksi. Tapi bagi buruh di Madiun, ini lebih dari sekadar peringatan.

Ini tentang realita yang belum berubah. @jeje

Tags: BuruhHari BuruhKota MadiunmadiunMay Day

Kamu Melewatkan Ini

PHK Dulu, Satgas PHK Kemudian: Sistem Kita Memang Suka Episode Berikutnya

PHK Dulu, Satgas PHK Kemudian: Sistem Kita Memang Suka Episode Berikutnya

by teguh
Oktober 8, 2026

5.400 pekerja Jatim tercatat terdampak PHK hingga 01/09/2026. Satgas PHK pencegahan kini disiapkan. Pertanyaannya kenapa alarm baru terdengar setelah asap...

5.400 PHK di Jatim: Satgas PHK Dibentuk, Tapi Kenapa Baru Sekarang?

5.400 PHK di Jatim: Satgas PHK Dibentuk, Tapi Kenapa Baru Sekarang?

by teguh
Oktober 7, 2026

Pemerintah Jawa Timur dan serikat pekerja menyiapkan Satgas PHK untuk mencegah gelombang pemutusan hubungan kerja. Namun, 5.400 pekerja sudah kehilangan...

50 Ribu Buruh Turun ke Jakarta, RUU Ketenagakerjaan Jadi Tuntutan

50 Ribu Buruh Turun ke Jakarta, RUU Ketenagakerjaan Jadi Tuntutan

by dimas
September 24, 2026

50 ribu buruh turun ke Jakarta membawa 11 tuntutan, dengan RUU Ketenagakerjaan menjadi sorotan utama dalam aksi 24 September 2026....

Next Post
May Day di Parlemen: Buruh Menagih Hak Bicara dalam UU Ketenagakerjaan

May Day di DPR: Buruh Menagih Hak Bicara dalam UU Ketenagakerjaan

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id