Selasa, Oktober 20, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

May Day di DPR: Buruh Menagih Hak Bicara dalam UU Ketenagakerjaan

by dimas
Mei 1, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on Facebook
Share on Twitter
Ratusan buruh mendatangi kawasan Kompleks Gedung MPR/DPR/DPD di Jakarta pada momentum Hari Buruh Internasional, menuntut keterlibatan langsung dalam penyusunan undang-undang ketenagakerjaan baru yang tengah disiapkan negara, menandai paradoks dalam proses legislasi yang di satu sisi mengklaim ingin memperbaiki perlindungan pekerja, namun di sisi lain masih memunculkan kekhawatiran tentang sejauh mana suara buruh benar-benar menjadi bagian dari desain kebijakan yang akan menentukan masa depan pasar kerja nasional.

Tabooo.id: Nasional – Aksi Aliansi Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak) di sekitar kompleks parlemen kembali memicu perdebatan tentang partisipasi publik dalam penyusunan regulasi ketenagakerjaan. Perdebatan ini menguat setelah Mahkamah Konstitusi melalui Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 168/PUU-XXI/2023 memerintahkan negara menyusun undang-undang ketenagakerjaan baru. Kalangan buruh melihat mandat tersebut sebagai peluang untuk memperbaiki keseimbangan antara kepentingan investasi, fleksibilitas pasar kerja, dan perlindungan hak pekerja.

Ketegangan terasa sejak pagi di kawasan parlemen. Sebagian massa buruh memusatkan aksi di area Monumen Nasional, Jakarta. Namun kelompok buruh lain bergerak menuju Kompleks Gedung MPR/DPR/DPD. Mereka membawa tuntutan yang lebih spesifik. Buruh meminta pemerintah dan DPR melibatkan serikat pekerja dalam penyusunan undang-undang ketenagakerjaan baru.

Aksi pada Jumat (1/5/2026) siang itu diprakarsai oleh Aliansi Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak). Para peserta aksi menilai proses legislasi ketenagakerjaan selama ini terlalu elitis. Mereka juga menilai pembahasan regulasi sering berlangsung tanpa ruang dialog yang memadai bagi buruh.

Di saat yang sama, pemerintah dan DPR telah menyepakati pembentukan undang-undang ketenagakerjaan baru. Target penyelesaiannya sebelum akhir 2026. Kesepakatan itu muncul setelah putusan Mahkamah Konstitusi memerintahkan negara menata kembali kerangka hukum ketenagakerjaan nasional.

Menuntut ruang partisipasi buruh

Setelah berunjuk rasa di depan kompleks parlemen, perwakilan massa bertemu dengan pimpinan DPR. Pertemuan berlangsung di Ruang Abdul Muis, Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta.

Ini Belum Selesai

Kapolda Sulsel Usul Arena Tawuran 10 Lawan 10, Polisi Bidik Produsen Busur

BBM Belum Normal, ASN Jember WFH: Siapa Menjamin Layanan Publik Tetap Jalan?

Audiensi tersebut dihadiri Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad dari Fraksi Partai Gerindra dan Wakil Ketua DPR Saan Mustopa dari Fraksi Partai NasDem. Sejumlah anggota DPR juga mengikuti pertemuan itu.

Dalam forum tersebut, Ketua Umum Konfederasi Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) Sunarno menegaskan posisi buruh. Ia meminta DPR membuka ruang partisipasi nyata bagi serikat pekerja.

Menurut Sunarno, negara wajib melaksanakan amanat Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 168/PUU-XXI/2023. Putusan itu mengharuskan pemerintah menyusun regulasi ketenagakerjaan yang lebih komprehensif.

Sunarno juga mengingatkan bahwa proses legislasi yang tertutup dapat memunculkan kebijakan yang merugikan pekerja. Karena itu, serikat buruh harus ikut sejak tahap perumusan hingga pembahasan di parlemen.

“Undang-undang ini akan menentukan masa depan jutaan pekerja. Karena itu, buruh harus dilibatkan secara langsung, bukan sekadar menjadi objek kebijakan,” ujar Sunarno.

Bayang-bayang kontroversi regulasi

Tuntutan tersebut lahir dari pengalaman panjang gerakan buruh. Selama beberapa tahun terakhir, serikat pekerja menghadapi sejumlah perubahan regulasi ketenagakerjaan yang memicu kontroversi.

Banyak organisasi buruh menilai proses legislasi sebelumnya kurang membuka ruang dialog. Mereka merasa suara pekerja sering tersisih dalam perdebatan kebijakan.

Bagi gerakan buruh, partisipasi serikat pekerja menjadi kunci. Kehadiran mereka dapat memastikan undang-undang baru tidak hanya mengejar fleksibilitas pasar tenaga kerja. Regulasi juga harus menjamin perlindungan sosial, kepastian kerja, dan peningkatan kesejahteraan pekerja.

Namun pemerintah dan parlemen menghadapi tantangan berbeda. Mereka harus menyeimbangkan perlindungan buruh dengan kebutuhan investasi nasional. Regulasi ketenagakerjaan juga berperan penting dalam menjaga pertumbuhan ekonomi.

Karena itu, pembahasan undang-undang baru hampir pasti memicu tarik-menarik kepentingan. Pemerintah, pengusaha, dan serikat pekerja membawa agenda yang berbeda dalam menentukan arah kebijakan pasar tenaga kerja Indonesia.

Ujian demokrasi kebijakan

Aksi buruh di depan parlemen pada momentum May Day menunjukkan satu hal penting. Perdebatan tentang masa depan kebijakan ketenagakerjaan belum selesai.

Bagi kalangan buruh, partisipasi dalam proses legislasi bukan sekadar prosedur formal. Mereka melihatnya sebagai cara untuk memastikan negara mendengar suara pekerja.

Jika pemerintah dan DPR menepati target penyusunan undang-undang sebelum akhir 2026, proses pembahasannya akan menjadi ujian demokrasi kebijakan di Indonesia. Publik akan menilai apakah regulasi benar-benar lahir dari proses partisipatif, atau kembali diputuskan oleh elite politik tanpa melibatkan pihak yang paling terdampak. @dimas

Tags: Buruh BersuaraDemokrasi Kebijakangerakan buruhHari BuruhMay DayPartisipasi PublikPolitik KetenagakerjaanSuara BuruhUU Ketenagakerjaan

Kamu Melewatkan Ini

UU Ketenagakerjaan Disahkan, Sejauh Mana Pekerja Terlindungi?

UU Ketenagakerjaan Disahkan, Sejauh Mana Pekerja Terlindungi?

by dimas
Oktober 9, 2026

Pengesahan UU Ketenagakerjaan memunculkan pertanyaan tentang efektivitas perlindungan pekerja, mulai dari upah layak, kepastian kerja, hingga jaminan sosial dan kesejahteraan....

Ribuan Buruh ke DPR Kawal UU Perlindungan Ketenagakerjaan

Ribuan Buruh ke DPR Kawal UU Perlindungan Ketenagakerjaan

by dimas
Oktober 6, 2026

Ribuan buruh dari Banten bergerak ke DPR mengawal UU Perlindungan Ketenagakerjaan dan membawa 11 tuntutan terkait hak serta kepastian kerja....

RUU Pemilu Menuju 2029: Demokrasi Bukan Sekadar Perebutan Kuasa

RUU Pemilu Menuju 2029: Demokrasi Bukan Sekadar Perebutan Kuasa

by dimas
September 22, 2026

RUU Pemilu menuju 2029 bukan sekadar soal perebutan kuasa, tetapi tentang arah demokrasi, representasi, partisipasi publik, dan kedaulatan rakyat. Tabooo.id...

Next Post
Buruh di Dekat Istana: Simbol Kebersamaan atau Tanda Melemahnya Perlawanan?

Buruh di Dekat Istana: Simbol Kebersamaan atau Tanda Melemahnya Perlawanan?

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id