Kamis, Mei 14, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Brutal! Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras

by dimas
Maret 14, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Malam yang seharusnya tenang berubah menjadi mimpi buruk bagi Andrie Yunus, Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS). Seusai merekam podcast bertajuk “Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia” di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Andrie melintas di Jalan Salemba I, Menteng, Jakarta Pusat, pada Kamis (12/3/2026) malam.

Saat itu dua orang tak dikenal yang mengendarai sepeda motor mendekat dari arah berlawanan. Tanpa peringatan, penumpang motor langsung menyiramkan air keras ke tubuh Andrie.

Koordinator Badan Pekerja KontraS, Dimas Bagus Arya, menyampaikan serangan terjadi tidak lama setelah rekaman podcast selesai.

“Acara selesai sekitar pukul 23.00 WIB. Andrie hanya ingin mengisi bensin sebelum kembali ke mess KontraS di kawasan Talang, Menteng,” ujar Dimas.

Serangan Terjadi di Tengah Jalan

Rekaman CCTV dan keterangan saksi menunjukkan dua pria berboncengan menghampiri Andrie. Pengendara motor mengenakan kaus kombinasi putih dan biru serta celana gelap. Pria di belakang memakai kaus biru tua dan menutup wajah dengan masker hitam.

Ini Belum Selesai

Rapat Stunting atau Waktu Main? DPRD Jember Kini Disorot Publik

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Ketika jarak semakin dekat, pria di belakang mengangkat tangannya lalu menyiramkan cairan keras ke arah mata, wajah, dada, dan tangan Andrie.

Andrie langsung berteriak kesakitan. Ia menjatuhkan sepeda motornya dan berusaha melepas pakaian yang rusak akibat cairan korosif itu.

Warga sekitar yang melihat kejadian segera berlari mendekat. Mereka menenangkan Andrie dan mencoba membantunya.

Sementara itu, kedua pelaku langsung memacu sepeda motor menuju arah Salemba Raya. Saat kabur, salah satu pelaku menjatuhkan gelas stainless steel dari motor mereka.

Penanganan Medis

Warga kemudian membawa Andrie ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta Pusat. Tim dokter segera memeriksa kondisi korban di instalasi gawat darurat.

Enam dokter spesialis ikut menangani perawatan Andrie. Mereka berasal dari bidang mata, saraf, THT, kulit, penyakit dalam, dan forensik.

Pemeriksaan awal menunjukkan luka bakar akibat cairan kimia menutupi sekitar 24 persen tubuh Andrie. Dokter juga memasang implan kornea pada mata kanan Andrie untuk mengatasi kerusakan serius pada penglihatannya.

Dimas menegaskan bahwa KontraS sudah berkoordinasi dengan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).

“Ancaman terhadap Andrie tetap muncul. Untuk sementara masyarakat sipil membantu biaya operasi dan perawatan melalui iuran bersama,” tegasnya.

Dugaan Pengintaian

KontraS menilai pelaku tidak melakukan serangan secara spontan. Ketua YLBHI, Muhammad Isnur, mengatakan sejumlah orang tak dikenal memantau aktivitas Andrie beberapa hari sebelum kejadian.

Menurut Isnur, orang-orang itu muncul di sekitar rumah, mess, dan lokasi kegiatan Andrie. Tiga hari sebelum serangan, seseorang juga datang ke asrama KontraS dengan kendaraan berpelat nomor D.

Aktivis HAM Fatia Maulidiyanti menambahkan bahwa rekaman CCTV memperlihatkan gerak-gerik mencurigakan dari pelaku. Motor mereka sempat berhenti lalu berputar arah sebelum mendekati Andrie.

Perilaku itu menunjukkan bahwa pelaku telah menyiapkan serangan dengan perencanaan matang. Mereka lebih dulu mengamati situasi sebelum menjalankan aksi.

Ancaman bagi Aktivis HAM

Serangan terhadap Andrie memicu keprihatinan luas di kalangan masyarakat sipil dan aktivis hak asasi manusia.

Dimas menilai kekerasan seperti ini dapat menimbulkan ketakutan bagi para pembela HAM.

“Siapa pun yang memperjuangkan keadilan dan mengkritik sistem bisa menjadi sasaran,” pungkasnya.

Kasus ini juga mengguncang publik yang selama ini mengikuti advokasi dan investigasi KontraS. Banyak pihak melihat serangan tersebut sebagai ancaman serius terhadap ruang demokrasi.

Peristiwa di Salemba itu bukan sekadar insiden kriminal. Serangan tersebut menjadi peringatan keras bahwa sebagian pihak masih merespons kritik dengan kekerasan brutal. @dimas

Tags: AktivisAndrie YunusHak Asasi ManusiaHAMJakartaKejahatanKontraSPerlindunganSerangan

Kamu Melewatkan Ini

Benarkah Jakarta Sudah Bukan Ibu Kota Negara?

Benarkah Jakarta Sudah Bukan Ibu Kota Negara?

by dimas
Mei 13, 2026

Benarkah Jakarta sudah bukan ibu kota negara? Simak fakta status konstitusi IKN, Keppres pemindahan, dan polemik UU DKJ. Tabooo.id -...

Ketika Tanah Adat Berubah Jadi Zona Maut bagi Perempuan Papua

Perempuan Papua dan Tanah Adat Yang Berubah Jadi Zona Maut

by dimas
Mei 11, 2026

Perempuan Papua berdiri di tengah pegunungan yang sunyi, membawa cerita yang tak lagi tentang kampung halaman, melainkan tentang ruang hidup...

Nobar Film “Pesta Babi” Dibubarkan: Masih Adakah Kebebasan Berekspresi?

Nobar Film “Pesta Babi” Dibubarkan: Masih Adakah Kebebasan Berekspresi?

by dimas
Mei 11, 2026

Nobar film Pesta Babi di ruang-ruang publik menunjukkan bagaimana seni kerap dianggap sebagai cara paling aman untuk menyuarakan realitas. Film,...

Next Post
OTT KPK di Cilacap: Bupati Syamsul Auliya Rachman dan 27 Orang Diamankan

OTT KPK di Cilacap: Bupati Syamsul Auliya Rachman dan 27 Orang Diamankan

Pilihan Tabooo

Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Peristiwa Yesus Naik Ke Surga: Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Mei 10, 2026

Realita Hari Ini

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Mei 13, 2026

MPR RI Nonaktifkan Juri dan MC LCC Kalbar Usai Polemik Jawaban DPD Viral

Mei 12, 2026

MBG Bisa Ditolak, Prabowo Persilakan Anak Orang Kaya Mundur

Mei 12, 2026

Rapat Stunting atau Waktu Main? DPRD Jember Kini Disorot Publik

Mei 13, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Figures

© 2026 Tabooo.id