Sabtu, Agustus 22, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Brutal! Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras

by dimas
Maret 14, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Malam yang seharusnya tenang berubah menjadi mimpi buruk bagi Andrie Yunus, Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS). Seusai merekam podcast bertajuk “Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia” di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Andrie melintas di Jalan Salemba I, Menteng, Jakarta Pusat, pada Kamis (12/3/2026) malam.

Saat itu dua orang tak dikenal yang mengendarai sepeda motor mendekat dari arah berlawanan. Tanpa peringatan, penumpang motor langsung menyiramkan air keras ke tubuh Andrie.

Koordinator Badan Pekerja KontraS, Dimas Bagus Arya, menyampaikan serangan terjadi tidak lama setelah rekaman podcast selesai.

“Acara selesai sekitar pukul 23.00 WIB. Andrie hanya ingin mengisi bensin sebelum kembali ke mess KontraS di kawasan Talang, Menteng,” ujar Dimas.

Serangan Terjadi di Tengah Jalan

Rekaman CCTV dan keterangan saksi menunjukkan dua pria berboncengan menghampiri Andrie. Pengendara motor mengenakan kaus kombinasi putih dan biru serta celana gelap. Pria di belakang memakai kaus biru tua dan menutup wajah dengan masker hitam.

Ini Belum Selesai

11 Desa, 21.171 Jiwa, Bantuan Terbatas: Camat Manggarai Protes

Pawai Pembangunan Solo Digelar, Lingkungan Jadi Pesan Utama

Ketika jarak semakin dekat, pria di belakang mengangkat tangannya lalu menyiramkan cairan keras ke arah mata, wajah, dada, dan tangan Andrie.

Andrie langsung berteriak kesakitan. Ia menjatuhkan sepeda motornya dan berusaha melepas pakaian yang rusak akibat cairan korosif itu.

Warga sekitar yang melihat kejadian segera berlari mendekat. Mereka menenangkan Andrie dan mencoba membantunya.

Sementara itu, kedua pelaku langsung memacu sepeda motor menuju arah Salemba Raya. Saat kabur, salah satu pelaku menjatuhkan gelas stainless steel dari motor mereka.

Penanganan Medis

Warga kemudian membawa Andrie ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta Pusat. Tim dokter segera memeriksa kondisi korban di instalasi gawat darurat.

Enam dokter spesialis ikut menangani perawatan Andrie. Mereka berasal dari bidang mata, saraf, THT, kulit, penyakit dalam, dan forensik.

Pemeriksaan awal menunjukkan luka bakar akibat cairan kimia menutupi sekitar 24 persen tubuh Andrie. Dokter juga memasang implan kornea pada mata kanan Andrie untuk mengatasi kerusakan serius pada penglihatannya.

Dimas menegaskan bahwa KontraS sudah berkoordinasi dengan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).

“Ancaman terhadap Andrie tetap muncul. Untuk sementara masyarakat sipil membantu biaya operasi dan perawatan melalui iuran bersama,” tegasnya.

Dugaan Pengintaian

KontraS menilai pelaku tidak melakukan serangan secara spontan. Ketua YLBHI, Muhammad Isnur, mengatakan sejumlah orang tak dikenal memantau aktivitas Andrie beberapa hari sebelum kejadian.

Menurut Isnur, orang-orang itu muncul di sekitar rumah, mess, dan lokasi kegiatan Andrie. Tiga hari sebelum serangan, seseorang juga datang ke asrama KontraS dengan kendaraan berpelat nomor D.

Aktivis HAM Fatia Maulidiyanti menambahkan bahwa rekaman CCTV memperlihatkan gerak-gerik mencurigakan dari pelaku. Motor mereka sempat berhenti lalu berputar arah sebelum mendekati Andrie.

Perilaku itu menunjukkan bahwa pelaku telah menyiapkan serangan dengan perencanaan matang. Mereka lebih dulu mengamati situasi sebelum menjalankan aksi.

Ancaman bagi Aktivis HAM

Serangan terhadap Andrie memicu keprihatinan luas di kalangan masyarakat sipil dan aktivis hak asasi manusia.

Dimas menilai kekerasan seperti ini dapat menimbulkan ketakutan bagi para pembela HAM.

“Siapa pun yang memperjuangkan keadilan dan mengkritik sistem bisa menjadi sasaran,” pungkasnya.

Kasus ini juga mengguncang publik yang selama ini mengikuti advokasi dan investigasi KontraS. Banyak pihak melihat serangan tersebut sebagai ancaman serius terhadap ruang demokrasi.

Peristiwa di Salemba itu bukan sekadar insiden kriminal. Serangan tersebut menjadi peringatan keras bahwa sebagian pihak masih merespons kritik dengan kekerasan brutal. @dimas

Tags: AktivisAndrie YunusHak Asasi ManusiaHAMJakartaKejahatanKontraSPerlindunganSerangan

Kamu Melewatkan Ini

RUU HAM dan Hilangnya Rem Kekuasaan Administratif

RUU HAM dan Hilangnya Rem Kekuasaan Administratif

by dimas
Agustus 4, 2026

Revisi RUU HAM memunculkan kekhawatiran hilangnya keadilan administratif sebagai benteng awal perlindungan hak asasi manusia. Tabooo.id - Setiap hari negara...

Papua Terus Berdarah: Saat Senjata Mengalahkan Perdamaian

Papua Terus Berdarah: Saat Senjata Mengalahkan Perdamaian

by dimas
Agustus 3, 2026

Konflik Papua terus memakan korban. Pendekatan militer dinilai memperpanjang kekerasan, sementara jalan damai kian menjauh. Tabooo.id - Malam kembali turun...

Jakarta: Ketika Kota Mulai Dipagari Ketakutan

Jakarta: Ketika Kota Mulai Dipagari Ketakutan

by teguh
Agustus 1, 2026

Tembok memang mampu membatasi langkah orang. Namun ketika pagar menjulang di setiap sudut kota, yang perlahan hilang bukan hanya ruang...

Next Post
OTT KPK di Cilacap: Bupati Syamsul Auliya Rachman dan 27 Orang Diamankan

OTT KPK di Cilacap: Bupati Syamsul Auliya Rachman dan 27 Orang Diamankan

Madilog Series

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026

Marx Series

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id