Jumat, September 18, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Bisnis Sumatera Terpukul UMKM Paling Sengsara, Biaya Logistik Melonjak

by teguh
Desember 9, 2025
in Bisnis
A A
Home Reality Bisnis
Share on Facebook
Share on Twitter
Kerugian Membengkak, Evaluasi Belum Jelas

Tabooo.id: Bisnis – Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) mengungkapkan bencana banjir dan longsor di berbagai wilayah Sumatra menimbulkan kerugian besar di hampir semua sektor usaha. Dampaknya merembet dari UMKM, perdagangan lokal, agribisnis, hingga industri pengolahan.

“Terus terang kami belum bisa mengevaluasi sejauh mana dampaknya ke 2026. Saat ini fokus kami masih penanggulangan,” kata Ketua Umum Apindo, Shinta W Kamdani, di Jakarta Selatan.

UMKM Jadi Korban Terbesar

Menurut pemetaan awal, pelaku UMKM menjadi kelompok usaha yang paling terpukul. Banyak dari mereka kehilangan stok, aset, hingga pasar karena kerusakan fisik dan lumpuhnya aktivitas ekonomi.

“Yang paling berdampak adalah UMKM dan perdagangan lokal,” ujar Shinta.

Kondisi ini semakin memperlebar jurang antara usaha besar yang masih punya cadangan modal, dengan usaha kecil yang sekali terkena bencana langsung terlempar dari pasar.

Ini Belum Selesai

Pabrik China Tetap Ngebut, Belanja Konsumen Melambat

Target Ekonomi 6 Persen: Angka Naik, Ketimpangan Mengintai

Industri Tercekik Pasokan, Logistik Kacau

Bencana juga mengguncang rantai pasok industri manufaktur dan pengolahan yang bergantung pada bahan baku dari Sumatra. Gangguan listrik, air, dan transportasi membuat biaya operasional melonjak.

Di sektor logistik, jalan dan jembatan putus menyebabkan pengiriman melambat dan ongkos meningkat. Kondisi ini menekan output regional, dan pada akhirnya mempersempit ruang tumbuh perekonomian Sumatra.

Sementara itu, sektor agribisnis ikut porak-poranda. Lahan rusak mencapai 38.878 hektare, dengan 5.570 hektare gagal panen, memicu kerugian petani hingga Rp1,132 triliun.

Dampak Nasional Masih Dipantau

Meski kerugian di tingkat lokal menggunung, Apindo menilai dampaknya pada ekonomi nasional masih perlu dihitung lebih detail. Konsumsi dari daerah terdampak mungkin tidak menggerakkan ekonomi nasional secara signifikan.

Pemerintah sendiri menyiapkan anggaran penanganan bencana yang diperkirakan mencapai puluhan triliun rupiah, sementara dunia usaha masih memetakan sektor strategis yang terputus alurnya.

Faktor Lingkungan Ikut Menyulut Krisis

Wakil Ketua Umum Apindo, Sanny Iskandar, menyoroti bahwa bencana ini bukan hanya soal curah hujan ekstrem. Ia menilai kerusakan lingkungan yang dibiarkan bertahun-tahun memperparah dampak bencana.

“Ini terjadi bukan hanya karena hujan tinggi, tetapi juga karena kurangnya kepedulian terhadap isu ramah lingkungan,” ujarnya.

Korban Jiwa Terus Bertambah

Data BNPB pada Senin (08/12/2025) mencatat 961 korban meninggal, 235 hilang, dan sekitar 5.000 luka-luka. Kabupaten Agam menjadi wilayah dengan korban terbanyak, disusul Aceh Utara, Tapanuli Tengah, dan Tapanuli Selatan.

Tragedi ini mengingatkan bahwa biaya terbesar bukan hanya hitungan rupiah, tetapi nyawa.

Akhirnya…

Sumatra kembali membayar mahal kelalaian manusia dan rapuhnya infrastruktur lingkungan. Dan seperti biasa, UMKM dan petani bukan para pengambil kebijakan yang pertama jatuh dan paling lambat bangkit.@teguh

Tags: AsetEkonomi IndonesiaFisikLogistikStokTerdampak

Kamu Melewatkan Ini

Negara Menguasai Sumber Daya, Rakyat Dapat Apa?

Negara Menguasai Sumber Daya, Rakyat Dapat Apa?

by dimas
Agustus 23, 2026

Negara memiliki mandat untuk menguasai sumber daya strategis. Namun, mandat itu bukan sekadar soal izin, regulasi, atau kepemilikan. Ukuran akhirnya...

Pasal 33 UUD 1945: Ekonomi Indonesia Milik Siapa?

Pasal 33 UUD 1945: Ekonomi Indonesia Milik Siapa?

by dimas
Agustus 22, 2026

Pasal 33 UUD 1945 bukan sekadar aturan ekonomi, tetapi tentang pengelolaan sumber daya, distribusi kekayaan, dan kemakmuran rakyat. Tabooo.id -...

Pertalite Mau Dibatasi untuk Desil 9–10, Tapi Siapa yang Benar-Benar Kaya?

Pertalite Mau Dibatasi untuk Desil 9–10, Tapi Siapa yang Benar-Benar Kaya?

by teguh
Agustus 13, 2026

Kalau suatu hari SPBU menolak transaksi Pertalite untukmu, apa yang terjadi? Pertalite mau Dabatasi dan itu bukan karena harga. Bisa...

Next Post
Laron: Camilan Musiman yang Bikin Merinding Tapi Ketagihan

Laron: Camilan Musiman yang Bikin Merinding Tapi Ketagihan

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id