Sabtu, Juni 13, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Bisnis Sumatera Terpukul UMKM Paling Sengsara, Biaya Logistik Melonjak

by teguh
Desember 9, 2025
in Bisnis
A A
Home Reality Bisnis
Share on FacebookShare on Twitter
Kerugian Membengkak, Evaluasi Belum Jelas

Tabooo.id: Bisnis – Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) mengungkapkan bencana banjir dan longsor di berbagai wilayah Sumatra menimbulkan kerugian besar di hampir semua sektor usaha. Dampaknya merembet dari UMKM, perdagangan lokal, agribisnis, hingga industri pengolahan.

“Terus terang kami belum bisa mengevaluasi sejauh mana dampaknya ke 2026. Saat ini fokus kami masih penanggulangan,” kata Ketua Umum Apindo, Shinta W Kamdani, di Jakarta Selatan.

UMKM Jadi Korban Terbesar

Menurut pemetaan awal, pelaku UMKM menjadi kelompok usaha yang paling terpukul. Banyak dari mereka kehilangan stok, aset, hingga pasar karena kerusakan fisik dan lumpuhnya aktivitas ekonomi.

“Yang paling berdampak adalah UMKM dan perdagangan lokal,” ujar Shinta.

Kondisi ini semakin memperlebar jurang antara usaha besar yang masih punya cadangan modal, dengan usaha kecil yang sekali terkena bencana langsung terlempar dari pasar.

Ini Belum Selesai

Rupiah Tembus Rp18.000, Alarm Bahaya Ekonomi Indonesia

IHSG Ambruk 30 Persen: Pasar Sedang Sakit atau Diskon Besar-Besaran?

Industri Tercekik Pasokan, Logistik Kacau

Bencana juga mengguncang rantai pasok industri manufaktur dan pengolahan yang bergantung pada bahan baku dari Sumatra. Gangguan listrik, air, dan transportasi membuat biaya operasional melonjak.

Di sektor logistik, jalan dan jembatan putus menyebabkan pengiriman melambat dan ongkos meningkat. Kondisi ini menekan output regional, dan pada akhirnya mempersempit ruang tumbuh perekonomian Sumatra.

Sementara itu, sektor agribisnis ikut porak-poranda. Lahan rusak mencapai 38.878 hektare, dengan 5.570 hektare gagal panen, memicu kerugian petani hingga Rp1,132 triliun.

Dampak Nasional Masih Dipantau

Meski kerugian di tingkat lokal menggunung, Apindo menilai dampaknya pada ekonomi nasional masih perlu dihitung lebih detail. Konsumsi dari daerah terdampak mungkin tidak menggerakkan ekonomi nasional secara signifikan.

Pemerintah sendiri menyiapkan anggaran penanganan bencana yang diperkirakan mencapai puluhan triliun rupiah, sementara dunia usaha masih memetakan sektor strategis yang terputus alurnya.

Faktor Lingkungan Ikut Menyulut Krisis

Wakil Ketua Umum Apindo, Sanny Iskandar, menyoroti bahwa bencana ini bukan hanya soal curah hujan ekstrem. Ia menilai kerusakan lingkungan yang dibiarkan bertahun-tahun memperparah dampak bencana.

“Ini terjadi bukan hanya karena hujan tinggi, tetapi juga karena kurangnya kepedulian terhadap isu ramah lingkungan,” ujarnya.

Korban Jiwa Terus Bertambah

Data BNPB pada Senin (08/12/2025) mencatat 961 korban meninggal, 235 hilang, dan sekitar 5.000 luka-luka. Kabupaten Agam menjadi wilayah dengan korban terbanyak, disusul Aceh Utara, Tapanuli Tengah, dan Tapanuli Selatan.

Tragedi ini mengingatkan bahwa biaya terbesar bukan hanya hitungan rupiah, tetapi nyawa.

Akhirnya…

Sumatra kembali membayar mahal kelalaian manusia dan rapuhnya infrastruktur lingkungan. Dan seperti biasa, UMKM dan petani bukan para pengambil kebijakan yang pertama jatuh dan paling lambat bangkit.@teguh

Tags: AsetEkonomi IndonesiaFisikLogistikStokTerdampak

Kamu Melewatkan Ini

Bank Dunia: Orang Kaya Nikmati Mayoritas Subsidi BBM

Bank Dunia: Orang Kaya Nikmati Mayoritas Subsidi BBM

by teguh
Juni 13, 2026

Pemerintah selama bertahun-tahun mengandalkan subsidi bahan bakar minyak (BBM) untuk menjaga daya beli masyarakat. Namun, temuan terbaru Bank Dunia menunjukkan...

Investor Sudah Datang, Tapi Mesin Negara Masih Pemanasan?

Investor Sudah Datang, Tapi Mesin Negara Masih Pemanasan?

by teguh
Juni 12, 2026

"Rakyat tidak membutuhkan narasi kemenangan. Rakyat membutuhkan bukti bahwa negara bekerja." Pernyataan pengamat politik Rocky Gerung itu mungkin terdengar sederhana....

Rupiah Sekarat, Rakyat Melarat

Rupiah Sekarat, Rakyat Melarat

by Tabooo
Juni 10, 2026

Rupiah melemah tidak hanya terasa di pasar uang. Ia masuk ke dapur, pom bensin, toko elektronik, bengkel, dan meja makan...

Next Post
Laron: Camilan Musiman yang Bikin Merinding Tapi Ketagihan

Laron: Camilan Musiman yang Bikin Merinding Tapi Ketagihan

Madilog Series

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026
Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Mei 27, 2026

Marx Series

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026

Komoditas: Cara Pasar Menyembunyikan Kerja Manusia – Marx Series #1.1

Mei 17, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id