Tabooo.id: Global – Presiden Prabowo Subianto bersiap menemui Raja Inggris Charles III dalam lawatan kenegaraan ke London. Pertemuan ini tidak berhenti pada seremoni istana. Pemerintah Indonesia menjadikan pelestarian lingkungan hidup sebagai agenda utama, dengan fokus pada konservasi gajah yang kian terdesak oleh ekspansi ekonomi dan krisis iklim.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyatakan bahwa Prabowo akan membahas isu pelestarian alam bersama Raja Charles III dan sejumlah tokoh filantropi dunia. Raja Charles selama ini dikenal aktif menyuarakan agenda lingkungan global. Pertemuan ini pun memberi sinyal jelas Indonesia ingin tampil sebagai mitra serius dalam diplomasi hijau internasional.
Bagi Indonesia, langkah ini bukan sekadar membangun citra. Arah kebijakan lingkungan global berpengaruh langsung pada kawasan konservasi, masyarakat sekitar hutan, serta keberlanjutan sektor pariwisata dan agraria. Keputusan elite dunia kerap menentukan nasib ruang hidup masyarakat lokal.
Bertemu PM Inggris, Ekonomi dan Maritim Jadi Fokus
Selain bertemu Raja Charles III, Prabowo juga akan menggelar pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer. Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak akan membahas kerja sama strategis di bidang ekonomi dan maritim.
Pemerintah Indonesia menaruh harapan besar pada penguatan hubungan ekonomi dengan Inggris. Harapan ini muncul di tengah ketidakpastian global dan perlambatan ekonomi dunia. Bagi Indonesia sebagai negara kepulauan, kerja sama maritim menjadi kunci, mulai dari investasi pelabuhan, penguatan logistik laut, hingga keamanan jalur perdagangan internasional.
Dampak dari kerja sama ini paling cepat dirasakan oleh pelaku industri, pekerja sektor maritim, dan wilayah pelabuhan. Selama ini, daerah-daerah tersebut menunggu arus investasi dan alih teknologi yang lebih konkret.
Dari London ke Davos, Indonesia Masuk Panggung Dunia
Setelah menyelesaikan agenda di Inggris, Prabowo akan melanjutkan perjalanan ke Davos, Swiss. Di sana, ia akan menghadiri World Economic Forum (WEF), salah satu forum ekonomi paling berpengaruh di dunia.
Prabowo dijadwalkan menyampaikan pidato kunci di hadapan 61 kepala negara dan pemerintahan, serta lebih dari seribu pemimpin global dan pelaku bisnis. Forum ini memberi Indonesia ruang untuk menawarkan peluang investasi sekaligus membaca arah ekonomi dunia.
Selain berpidato, Prabowo juga akan berdialog langsung dengan para CEO perusahaan multinasional. Dialog semacam ini kerap lebih menentukan arah arus modal dibandingkan kesepakatan formal antarnegara.
Bagi masyarakat, hasil pertemuan di Davos memang jarang terasa instan. Namun, keputusan investasi global bisa membuka lapangan kerja baru—atau sebaliknya, memperdalam ketergantungan ekonomi nasional.
Sinyal Politik Sebelum Keberangkatan
Menjelang keberangkatan ke London, Prabowo sempat bertemu Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma. Dalam pertemuan itu, keduanya membahas laporan dan perkembangan informasi terkini.
Pertemuan tersebut menunjukkan bahwa agenda luar negeri ini tetap terhubung dengan dinamika politik dalam negeri. Pemerintah ingin memastikan diplomasi global berjalan seiring dengan konsolidasi politik nasional.
Pada akhirnya, lawatan Prabowo ke Inggris dan Swiss menampilkan dua wajah kekuasaan. Di satu sisi, pemerintah berbicara soal gajah dan hutan di istana kerajaan. Di sisi lain, pemerintah melobi investasi dan pasar di Davos. Pertanyaannya tetap sama apakah hasil diplomasi ini akan benar-benar menyentuh desa, hutan, dan dapur rakyat atau hanya berhenti sebagai foto pertemuan kelas dunia. @dimas




