Rabu, Mei 13, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Baru 3,5 Bulan Dinonaktifkan, Sahroni Sudah Jadi Wakil Ketua Komisi III Lagi

by dimas
Februari 19, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Politikus Partai NasDem, Ahmad Sahroni, kembali menduduki kursi Wakil Ketua Komisi III DPR RI. Ia menggantikan Rusdi Masse setelah pimpinan DPR menerima surat resmi dari Fraksi NasDem tentang pergantian posisi pimpinan komisi.

Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco Ahmad, langsung membacakan penetapan itu dalam rapat Komisi III di Kompleks Parlemen, Senayan, Kamis (19/2/2026). Ia lalu meminta persetujuan forum, dan para anggota komisi menjawab serempak setuju.

Dengan keputusan itu, Sahroni resmi kembali ke lingkaran elite pengawasan hukum di parlemen. Komisi III bukan komisi biasa. Komisi ini mengawasi kepolisian, kejaksaan, hingga lembaga peradilan institusi yang menentukan wajah penegakan hukum di Indonesia.

Namun, kembalinya Sahroni memunculkan pertanyaan baru. Sebab, masa hukumannya belum sepenuhnya berlalu.

Dari Pernyataan Kontroversial hingga Hukuman Etik

Nama Sahroni sempat menjadi sorotan tajam publik pada Agustus 2025. Saat itu, ia menanggapi kritik keras terhadap DPR yang muncul di tengah kemarahan publik soal kenaikan tunjangan anggota dewan.

Ini Belum Selesai

Sekolah Rakyat di Kupang: Jalan Baru Anak Miskin Keluar dari Batas Pendidikan?

MBG Bisa Ditolak, Prabowo Persilakan Anak Orang Kaya Mundur

Alih-alih meredam situasi, ia justru melontarkan pernyataan yang memicu kemarahan lebih besar. Ia menyebut orang yang menyerukan pembubaran DPR sebagai “orang tolol sedunia.”

Pernyataan itu menyulut gelombang kritik luas. Publik menilai ucapan tersebut merendahkan masyarakat.

Akibatnya, Partai NasDem langsung menonaktifkan Sahroni sebagai anggota DPR mulai 1 September 2025. Tidak berhenti di situ, Mahkamah Kehormatan Dewan kemudian menjatuhkan sanksi etik berupa penonaktifan selama enam bulan.

Putusan itu berlaku sejak November 2025.

Namun, ketika DPR kembali menunjuknya sebagai Wakil Ketua Komisi III pada Februari 2026, masa hukuman tersebut baru berjalan sekitar tiga setengah bulan.

Secara hitung-hitungan, hukumannya belum sepenuhnya selesai.

Rumah Dijarah, Karier Politik Tetap Pulih

Kontroversi Sahroni tidak hanya terjadi di ruang publik. Kemarahan massa juga menjalar ke kehidupan pribadinya.

Pada puncak kemarahan publik, sekelompok massa menyerbu rumah Sahroni di Jakarta Utara. Mereka merusak dan menjarah berbagai barang berharga.

Kerugian yang dialami Sahroni mencapai puluhan miliar rupiah.

Beberapa bulan kemudian, ia bahkan merobohkan rumah tersebut.

Namun, di tengah semua badai itu, karier politiknya justru pulih.

Kini, ia kembali menduduki posisi strategis di parlemen.

Publik Bertanya, Standar Etik Berlaku untuk Siapa?

Kembalinya Sahroni ke kursi pimpinan Komisi III membawa konsekuensi besar.

Komisi III mengawasi hukum. Komisi ini menentukan arah pengawasan polisi, jaksa, dan pengadilan.

Karena itu, integritas pimpinan komisi menjadi hal krusial.

Namun, ketika seorang politikus yang pernah dihukum etik bisa kembali ke posisi strategis sebelum masa sanksinya sepenuhnya selesai, publik mulai bertanya-tanya.

Siapa yang sebenarnya diawasi?

Dan lebih penting lagi apakah hukuman etik benar-benar hukuman, atau hanya jeda singkat sebelum semuanya kembali seperti biasa. @dimas

Tags: DemokrasiDPREtikaKomisi IIIKontroversinasdemNasionalParlemenPolitik IndonesiariSanksi

Kamu Melewatkan Ini

Profil Dandhy Laksono: Jurnalis yang Memilih Bertanya Saat Banyak Orang Diam

Profil Dandhy Laksono: Jurnalis yang Memilih Bertanya Saat Banyak Orang Diam

by jeje
Mei 12, 2026

Dandhy Laksono kembali jadi sorotan. Bukan karena kontroversi biasa, tetapi karena film dokumenternya, Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita, memicu rasa...

Amir Syarifuddin: Tokoh Komunis yang Membawa Injil saat Eksekusi

Amir Syarifuddin: Tokoh Komunis yang Membawa Injil saat Eksekusi

by Tabooo
Mei 12, 2026

Amir Syarifuddin pernah menjadi Perdana Menteri Republik Indonesia, tetapi namanya lebih sering muncul dalam bayang-bayang PKI dan Peristiwa Madiun 1948....

Ketika Pembangunan Terlihat Megah, Tapi Rakyat Tetap Gelisah

Ketika Pembangunan Terlihat Megah, Tapi Rakyat Tetap Gelisah

by dimas
Mei 11, 2026

Pembangunan tampak megah lewat angka pertumbuhan, gedung tinggi, dan proyek infrastruktur besar yang terus dipamerkan. Namun bagi banyak orang, kemajuan...

Next Post
Semeru Meletus Lagi, Kolom Abu 800 Meter Jadi Alarm Nyata Warga Lereng

Semeru Meletus Lagi, Kolom Abu 800 Meter Jadi Alarm Nyata Warga Lereng

Pilihan Tabooo

Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Peristiwa Yesus Naik Ke Surga: Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Mei 10, 2026

Realita Hari Ini

MPR RI Nonaktifkan Juri dan MC LCC Kalbar Usai Polemik Jawaban DPD Viral

MPR RI Nonaktifkan Juri dan MC LCC Kalbar Usai Polemik Jawaban DPD Viral

Mei 12, 2026

Rupiah Anjlok ke Rp 17.500 per Dolar AS, Investor Mulai Kehilangan Kepercayaan

Mei 12, 2026

Kuota Tanpa Batas? Nyaman Buat Kamu, Tapi Jaringan Bisa Kewalahan

Mei 8, 2026

Sekolah Rakyat di Kupang: Jalan Baru Anak Miskin Keluar dari Batas Pendidikan?

Mei 12, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Figures

© 2026 Tabooo.id