Rabu, Mei 13, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Banjir Sumatera Genap Sebulan: Korban Tewas Capai 1.135 Orang

by dimas
Desember 26, 2025
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Banjir yang melanda Sumatera kini genap sebulan, namun kesedihan warga masih terasa. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat korban tewas mencapai 1.135 orang hingga Kamis (25/12/2025). Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB, Abdul Muhari, menyebut terjadi penambahan enam korban jiwa dibanding hari sebelumnya.

“Per hari ini, ada penambahan jumlah korban jiwa sebanyak 6 jiwa,” ujar Muhari dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (25/12/2025).

Aceh Utara mencatat korban tewas terbanyak, yakni 205 orang, diikuti Tapanuli Tengah 191 orang dan Tapanuli Selatan 133 orang. Selain itu, 173 orang masih dilaporkan hilang. Setiap angka merepresentasikan keluarga yang kehilangan anggota, rumah tangga yang hancur, dan komunitas yang terguncang.

Ratusan Ribu Orang Mengungsi

Bencana ini memaksa 489.864 orang meninggalkan rumah mereka. Aceh Utara memimpin jumlah pengungsi dengan 166,9 ribu orang, disusul Aceh Tamiang 150,5 ribu, dan Gayo Lues 33,8 ribu. Para pengungsi menempati tenda darurat, sekolah, atau gedung komunitas yang direnovasi sementara. Kehidupan sehari-hari mereka berubah total: sekolah berhenti, pekerjaan tertunda, dan aktivitas ekonomi lumpuh.

Kerusakan Rumah dan Fasilitas Publik

BNPB mencatat 157.838 rumah mengalami kerusakan akibat banjir. Dari jumlah tersebut, 47.165 rumah rusak berat, 33.276 rusak sedang, dan 77.397 rusak ringan.

Ini Belum Selesai

Sekolah Rakyat di Kupang: Jalan Baru Anak Miskin Keluar dari Batas Pendidikan?

MBG Bisa Ditolak, Prabowo Persilakan Anak Orang Kaya Mundur

Fasilitas publik juga terdampak parah: 200 fasilitas kesehatan, 875 sekolah, 806 rumah ibadah, 291 gedung perkantoran, dan 734 jembatan mengalami kerusakan. Infrastruktur yang hancur memperlambat distribusi bantuan serta menghambat pemulihan ekonomi lokal.

Siapa Paling Terdampak?

Kelompok paling terpukul adalah warga miskin dan komunitas pedesaan di dataran rendah atau tepi sungai. Rumah mereka mudah terendam, harta benda sulit diselamatkan, dan akses ke bantuan terbatas. Anak-anak kehilangan sekolah, orang tua kehilangan mata pencaharian, dan lansia menghadapi risiko kesehatan tinggi.

Dampak Sosial dan Ekonomi

Bencana ini tidak hanya membawa duka kemanusiaan, tetapi juga memperlihatkan kelemahan sistem tanggap darurat di wilayah rawan. Infrastruktur rapuh, pemukiman dekat sungai, dan akses terbatas ke fasilitas publik membuat masyarakat rentan. Pasar dan pertanian rusak, suplai pangan terganggu, dan banyak warga kehilangan pekerjaan sementara.

Refleksi Akhir Tahun

Seiring berjalannya waktu, jumlah korban bertambah sedikit demi sedikit, tetapi trauma kolektif dan kerusakan fisik tetap bertahan lama. Banjir ini mengingatkan kita bahwa bencana bukan sekadar angka di laporan, tapi kisah nyata tentang kehilangan, ketahanan, dan solidaritas. @dimas

Pertanyaannya: sudahkah kita belajar dari bencana sebelumnya, atau masih menunggu musibah berikutnya sebelum bertindak?

Tags: Abdul MuhariAcehbanjirBanjir SumateraBencana AlamBNPBDaruratEkonomi IndonesiaInfrastrukturKemanusiaankorbanmasyarakatpengungsiSolidaritas

Kamu Melewatkan Ini

Rupiah Anjlok ke Rp 17.500 per Dolar AS, Investor Mulai Kehilangan Kepercayaan

Rupiah Anjlok ke Rp 17.500 per Dolar AS, Investor Mulai Kehilangan Kepercayaan

by dimas
Mei 12, 2026

Rupiah anjlok menyentuh angka Rp 17.500 per dolar AS. Tekanan global dan turunnya kepercayaan investor disebut jadi penyebab utama. Di...

Ketika Pembangunan Terlihat Megah, Tapi Rakyat Tetap Gelisah

Ketika Pembangunan Terlihat Megah, Tapi Rakyat Tetap Gelisah

by dimas
Mei 11, 2026

Pembangunan tampak megah lewat angka pertumbuhan, gedung tinggi, dan proyek infrastruktur besar yang terus dipamerkan. Namun bagi banyak orang, kemajuan...

Kenapa Kota di Indonesia Makin Gampang Tenggelam?

Kenapa Kota di Indonesia Makin Gampang Tenggelam?

by Waras
Mei 11, 2026

Dulu banjir datang setahun sekali. Sekarang, banyak kota di Indonesia terasa seperti tinggal menunggu giliran tenggelam. Hujan memang makin ekstrem....

Next Post
Konsep Otomatis

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Rem Euforia Tahun Baru

Pilihan Tabooo

Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Peristiwa Yesus Naik Ke Surga: Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Mei 10, 2026

Realita Hari Ini

MPR RI Nonaktifkan Juri dan MC LCC Kalbar Usai Polemik Jawaban DPD Viral

MPR RI Nonaktifkan Juri dan MC LCC Kalbar Usai Polemik Jawaban DPD Viral

Mei 12, 2026

Rupiah Anjlok ke Rp 17.500 per Dolar AS, Investor Mulai Kehilangan Kepercayaan

Mei 12, 2026

Kuota Tanpa Batas? Nyaman Buat Kamu, Tapi Jaringan Bisa Kewalahan

Mei 8, 2026

Sekolah Rakyat di Kupang: Jalan Baru Anak Miskin Keluar dari Batas Pendidikan?

Mei 12, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Figures

© 2026 Tabooo.id