Jumat, Mei 15, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

ASEAN Para Games 2025 Dibuka di Thailand, Tegaskan Kesetaraan Atlet Disabilitas

by dimas
Januari 21, 2026
in Global, Reality
A A
Home Reality Global
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Global – Thailand resmi membuka ASEAN Para Games 2025 pada Selasa (20/1/2026) malam di 80th Birthday Anniversary Stadium, Nakhon Ratchasima. Api obor yang menyala di tengah stadion menandai dimulainya pesta olahraga disabilitas terbesar di Asia Tenggara.

Empat atlet tuan rumah secara bergantian membawa obor mengelilingi kontingen peserta yang memenuhi arena. Dengan langkah mantap, mereka menyatukan simbol perjuangan, harapan, dan kompetisi dalam satu prosesi. Aksi tersebut langsung membangun suasana emosional sekaligus menegaskan semangat persatuan antarnegara ASEAN.

Sebelum prosesi penyalaan obor, panitia menghadirkan rangkaian pertunjukan pembuka. Musik, tarian tradisional, parade kontingen, dan kembang api silih berganti mengisi stadion. Ribuan penonton menyambut setiap rangkaian acara dengan sorak dan tepuk tangan panjang.

Thailand Tekankan Pesan “Create Pride Together”

Melalui ASEAN Para Games edisi ke-13 ini, Thailand menempatkan nilai kesetaraan sebagai pesan utama. Panitia mengusung motto “Create Pride Together” untuk menegaskan arah penyelenggaraan.

Motto tersebut menyampaikan pesan bahwa olahraga disabilitas tidak hanya soal persaingan, tetapi juga tentang membangun kebanggaan kolektif. Thailand mendorong seluruh atlet, ofisial, dan masyarakat untuk merayakan keberagaman kemampuan dalam satu panggung yang setara.

Ini Belum Selesai

Jurnalis Kalteng Diteror Usai Ajakan Nobar “Pesta Babi”, Diancam Disiram Air Keras

Disekap dan Diperkosa: Ironi Mahasiswi Makassar Saat Mencari Pekerjaan

Selain itu, konsep pembukaan sengaja menempatkan atlet sebagai pusat perayaan. Panitia menghindari seremoni simbolik berlebihan dan memilih menonjolkan kehadiran atlet sebagai subjek utama ajang ini.

Raja Thailand Sampaikan Harapan Persahabatan ASEAN

Dalam pidato kerajaan pada pembukaan, Raja Thailand Maha Vajiralongkorn menyapa seluruh kontingen negara peserta. Ia menyampaikan harapan agar ASEAN Para Games mampu mempererat persahabatan antarnegara sekaligus menanamkan nilai sportivitas.

Usai menyampaikan sambutan, Raja yang dikenal dengan sebutan Rama X secara langsung membuka ASEAN Para Games ke-13. Tepuk tangan penonton menggema di stadion, lalu pertunjukan kembang api menutup rangkaian seremoni pembukaan.

Nakhon Ratchasima Jadi Sentral Kompetisi

ASEAN Para Games 2025 berlangsung pada 20-26 Januari 2026 dengan Provinsi Nakhon Ratchasima sebagai pusat kegiatan. Kota ini menampung upacara pembukaan, penutupan, serta sebagian besar pertandingan.

Sementara itu, panitia menggelar cabang Tenpin Bowling di Kota Bangkok. Panitia memilih skema ini untuk memaksimalkan fasilitas dan menjaga kualitas pertandingan.

ASEAN Para Sports Federation (APSF) menaungi ajang ini. Sesuai kebijakan federasi, negara tuan rumah SEA Games juga mengemban tanggung jawab sebagai penyelenggara ASEAN Para Games pada periode yang sama.

1.700 Atlet Bersaing di 19 Cabang Olahraga

ASEAN Para Games 2025 mempertandingkan 493 medali emas. Sebelas negara ambil bagian, yaitu Thailand, Indonesia, Brunei Darussalam, Malaysia, Singapura, Timor Leste, Filipina, Kamboja, Vietnam, Laos, dan Myanmar.

Sebanyak 1.700 atlet turun di 19 cabang olahraga serta dua cabang ekshibisi. Jumlah tersebut mencerminkan meningkatnya partisipasi atlet disabilitas sekaligus tumbuhnya perhatian kawasan terhadap olahraga inklusif.

Indonesia Kirim 290 Atlet

Indonesia mengirim 290 atlet untuk bertanding di 18 cabang olahraga. Para atlet tersebut berlaga di antaranya pada para atletik, para bulu tangkis, para tenis meja, boccia, sepak bola cerebral palsy (CP), dan bola basket kursi roda.

Kontingen Indonesia membawa misi ganda. Selain memburu prestasi, para atlet juga mengusung pesan tentang hak, pengakuan, dan kesetaraan bagi penyandang disabilitas di Tanah Air.

Lebih dari Ajang Perebutan Medali

ASEAN Para Games melampaui sekadar perhitungan klasemen dan podium. Ajang ini membuka ruang bagi atlet disabilitas untuk tampil setara, terlihat, dan dihargai di hadapan publik regional.

Bagi masyarakat, perhelatan ini kembali menegaskan bahwa prestasi tidak mengenal batas fisik. Tantangan sesungguhnya kini bergeser ke luar stadion apakah semangat kesetaraan ini hanya berhenti di arena pertandingan, atau benar-benar hidup dalam kebijakan publik dan sikap sehari-hari. @dimas

Tags: ASEANDisabilitasKesetaraanNasionalSports

Kamu Melewatkan Ini

Kenapa Kota Kita Makin Penuh Coffee Shop Tapi Miskin Ruang Dialog?

Kenapa Kota Kita Makin Penuh Coffee Shop Tapi Miskin Ruang Dialog?

by jeje
Mei 13, 2026

Di banyak kota, aroma kopi kini terasa lebih mudah ditemukan di coffee Shop daripada ruang bicara yang jujur. Sudut jalan...

Profil Dandhy Laksono: Jurnalis yang Memilih Bertanya Saat Banyak Orang Diam

Profil Dandhy Laksono: Jurnalis yang Memilih Bertanya Saat Banyak Orang Diam

by jeje
Mei 12, 2026

Dandhy Laksono kembali jadi sorotan. Bukan karena kontroversi biasa, tetapi karena film dokumenternya, Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita, memicu rasa...

Negara Bicara Pertumbuhan, Warung Kecil Bicara Cara Bertahan

Saat Negara Bicara Pertumbuhan, Warung Kecil Belum Selesai Bertahan

by jeje
Mei 9, 2026

Di tengah harga pangan yang terus naik, pedagang kecil mulai menghadapi dilema paling melelahkan: menaikkan harga jual dan kehilangan pelanggan,...

Next Post
Black Box Pesawat ATR 42-500 Ditemukan di Gunung Bulusaraung

Black Box Pesawat ATR 42-500 Ditemukan di Gunung Bulusaraung

Pilihan Tabooo

Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Peristiwa Yesus Naik Ke Surga: Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Mei 10, 2026

Realita Hari Ini

Sepatu Kekecilan Itu Membunuh? Tragedi Siswa SMK Samarinda Bikin Publik Tersentak

“Sepatu Kekecilan” dan Tragedi Siswa SMK Samarinda yang Mengguncang Publik

Mei 15, 2026

Judol Memburu Anak-anak: 80 Ribu Bocah di Bawah 10 Tahun Terpapar

Mei 15, 2026

Disekap dan Diperkosa: Ironi Mahasiswi Makassar Saat Mencari Pekerjaan

Mei 15, 2026

Pemerintah Tak Melarang Pesta Babi, Tapi Mengapa Nobar Mahasiswa Tetap Dihentikan?

Mei 14, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Figures

© 2026 Tabooo.id