Kamis, Agustus 27, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

AMPB dan Ojol Tolak Bubar, Malam Jelang Aksi Memanas di DPR

by dimas
Agustus 27, 2026
in Edge
A A
Home Edge
Share on Facebook
Share on Twitter
AMPB dan pengemudi ojol bertahan di depan DPR meski polisi meminta bubar. Malam jelang aksi 27 Agustus pun memanas.

Tabooo.id – Malam belum berakhir ketika sebagian massa mulai meninggalkan kawasan Gedung DPR RI. Namun, ratusan anggota Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) dan pengemudi ojek online memilih tetap bertahan di depan gedung parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (26/8/2026).

Mereka datang untuk mempersiapkan aksi demonstrasi pada Kamis (27/8/2026). Polisi meminta massa membubarkan diri setelah batas waktu penyampaian pendapat berakhir pada pukul 18.00 WIB.

Namun, sebagian massa menolak meninggalkan lokasi. Hingga sekitar pukul 21.35 WIB, mereka masih bertahan di depan Gedung DPR RI.

Kepolisian mulai melakukan upaya pembubaran sekitar pukul 18.35 WIB. Sebagian pengemudi ojol kemudian memilih meninggalkan lokasi.

Sebagian lainnya tetap bertahan.

Ini Belum Selesai

BEM Semarang Dihadang Polisi, Jalan Menuju Tugu Muda Memanas

Sibuk Cari Penunggang, Lupa Dengar Tuntutan

Polisi Minta Massa Tinggalkan Lokasi

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Reynold E.P Hutagalung bersama Kapolsek Metro Tanah Abang AKBP Dhimas Prasetyo turun langsung menangani situasi.

Polisi meminta massa mengakhiri aktivitas karena waktu penyampaian pendapat telah melewati batas.

Dhimas menyampaikan imbauan melalui pengeras suara.

“Kami menghormati rekan-rekan yang menggelar aksi dengan damai, tapi kami menyoroti adanya potensi keamanan di sini jadi sebaiknya membubarkan diri.”

Polisi menilai kerumunan yang bertahan hingga malam dapat meningkatkan potensi gangguan keamanan.

Massa memiliki alasan berbeda.

Mereka ingin menjaga bantuan logistik yang masyarakat kumpulkan di sisi kanan pagar utama DPR, tepat di Jalan Gatot Subroto.

Logistik Menahan Massa Tetap di DPR

Bantuan masyarakat menjadi salah satu alasan utama massa bertahan.

Mereka tidak ingin meninggalkan logistik yang telah terkumpul untuk mendukung aksi 27 Agustus. Sebagian massa kemudian mengambil peran untuk menjaga dan mengawasi bantuan tersebut.

Mereka juga memiliki kepentingan lain.

Massa ingin bermalam di sekitar Gedung DPR untuk mempersiapkan aksi pada Kamis.

Keputusan itu membuat persoalan berubah.

Yang semula terlihat sebagai pembubaran massa setelah batas waktu aksi, berkembang menjadi tarik-menarik mengenai hak untuk bertahan di ruang publik.

Polisi meminta mereka pulang.

Massa meminta kesempatan untuk menjaga logistik sekaligus mempersiapkan aksi.

Persiapan Aksi Bertemu Kontrol Keamanan

Salah satu massa menyampaikan kekhawatiran bahwa pembubaran akan mengganggu persiapan demonstrasi Kamis.

Kekhawatiran itu berhadapan dengan pertimbangan kepolisian mengenai keamanan.

Bagi massa, bertahan berarti memastikan aksi berikutnya berjalan tanpa kehilangan persiapan.

Bagi polisi, membubarkan massa berarti mencegah kerumunan berkembang menjadi persoalan keamanan baru.

Dua kepentingan itu bertemu di depan pagar DPR.

Tidak ada pihak yang langsung mengalah.

Malam Sebelum Demonstrasi

Rabu malam akhirnya menjadi lebih dari sekadar malam menjelang demonstrasi.

Massa membawa logistik, solidaritas, dan agenda untuk aksi berikutnya. Polisi menghadapi kerumunan yang ingin mempertahankan posisi hingga malam.

Situasi tersebut memperlihatkan bagaimana demonstrasi tidak selalu dimulai ketika massa meneriakkan tuntutan.

Persiapannya bisa berlangsung jauh sebelumnya.

Logistik harus tersedia. Massa harus berkumpul. Informasi harus bergerak. Ruang juga harus dipertahankan.

Karena itu, perebutan ruang di depan DPR pada malam tersebut memiliki arti lebih besar daripada sekadar persoalan pembubaran.

Ketika Ruang Publik Menjadi Medan Tarik-Menarik

Massa menganggap bertahan sebagai bagian dari persiapan memperjuangkan tuntutan.

Polisi memandang pembubaran sebagai bagian dari tanggung jawab menjaga keamanan setelah batas waktu penyampaian pendapat berakhir.

Kedua perspektif itu bertemu di satu tempat.

Depan Gedung DPR RI.

Di sana, pagar bukan hanya pembatas fisik. Pagar menjadi garis yang memisahkan dua kepentingan: massa yang ingin mempertahankan ruang untuk bersiap dan aparat yang ingin mengendalikan risiko keamanan.

Ini bukan sekadar soal massa yang menolak pulang. Ini tentang siapa yang menentukan kapan ruang publik harus dikosongkan dan kapan ruang itu masih diperlukan untuk menyusun perlawanan.

Rabu malam menjadi ruang tunggu bagi aksi Kamis.

Massa menunggu hari demonstrasi.

Polisi menunggu massa meninggalkan lokasi.

Sementara itu, ketegangan tetap menggantung di depan Gedung DPR.

Dan ketika pagi datang, pertanyaan yang tersisa bukan lagi apakah massa akan datang. Mereka sudah berada di sana sejak malam. Pertanyaannya: seberapa besar tekanan yang akan mereka bawa ketika aksi benar-benar dimulai? @dimas

Tags: Aksi 27 AgustusAliansi Masyarakat Pati BersatuDemonstrasi DPROjolRuang Sipil

Kamu Melewatkan Ini

Polisi Tangkap Sejumlah Orang, Kerusuhan Bayangi Demo DPR

Polisi Tangkap Sejumlah Orang, Kerusuhan Bayangi Demo DPR

by dimas
Agustus 27, 2026

Polisi menangkap sejumlah orang jelang demo DPR, Kamis (27/8/2026). Pemerintah mewaspadai potensi kerusuhan dan penyusup dalam aksi. Tabooo.id: Jakarta -...

BEM Semarang Dihadang Polisi, Jalan Menuju Tugu Muda Memanas

BEM Semarang Dihadang Polisi, Jalan Menuju Tugu Muda Memanas

by dimas
Agustus 26, 2026

Massa BEM Semarang dihadang polisi saat menuju Tugu Muda. Aksi “Menuju Pembebasan Nasional” membawa tuntutan harga BBM, MBG, KDMP, dan...

Massa AMPB Bertahan di DPR, Logistik Jadi Medan Negosiasi

Massa AMPB Bertahan di DPR, Logistik Jadi Medan Negosiasi

by dimas
Agustus 26, 2026

Massa AMPB bertahan di depan DPR jelang aksi 27 Agustus. Ratusan dus logistik memicu negosiasi dengan polisi soal penataan dan...

Next Post
Polisi Tangkap Sejumlah Orang, Kerusuhan Bayangi Demo DPR

Polisi Tangkap Sejumlah Orang, Kerusuhan Bayangi Demo DPR

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id