Selasa, Oktober 20, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Akhir Tragis Eks Kapolres Bima Kota, Dipecat karena Narkoba

by dimas
Februari 19, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Kepolisian Republik Indonesia akhirnya menjatuhkan hukuman paling berat kepada eks Kapolres Bima Kota, AKBP Didik Putra Kuncoro. Melalui sidang Komisi Kode Etik Polri (KKEP) yang digelar Kamis, (19/2/2026), institusi tersebut memutuskan memberhentikan Didik secara tidak hormat atau PTDH. Keputusan itu tidak hanya mengakhiri jabatannya, tetapi juga menutup kariernya sebagai anggota Polri.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko, menyatakan komisi etik telah menyimpulkan bahwa Didik melakukan perbuatan tercela. Sidang yang dipimpin Wakil Inspektur Pengawasan Umum Irjen Merdisyam itu memeriksa dugaan pelanggaran serius terkait penyalahgunaan narkotika dan perilaku menyimpang lainnya.

Selain pemecatan, komisi etik juga menjatuhkan sanksi penempatan khusus selama tujuh hari. Namun, sanksi itu hanya menjadi pelengkap dari keputusan utama mengeluarkan Didik dari institusi yang selama ini ia wakili.

Terungkap dari Aliran Narkoba dan Uang Haram

Fakta yang terungkap dalam sidang etik semakin memperjelas kejatuhan Didik. Komisi menemukan bahwa ia menerima uang dan narkotika dari mantan Kasat Reserse Narkoba Polres Bima Kota, AKP Malaungi. Malaungi sendiri telah lebih dulu menjalani proses hukum.

Menurut keterangan Polri, uang dan barang haram tersebut berasal dari bandar narkotika yang beroperasi di wilayah Bima Kota. Temuan ini memperlihatkan rantai relasi berbahaya antara aparat penegak hukum dan jaringan kejahatan yang seharusnya mereka berantas.

Ini Belum Selesai

Kapolda Sulsel Usul Arena Tawuran 10 Lawan 10, Polisi Bidik Produsen Busur

BBM Belum Normal, ASN Jember WFH: Siapa Menjamin Layanan Publik Tetap Jalan?

Kasus ini bukan sekadar pelanggaran disiplin. Kasus ini menunjukkan ironi paling telanjang seorang perwira yang seharusnya memimpin perang melawan narkoba justru terseret ke dalam pusaran bisnis terlarang itu sendiri.

Koper Narkoba yang Mengakhiri Segalanya

Karier Didik mulai runtuh saat penyidik menemukan koper berisi narkotika di sebuah rumah di Tangerang, Banten. Koper itu berisi berbagai jenis barang terlarang, mulai dari 16,3 gram narkotika, puluhan butir ekstasi, alprazolam, happy five, hingga ketamin.

Temuan tersebut langsung mengubah status Didik dari perwira aktif menjadi tersangka. Penyidik menjeratnya dengan berbagai pasal pidana terkait narkotika dan psikotropika, termasuk ketentuan dalam KUHP dan undang-undang psikotropika.

Barang bukti itu tidak hanya menjadi dasar hukum. Barang bukti itu juga menjadi simbol runtuhnya kredibilitas seorang perwira menengah Polri.

Ujian Kepercayaan Publik terhadap Polri

Kasus ini datang pada saat Polri berusaha memperbaiki citra dan memperkuat kepercayaan publik. Karena itu, pimpinan institusi bergerak cepat.

Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Johnny Eddizon Isir, menegaskan bahwa Polri tidak akan mentoleransi penyalahgunaan narkotika, termasuk yang dilakukan oleh anggota sendiri. Ia menekankan bahwa narkotika merupakan kejahatan luar biasa yang harus dilawan tanpa kompromi.

Pernyataan itu menjadi pesan penting, bukan hanya untuk publik, tetapi juga untuk internal kepolisian. Institusi tersebut ingin menunjukkan bahwa tidak ada kekebalan hukum, bahkan bagi seorang Kapolres.

Namun, bagi masyarakat, kasus ini meninggalkan pertanyaan yang lebih dalam. Jika seorang Kapolres saja bisa terseret narkoba, publik tentu bertanya: siapa lagi yang sebenarnya sedang mengawasi para pengawas?

Dan pada akhirnya, pemecatan ini mungkin menyelamatkan nama institusi tetapi kepercayaan, sekali retak, tidak pernah benar-benar kembali utuh. @dimas

Tags: Didik Putra KuncoroInstitusiKapolres BimaKasusKepercayaanKriminalKriminal & HukumnarkobaOknumPenegakanPolisiPolriPTDHReformasiSidang Etik

Kamu Melewatkan Ini

Siswa SD Pemalang Meninggal, Dugaan Bullying Berujung Autopsi

Siswa SD Pemalang Meninggal, Dugaan Bullying Berujung Autopsi

by dimas
Oktober 7, 2026

Siswa SD Pemalang meninggal setelah mengalami sakit perut. Keluarga menduga bullying, sementara polisi melakukan autopsi untuk mengungkap penyebab kematian. Tabooo.id:...

Polisi Bersama Masyarakat, Mampukah Slogan Jadi Budaya?

Polisi Bersama Masyarakat, Mampukah Slogan Jadi Budaya?

by dimas
Oktober 6, 2026

Polri memperkenalkan tagline “Polisi Bersama Masyarakat” di bawah Kapolri Suyudi Ario Seto. Mampukah slogan itu berubah menjadi budaya pelayanan? Tabooo.id...

Reshuffle Prabowo: Peta Kekuasaan Bergeser, Dari Istana hingga Polri

Reshuffle Prabowo: Peta Kekuasaan Bergeser, Dari Istana hingga Polri

by dimas
Oktober 1, 2026

Reshuffle Prabowo mengubah sejumlah posisi strategis, dari Istana, kementerian, hingga Polri, dengan 18 pejabat baru untuk sisa masa pemerintahan 2024-2029....

Next Post
Cek Fakta: Klaim Dana Rp 40 Juta dari Gibran Ternyata Rekayasa AI

Cek Fakta: Klaim Dana Rp 40 Juta dari Gibran Ternyata Rekayasa AI

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id