Sabtu, Mei 16, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Akhir Tragis Eks Kapolres Bima Kota, Dipecat karena Narkoba

by dimas
Februari 19, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Kepolisian Republik Indonesia akhirnya menjatuhkan hukuman paling berat kepada eks Kapolres Bima Kota, AKBP Didik Putra Kuncoro. Melalui sidang Komisi Kode Etik Polri (KKEP) yang digelar Kamis, (19/2/2026), institusi tersebut memutuskan memberhentikan Didik secara tidak hormat atau PTDH. Keputusan itu tidak hanya mengakhiri jabatannya, tetapi juga menutup kariernya sebagai anggota Polri.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko, menyatakan komisi etik telah menyimpulkan bahwa Didik melakukan perbuatan tercela. Sidang yang dipimpin Wakil Inspektur Pengawasan Umum Irjen Merdisyam itu memeriksa dugaan pelanggaran serius terkait penyalahgunaan narkotika dan perilaku menyimpang lainnya.

Selain pemecatan, komisi etik juga menjatuhkan sanksi penempatan khusus selama tujuh hari. Namun, sanksi itu hanya menjadi pelengkap dari keputusan utama mengeluarkan Didik dari institusi yang selama ini ia wakili.

Terungkap dari Aliran Narkoba dan Uang Haram

Fakta yang terungkap dalam sidang etik semakin memperjelas kejatuhan Didik. Komisi menemukan bahwa ia menerima uang dan narkotika dari mantan Kasat Reserse Narkoba Polres Bima Kota, AKP Malaungi. Malaungi sendiri telah lebih dulu menjalani proses hukum.

Menurut keterangan Polri, uang dan barang haram tersebut berasal dari bandar narkotika yang beroperasi di wilayah Bima Kota. Temuan ini memperlihatkan rantai relasi berbahaya antara aparat penegak hukum dan jaringan kejahatan yang seharusnya mereka berantas.

Ini Belum Selesai

Jurnalis Kalteng Diteror Usai Ajakan Nobar “Pesta Babi”, Diancam Disiram Air Keras

Disekap dan Diperkosa: Ironi Mahasiswi Makassar Saat Mencari Pekerjaan

Kasus ini bukan sekadar pelanggaran disiplin. Kasus ini menunjukkan ironi paling telanjang seorang perwira yang seharusnya memimpin perang melawan narkoba justru terseret ke dalam pusaran bisnis terlarang itu sendiri.

Koper Narkoba yang Mengakhiri Segalanya

Karier Didik mulai runtuh saat penyidik menemukan koper berisi narkotika di sebuah rumah di Tangerang, Banten. Koper itu berisi berbagai jenis barang terlarang, mulai dari 16,3 gram narkotika, puluhan butir ekstasi, alprazolam, happy five, hingga ketamin.

Temuan tersebut langsung mengubah status Didik dari perwira aktif menjadi tersangka. Penyidik menjeratnya dengan berbagai pasal pidana terkait narkotika dan psikotropika, termasuk ketentuan dalam KUHP dan undang-undang psikotropika.

Barang bukti itu tidak hanya menjadi dasar hukum. Barang bukti itu juga menjadi simbol runtuhnya kredibilitas seorang perwira menengah Polri.

Ujian Kepercayaan Publik terhadap Polri

Kasus ini datang pada saat Polri berusaha memperbaiki citra dan memperkuat kepercayaan publik. Karena itu, pimpinan institusi bergerak cepat.

Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Johnny Eddizon Isir, menegaskan bahwa Polri tidak akan mentoleransi penyalahgunaan narkotika, termasuk yang dilakukan oleh anggota sendiri. Ia menekankan bahwa narkotika merupakan kejahatan luar biasa yang harus dilawan tanpa kompromi.

Pernyataan itu menjadi pesan penting, bukan hanya untuk publik, tetapi juga untuk internal kepolisian. Institusi tersebut ingin menunjukkan bahwa tidak ada kekebalan hukum, bahkan bagi seorang Kapolres.

Namun, bagi masyarakat, kasus ini meninggalkan pertanyaan yang lebih dalam. Jika seorang Kapolres saja bisa terseret narkoba, publik tentu bertanya: siapa lagi yang sebenarnya sedang mengawasi para pengawas?

Dan pada akhirnya, pemecatan ini mungkin menyelamatkan nama institusi tetapi kepercayaan, sekali retak, tidak pernah benar-benar kembali utuh. @dimas

Tags: Didik Putra KuncoroInstitusiKapolres BimaKasusKepercayaanKriminalKriminal & HukumnarkobaOknumPenegakanPolisiPolriPTDHReformasiSidang Etik

Kamu Melewatkan Ini

Hukum Pasca-Reformasi: Dari Pelindung Warga Menjadi Alat Pengatur Kritik

Hukum Pasca-Reformasi: Dari Pelindung Warga Menjadi Alat Pengatur Kritik

by Tabooo
Mei 15, 2026

Reformasi melahirkan banyak instrumen hukum. Namun hukum sering bergerak lambat untuk korban, cepat untuk kritik, dan dingin saat warga berhadapan...

Reformasi: Cara Kekuasaan Belajar Bertahan

Reformasi: Cara Kekuasaan Belajar Bertahan

by Tabooo
Mei 15, 2026

Reformasi dulu datang dengan janji besar, bahwa negara tidak boleh lagi terlalu kuat di hadapan warganya. Namun, lebih dari dua...

Video Bea Cukai: Fakta atau Framing yang Keburu Meledak?

Video Bea Cukai: Fakta atau Framing yang Keburu Meledak?

by teguh
Mei 9, 2026

Video berdurasi 22 detik memicu gelombang opini di media sosial. Dua petugas berseragam Bea Cukai mendatangi Warung Madura pada malam...

Next Post
Cek Fakta: Klaim Dana Rp 40 Juta dari Gibran Ternyata Rekayasa AI

Cek Fakta: Klaim Dana Rp 40 Juta dari Gibran Ternyata Rekayasa AI

Pilihan Tabooo

Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Peristiwa Yesus Naik Ke Surga: Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Mei 10, 2026

Realita Hari Ini

Jurnalis Kalteng Diteror Usai Ajakan Nobar “Pesta Babi”, Diancam Disiram Air Keras

Jurnalis Kalteng Diteror Usai Ajakan Nobar “Pesta Babi”, Diancam Disiram Air Keras

Mei 15, 2026

Disekap dan Diperkosa: Ironi Mahasiswi Makassar Saat Mencari Pekerjaan

Mei 15, 2026

“Sepatu Kekecilan” dan Tragedi Siswa SMK Samarinda yang Mengguncang Publik

Mei 15, 2026

300 Rumah Terendam Saat Warga Tidur: Banjir Lumajang Datang dari Hulu

Mei 15, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Figures

© 2026 Tabooo.id