Selasa, Oktober 20, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Seragam Lengkap, Status Berbeda: Eks Kapolres Bima Hadapi Sidang Etik

by dimas
Februari 19, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Nama AKBP Didik Putra Kuncoro pernah identik dengan jabatan dan kewenangan. Kini, nama itu identik dengan ruang sidang etik. Kamis (19/2/2026) pagi, mantan Kapolres Bima Kota itu melangkah masuk ke Gedung TNCC Mabes Polri, Jakarta Selatan, bukan sebagai penegak hukum melainkan sebagai pihak yang diadili oleh institusinya sendiri.

Ia tiba sekitar pukul 09.41 WIB. Didik mengenakan seragam dinas lengkap, termasuk topi perwira menengah. Penampilan itu terasa kontras. Sebab, statusnya bukan lagi sekadar anggota Polri aktif, tetapi tersangka dalam kasus dugaan penyalahgunaan narkotika.

Sidang Komisi Kode Etik Polri (KKEP) berlangsung tertutup. Publik tidak bisa menyaksikan langsung prosesnya. Namun pesan simboliknya jelas: seorang perwira menengah kini harus mempertanggungjawabkan integritasnya di hadapan lembaga yang dulu ia wakili.

Penegak Hukum Masuk Lingkaran Tuduhan

Kasus ini tidak berhenti pada sidang etik. Penyidik Bareskrim Polri juga memproses Didik secara pidana. Artinya, ia menghadapi dua jalur sekaligus: sanksi etik dan ancaman hukum.

Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol Johnny Eddizon Isir, menegaskan institusinya tidak akan memberi ruang toleransi, bahkan kepada orang dalam sendiri.

Ini Belum Selesai

Kapolda Sulsel Usul Arena Tawuran 10 Lawan 10, Polisi Bidik Produsen Busur

BBM Belum Normal, ASN Jember WFH: Siapa Menjamin Layanan Publik Tetap Jalan?

Ia menyatakan Polri tidak akan memberikan perlakuan istimewa kepada siapa pun yang terlibat narkotika. Ia juga menekankan pimpinan Polri menjamin tidak ada impunitas.

Pernyataan ini penting, tetapi publik sudah sering mendengarnya. Setiap kali aparat terseret narkoba, janji ketegasan selalu muncul. Yang sering dipertanyakan justru konsistensinya.

Kasus ini memperkuat kekhawatiran lama: jaringan narkotika tidak hanya menyasar masyarakat sipil, tetapi juga berpotensi menyusup ke institusi penegak hukum.

Dan ketika itu terjadi, dampaknya jauh lebih dalam daripada sekadar pelanggaran hukum.

Pukulan Telak bagi Kepercayaan Publik

Bagi masyarakat, polisi bukan sekadar profesi. Polisi adalah simbol perlindungan. Karena itu, ketika seorang Kapolres terseret narkoba, yang runtuh bukan hanya karier individu tetapi juga kepercayaan publik.

Kepercayaan adalah fondasi utama penegakan hukum. Tanpa itu, setiap operasi, setiap razia, dan setiap penangkapan akan selalu dipandang dengan kecurigaan.

Masyarakat kecil menjadi pihak yang paling terdampak. Mereka bergantung pada polisi untuk keamanan sehari-hari. Namun kasus seperti ini membuat jarak psikologis semakin lebar.

Bagaimana publik bisa percaya sepenuhnya, jika sebagian penegaknya justru terjerat kasus yang sama dengan para pelaku yang mereka kejar?

Sidang Etik: Ujian Serius atau Sekadar Prosedur?

Sidang KKEP akan menentukan nasib karier Didik. Ia bisa menerima sanksi administratif, pemberhentian tidak dengan hormat, atau konsekuensi etik lainnya.

Namun bagi publik, pertanyaan yang lebih besar bukan hanya soal satu orang.

Pertanyaannya: apakah ini kasus individu, atau gejala masalah yang lebih dalam?

Polri berulang kali menyatakan komitmen bersih dari narkoba. Namun setiap kali seorang perwira tersandung, komitmen itu kembali diuji.

Sidang ini bukan sekadar mengadili seorang mantan Kapolres. Sidang ini mengadili kredibilitas institusi.

Dan di negeri di mana polisi seharusnya menjadi benteng terakhir melawan narkoba, publik kini dipaksa melihat ironi paling pahit ketika benteng itu justru retak dari dalam. @dimas

Tags: KasusKriminal & HukumMabes PolrinarkobaNasionalPenegakanPolriSidang Etiktransparansi

Kamu Melewatkan Ini

Polisi Bersama Masyarakat, Mampukah Slogan Jadi Budaya?

Polisi Bersama Masyarakat, Mampukah Slogan Jadi Budaya?

by dimas
Oktober 6, 2026

Polri memperkenalkan tagline “Polisi Bersama Masyarakat” di bawah Kapolri Suyudi Ario Seto. Mampukah slogan itu berubah menjadi budaya pelayanan? Tabooo.id...

Reshuffle Prabowo: Peta Kekuasaan Bergeser, Dari Istana hingga Polri

Reshuffle Prabowo: Peta Kekuasaan Bergeser, Dari Istana hingga Polri

by dimas
Oktober 1, 2026

Reshuffle Prabowo mengubah sejumlah posisi strategis, dari Istana, kementerian, hingga Polri, dengan 18 pejabat baru untuk sisa masa pemerintahan 2024-2029....

Prabowo Kirim Surpres Ganti Kapolri, Era Listyo Sigit Berakhir

Prabowo Kirim Surpres Ganti Kapolri, Era Listyo Sigit Berakhir

by dimas
Oktober 1, 2026

Prabowo mengirim Surpres ke DPR untuk mengganti Kapolri Listyo Sigit dengan Suyudi Ario Seto. Komisi III DPR segera menggelar uji...

Next Post
Stres Tanggal Tua? Nasi Jotos Madiun Jadi Solusi

Stres Tanggal Tua? Nasi Jotos Madiun Jadi Solusi

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id