• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
Senin, Maret 23, 2026
  • Login
No Result
View All Result
tabooo.id
  • Tabooo
  • News
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Tabooo
  • News
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Life
  • Talk
  • Vibes
No Result
View All Result
tabooo.id
No Result
View All Result
Home Lifestyle Food

Nasi Jemblung, Warisan Raja Solo yang Kembali Populer

Januari 31, 2026
in Food, Lifestyle
A A
Nasi Jemblung, Warisan Raja Solo yang Kembali Populer

Tampilan kuliner warisan raja solo yakni Nasi Jemblung. (Foto: Istimewa)

Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Lifestyle – Pernah nggak kamu lagi scroll media sosial, lalu berhenti karena melihat nasi dengan lubang di tengahnya? Bukan donat nasi. Bukan juga eksperimen dapur anak kos. Itu Nasi Jemblung kuliner klasik asal Solo yang kini mulai mencuri perhatian generasi Z dan Milenial. Lucunya, makanan yang dulu jadi favorit raja sekarang pelan-pelan naik kelas jadi konten Instagram.

Iya, serius. Dari meja bangsawan ke feed medsos.

Kuliner Favorit Pakubuwono X

Nasi Jemblung bukan makanan sembarangan. Konon, hidangan ini menjadi favorit Pakubuwono X, salah satu raja besar Keraton Surakarta Hadiningrat. Sejak awal, Nasi Jemblung sudah membawa status sosial sebagai kuliner elite, bukan menu harian rakyat biasa.

Bentuknya ikonik. Nasi dicetak melingkar dengan lubang di tengah asal mula nama “jemblung”. Lubang itu kemudian diisi bistik atau semur lidah sapi yang dimasak sampai empuk. Aromanya keluar dari campuran pala, cengkeh, dan saus kenari. Rasanya manis dan gurih, khas Jawa, dengan sentuhan Eropa yang samar.

RelatedPosts

ASUS Bawa AI ke Level Baru: Zenbook S14 OLED Bisa “Mikir Sendiri” Tanpa Internet

AI Sekelas “Doktor” Masuk Saku: Gaya Hidup Baru atau Alarm Diam-Diam?

Cara makannya pun punya aturan sendiri. Kamu harus membelah nasi menjadi dua, lalu menyantapnya perlahan sambil menyiram semur dari bagian tengah. Tidak bisa asal suap. Ada ritme, ada etika kecil.

Meski mendapat pengaruh kuliner Belanda, Nasi Jemblung tetap menjaga akar Jawa. Sambal bawang, lalapan mentimun dan tomat, plus kerupuk selalu menemani sajian ini.

Dari Kuliner Keraton ke Tren Anak Kota

Di era berburu hidden gem dan makanan otentik, Nasi Jemblung terasa relevan lagi. Banyak anak muda kini tidak sekadar mencari rasa, tapi juga cerita. Mereka ingin tahu asal-usul makanan, filosofi di baliknya, bahkan siapa yang dulu menikmatinya.

Fenomena ini sejalan dengan tren kebangkitan kuliner tradisional. Gen Z dan Milenial hari ini tidak cuma makan. Mereka ingin terkoneksi dengan masa lalu.

Ada faktor psikologis di balik itu. Di tengah burnout kerja, tekanan sosial, dan hidup serba cepat, banyak orang mencari kenyamanan lewat hal-hal yang berakar. Makanan tradisional memberi rasa aman. Ia menghadirkan nostalgia kolektif, meski kita sendiri tidak hidup di zamannya Pakubuwono X.

Nasi Jemblung pun berubah jadi comfort food bersejarah. Ia tidak cuma mengenyangkan perut, tapi juga memberi sensasi pulang. Ditambah tampilannya yang unik, hidangan ini terasa seperti memang diciptakan untuk kamera.

Lebih dari Sekadar Makan, Ini Soal Identitas

Kebangkitan Nasi Jemblung juga bicara soal identitas. Banyak anak muda kota besar merasa jauh dari akar budaya. Hidup di apartemen, kerja remote, makan serba pesan online. Ketika mereka sengaja mencari makanan tradisional, itu bukan sekadar lapar. Itu usaha kecil untuk menyentuh kembali akar.

Ironisnya, di Solo sendiri Nasi Jemblung belum mudah ditemukan. Biasanya hidangan ini muncul dalam acara adat atau perayaan keagamaan. Beberapa restoran memang masih menyajikannya, tapi jumlahnya terbatas.

Artinya, makanan bersejarah ini justru sering diburu wisatawan, bukan generasi lokal. Padahal, pelestarian budaya tidak cukup lewat museum. Kadang, piring makan bekerja lebih efektif.

Apa Dampaknya Buat Kamu?

Mungkin kamu belum pernah mencicipi Nasi Jemblung. Bisa jadi kamu baru dengar namanya hari ini. Tapi ceritanya relevan untuk siapa pun yang hidup di era serba instan. Bangkitnya kuliner tradisional menunjukkan satu hal: kita sedang mencari makna di tengah rutinitas. Kita rindu koneksi dengan budaya, dengan cerita, dengan sesuatu yang lebih dalam dari sekadar “enak”.

Jadi, lain kali kamu menemukan makanan unik dengan sejarah panjang, coba berhenti sebentar. Nikmati perlahan. Dengarkan kisahnya. Karena bisa jadi, di balik satu porsi nasi, ada perjalanan ratusan tahun yang diam-diam ingin kamu kenal.

Sekarang pertanyaannya buat kamu: di tengah hidup yang makin cepat ini, kapan terakhir kali kamu benar-benar merasakan makananmu bukan cuma memakannya? @eko

Tags: foodKraton Solokuline rajaKulinerMakananNasi Jemblungpakoeboewono xRaja SoloRekomendasi Makananwarisan kuline
Next Post
Jokowi di Rakernas PSI: Saya Akan Bekerja Mati-matian untuk PSI

Jokowi di Rakernas PSI: Saya Akan Bekerja Mati-matian untuk PSI

Recommended

Check Fakta: Supermoon Bikin Gempa?

Check Fakta: Supermoon Bikin Gempa?

6 bulan ago
Surabaya Siaga Bantu Korban Banjir dan Longsor Sumatera

Surabaya Siaga Bantu Korban Banjir dan Longsor Sumatera

4 bulan ago

Popular News

  • SSD Lebih Awet dari HDD? Atau Kita yang Makin Takut Kehilangan Data?

    SSD Lebih Awet dari HDD? Atau Kita yang Makin Takut Kehilangan Data?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kuta Not Crime: Kenapa Muncul di Tembok Poppies?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga Bitcoin Melemah di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Global

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • KPK Buka Peluang Tahanan Rumah, Kasus Yaqut Jadi Sorotan Publik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Trump Beri Ultimatum 48 Jam ke Iran untuk Buka Selat Hormuz

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
PT Tabooo Network Indonesia

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Life
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Talk
  • Vibes

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.