Sabtu, Mei 16, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Ribuan WNI Minta Pulang Usai Sindikat Scam Kamboja Dibubarkan

by dimas
Januari 26, 2026
in Global, Reality
A A
Home Reality Global
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Global – Sebanyak 2.277 warga negara Indonesia (WNI) yang terlibat sindikat penipuan daring mendatangi Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Phnom Penh untuk meminta kepulangan. Laporan masuk ke KBRI antara 16-24 Januari 2026.

“Sejak 16 hingga 24 Januari pukul 23.59, KBRI mencatat 2.277 WNI melapor untuk meminta kepulangan,” ujar Kemenlu, Minggu (25/1/2026). Lonjakan ini muncul saat Pemerintah Kamboja menjalankan operasi besar memberantas kejahatan daring lintas negara.

Operasi membuat sindikat membubarkan diri. Para pekerja melarikan diri dan mencari perlindungan ke perwakilan negara masing-masing, termasuk KBRI Indonesia. Pada 24 Januari, KBRI menerima 122 laporan, menurun dari hari-hari sebelumnya yang mencapai lebih dari 200 laporan per hari.

Koordinasi dan Pendataan WNI

KBRI Phnom Penh bekerja sama dengan kementerian terkait di Indonesia dan otoritas Kamboja untuk mempercepat pendataan, asesmen kasus, dan pemulangan WNI. Tim Kemenlu serta Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan RI sudah berada di Phnom Penh sejak 24 Januari, membantu penerbitan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) bagi WNI tanpa dokumen.

Sebagian WNI tinggal mandiri di guest house dengan pengawasan KBRI. WNI yang membutuhkan penampungan ditempatkan di fasilitas sementara hasil koordinasi dengan Pemerintah Kamboja.

Ini Belum Selesai

Jurnalis Kalteng Diteror Usai Ajakan Nobar “Pesta Babi”, Diancam Disiram Air Keras

Disekap dan Diperkosa: Ironi Mahasiswi Makassar Saat Mencari Pekerjaan

“Fasilitas ini menjaga keamanan WNI sekaligus mempercepat pendataan dan penerbitan dokumen,” tambahnya.

Status WNI: Scammer atau Korban?

Ketegangan muncul soal status WNI yang terlibat. Ketua OJK Mahendra Siregar menegaskan, mereka bukan korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO).

“Mereka scammer, bukan korban. Perbuatan mereka bagian dari operasi penipuan daring yang terorganisasi,” tegas Mahendra.

Anggota Komisi XIII DPR PKB, Mafirion, mengingatkan pemerintah agar tidak menyamaratakan seluruh WNI. Sebagian direkrut melalui penipuan, dipaksa bekerja, disekap, dan hak-haknya dirampas. Mafirion menekankan pentingnya memisahkan korban dan pelaku, serta menegakkan hukum secara adil sesuai UU TPPO, UU ITE, dan UU TPPU.

Diplomasi dan Penegakan Hukum

Mafirion mendorong pembentukan Satuan Tugas Terpadu Berbasis HAM untuk asesmen individual WNI dan menekan Kamboja agar kamp penipuan daring dibongkar. Negara juga harus menindak agen ilegal dan perekrut domestik sebagai pintu awal kejahatan.

“Prinsip HAM tidak boleh menjadi dalih pembiaran. Negara harus hadir tegas, adil, melindungi korban, menghukum pelaku, dan memutus rantai kejahatan sampai ke akarnya,” ujarnya, menekankan kewajiban Indonesia pada protokol internasional, termasuk Palermo Protocol dan ICCPR.

Dampak bagi Masyarakat dan Negara

Kasus ini berdampak langsung pada masyarakat lokal dan reputasi Indonesia di dunia internasional. Kegagalan menindak WNI scammer membuka celah eksploitasi dan merusak kepercayaan publik, baik domestik maupun global.

Kepulangan ribuan WNI bukan sekadar drama kemanusiaan. Kasus ini menyoroti kompleksitas antara hak individu, penegakan hukum, dan kewajiban negara di ranah transnasional. Menyelamatkan warga dari luar negeri ternyata tidak selalu sama dengan menjaga martabat bangsa. @dimas

Tags: DaringHAMkambojaKriminal & HukumkriminalitasNasionalPemulanganPenipuanScammer

Kamu Melewatkan Ini

Kenapa Kota Kita Makin Penuh Coffee Shop Tapi Miskin Ruang Dialog?

Kenapa Kota Kita Makin Penuh Coffee Shop Tapi Miskin Ruang Dialog?

by jeje
Mei 13, 2026

Di banyak kota, aroma kopi kini terasa lebih mudah ditemukan di coffee Shop daripada ruang bicara yang jujur. Sudut jalan...

Profil Dandhy Laksono: Jurnalis yang Memilih Bertanya Saat Banyak Orang Diam

Profil Dandhy Laksono: Jurnalis yang Memilih Bertanya Saat Banyak Orang Diam

by jeje
Mei 12, 2026

Dandhy Laksono kembali jadi sorotan. Bukan karena kontroversi biasa, tetapi karena film dokumenternya, Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita, memicu rasa...

Negara Bicara Pertumbuhan, Warung Kecil Bicara Cara Bertahan

Saat Negara Bicara Pertumbuhan, Warung Kecil Belum Selesai Bertahan

by jeje
Mei 9, 2026

Di tengah harga pangan yang terus naik, pedagang kecil mulai menghadapi dilema paling melelahkan: menaikkan harga jual dan kehilangan pelanggan,...

Next Post
Aksi Eksibisionis di Minimarket Sragen, Warga Resah, Polisi Turun Tangan

Pria Paruh Baya Nekat Pamer Kemaluan di Minimarket Sragen

Pilihan Tabooo

Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Peristiwa Yesus Naik Ke Surga: Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Mei 10, 2026

Realita Hari Ini

Jurnalis Kalteng Diteror Usai Ajakan Nobar “Pesta Babi”, Diancam Disiram Air Keras

Jurnalis Kalteng Diteror Usai Ajakan Nobar “Pesta Babi”, Diancam Disiram Air Keras

Mei 15, 2026

Disekap dan Diperkosa: Ironi Mahasiswi Makassar Saat Mencari Pekerjaan

Mei 15, 2026

“Sepatu Kekecilan” dan Tragedi Siswa SMK Samarinda yang Mengguncang Publik

Mei 15, 2026

300 Rumah Terendam Saat Warga Tidur: Banjir Lumajang Datang dari Hulu

Mei 15, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Figures

© 2026 Tabooo.id