Rabu, Juli 29, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Penindakan Scam di Kamboja, 308 WNI Ajukan Pemulangan ke Indonesia

by dimas
Januari 19, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Global – Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Phnom Penh mencatat lonjakan tajam laporan Warga Negara Indonesia (WNI) yang meminta dipulangkan ke tanah air. Sebanyak 308 WNI mendatangi KBRI secara langsung dan mengajukan fasilitas deportasi setelah keluar dari jaringan penipuan daring atau online scam di Kamboja.

Duta Besar RI untuk Kamboja, Santo Darmosumarto, menjelaskan bahwa gelombang kepulangan itu terjadi dalam waktu singkat. Pemerintah Kamboja saat ini menggencarkan operasi pemberantasan sindikat penipuan daring. Instruksi langsung Perdana Menteri Hun Manet memaksa banyak jaringan scam membubarkan diri dan meninggalkan para pekerjanya tanpa kejelasan status.

“Dalam dua hari terakhir, 308 WNI datang langsung ke KBRI setelah keluar dari sindikat penipuan daring,” ujar Santo, dikutip dari Antara, Senin (19/1/2026).

Penindakan Aparat Picu Ledakan Laporan

Sepanjang Januari 2026, KBRI Phnom Penh menerima laporan dari sedikitnya 375 WNI yang keluar dari jaringan scam. Sebanyak 243 orang datang hanya dalam dua hari, yaitu pada 16-17 Januari. Sehari setelahnya, 65 WNI kembali melapor dengan latar belakang serupa.

Lonjakan ini menunjukkan pola berulang. Penindakan aparat memang menekan kejahatan, tetapi sekaligus membuka persoalan baru bagi pekerja migran yang terlanjur terjebak di dalamnya.

Ini Belum Selesai

Haul Ki Ageng Tarub: Perkuat Budaya dan Wisata Religi

OTT Bupati Pemalang, KPK Kembali Bongkar Korupsi Kepala Daerah

Kondisi Aman, Administrasi Bermasalah

Santo menyatakan sebagian besar WNI berada dalam kondisi aman dan sehat. Namun, hampir seluruhnya menghadapi persoalan administratif. Beberapa masih memegang paspor, sementara yang lain kehilangan dokumen karena disita sindikat. Sebagian WNI juga tercatat berstatus overstay, meski ada yang masih memiliki izin tinggal aktif.

“Masalahnya beragam. Ada yang ingin segera pulang, tetapi ada juga yang masih mencoba mencari pekerjaan lain di Kamboja,” tambahnya.

Pilihan terakhir ini menjadi perhatian serius. Risiko eksploitasi dan jeratan kejahatan lintas negara masih sangat tinggi.

Pemulangan Dipercepat, WNI Diimbau Waspada

KBRI Phnom Penh memastikan penanganan ratusan WNI tersebut mengikuti prosedur standar yang selama ini berlaku. Perwakilan RI terus memperkuat koordinasi dengan otoritas Kamboja dan pemerintah Indonesia guna mempercepat proses pemulangan.

Meski begitu, KBRI tetap mengarahkan para WNI untuk pulang ke Indonesia secara mandiri. Santo juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur tawaran kerja bergaji tinggi dengan syarat minim pengalaman, terlebih jika bersinggungan dengan aktivitas ilegal.

Kasus ini kembali memperlihatkan ironi lama. Janji kerja lintas negara kerap berubah menjadi jebakan. Saat sindikat runtuh, para pekerja justru menanggung dampaknya sendirian, di negeri orang. @dimas

Tags: DigitalkambojaKeamanan NegaraKejahatanmigranOnlinepekerjaPerlindunganScam

Kamu Melewatkan Ini

Timnas Indonesia Hadapi Kamboja Malam Ini, Tiga Poin Jadi Harga Mati

Timnas Indonesia Hadapi Kamboja Malam Ini, Tiga Poin Jadi Harga Mati

by teguh
Juli 27, 2026

Timnas Indonesia menghadapi laga yang tidak boleh gagal. Senin (27/07/2026) pukul 20.30 WIB, skuad Garuda akan menjamu Kamboja pada laga...

Wajahmu Kini Jadi Kunci SIM Card

Wajahmu Kini Jadi Kunci SIM Card

by teguh
Juli 23, 2026

Pemerintah mengandalkan registrasi biometrik untuk menutup celah kejahatan digital. Namun ketika wajahmu menjadi syarat mengakses ruang digital, pertanyaan tentang privasi...

Registrasi Biometrik SIM Card Diperketat, Pemerintah Tutup Celah Kejahatan Digital

Registrasi Biometrik SIM Card Diperketat, Pemerintah Tutup Celah Kejahatan Digital

by teguh
Juli 23, 2026

Lebih dari 30 ribu laporan penyalahgunaan nomor seluler mendorong pemerintah memperketat Registrasi Biometrik SIM card. Kini, verifikasi registrasi biometrik SIM...

Next Post
Brimob Polda Aceh: Majelis KKEP Pecat Bripda Rio dengan Sanksi PTDH

Brimob Polda Aceh: Majelis KKEP Pecat Bripda Rio dengan Sanksi PTDH

Madilog Series

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026

Marx Series

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id