Rabu, Juni 10, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Penindakan Scam di Kamboja, 308 WNI Ajukan Pemulangan ke Indonesia

by dimas
Januari 19, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Global – Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Phnom Penh mencatat lonjakan tajam laporan Warga Negara Indonesia (WNI) yang meminta dipulangkan ke tanah air. Sebanyak 308 WNI mendatangi KBRI secara langsung dan mengajukan fasilitas deportasi setelah keluar dari jaringan penipuan daring atau online scam di Kamboja.

Duta Besar RI untuk Kamboja, Santo Darmosumarto, menjelaskan bahwa gelombang kepulangan itu terjadi dalam waktu singkat. Pemerintah Kamboja saat ini menggencarkan operasi pemberantasan sindikat penipuan daring. Instruksi langsung Perdana Menteri Hun Manet memaksa banyak jaringan scam membubarkan diri dan meninggalkan para pekerjanya tanpa kejelasan status.

“Dalam dua hari terakhir, 308 WNI datang langsung ke KBRI setelah keluar dari sindikat penipuan daring,” ujar Santo, dikutip dari Antara, Senin (19/1/2026).

Penindakan Aparat Picu Ledakan Laporan

Sepanjang Januari 2026, KBRI Phnom Penh menerima laporan dari sedikitnya 375 WNI yang keluar dari jaringan scam. Sebanyak 243 orang datang hanya dalam dua hari, yaitu pada 16-17 Januari. Sehari setelahnya, 65 WNI kembali melapor dengan latar belakang serupa.

Lonjakan ini menunjukkan pola berulang. Penindakan aparat memang menekan kejahatan, tetapi sekaligus membuka persoalan baru bagi pekerja migran yang terlanjur terjebak di dalamnya.

Ini Belum Selesai

DPR Sahkan RUU Polri, Pengawasan dan Netralitas Jadi Taruhan

Chatib Basri Dipanggil ke Istana, Apakah Purbaya Akan Diganti?

Kondisi Aman, Administrasi Bermasalah

Santo menyatakan sebagian besar WNI berada dalam kondisi aman dan sehat. Namun, hampir seluruhnya menghadapi persoalan administratif. Beberapa masih memegang paspor, sementara yang lain kehilangan dokumen karena disita sindikat. Sebagian WNI juga tercatat berstatus overstay, meski ada yang masih memiliki izin tinggal aktif.

“Masalahnya beragam. Ada yang ingin segera pulang, tetapi ada juga yang masih mencoba mencari pekerjaan lain di Kamboja,” tambahnya.

Pilihan terakhir ini menjadi perhatian serius. Risiko eksploitasi dan jeratan kejahatan lintas negara masih sangat tinggi.

Pemulangan Dipercepat, WNI Diimbau Waspada

KBRI Phnom Penh memastikan penanganan ratusan WNI tersebut mengikuti prosedur standar yang selama ini berlaku. Perwakilan RI terus memperkuat koordinasi dengan otoritas Kamboja dan pemerintah Indonesia guna mempercepat proses pemulangan.

Meski begitu, KBRI tetap mengarahkan para WNI untuk pulang ke Indonesia secara mandiri. Santo juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur tawaran kerja bergaji tinggi dengan syarat minim pengalaman, terlebih jika bersinggungan dengan aktivitas ilegal.

Kasus ini kembali memperlihatkan ironi lama. Janji kerja lintas negara kerap berubah menjadi jebakan. Saat sindikat runtuh, para pekerja justru menanggung dampaknya sendirian, di negeri orang. @dimas

Tags: DigitalkambojaKeamanan NegaraKejahatanmigranOnlinepekerjaPerlindunganScam

Kamu Melewatkan Ini

UU Polri Baru: Reformasi, Regenerasi, atau Konsolidasi Kekuasaan?

UU Polri Baru: Reformasi, Regenerasi, atau Konsolidasi Kekuasaan?

by Tabooo
Juni 10, 2026

UU Polri baru tidak hanya mengubah batas usia pensiun. Aturan ini juga membuka pertanyaan besar soal regenerasi, kewenangan digital, ruang...

Ketika Waktu Dijual: Siapa yang Sebenarnya Memiliki Hidup Para Pekerja?

Ketika Waktu Dijual: Siapa yang Sebenarnya Memiliki Hidup Para Pekerja?

by teguh
Juni 2, 2026

Lampu minimarket yang biasanya menyala hampir tanpa jeda mendadak padam saat libur nasional 31 Mei hingga 1 Juni 2026 karena...

Dokter Muda Dipaksa Kerja Saat Sakit hingga Meninggal, Di Mana Perlindungan Negara?

Dokter Muda Dipaksa Kerja Saat Sakit hingga Meninggal, Di Mana Perlindungan Negara?

by dimas
Mei 3, 2026

Kematian seorang dokter muda di tengah pengabdian seharusnya tidak menjadi bagian dari cerita sistem kesehatan. Namun ketika laporan menyebut jam...

Next Post
Brimob Polda Aceh: Majelis KKEP Pecat Bripda Rio dengan Sanksi PTDH

Brimob Polda Aceh: Majelis KKEP Pecat Bripda Rio dengan Sanksi PTDH

Madilog Series

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026
Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Mei 27, 2026

Marx Series

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026

Komoditas: Cara Pasar Menyembunyikan Kerja Manusia – Marx Series #1.1

Mei 17, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id