Jumat, Mei 15, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Sanae Takaichi: “Iron Lady 2.0” Siap Pimpin Jepang

by Tabooo
Oktober 4, 2025
in Global, Reality
A A
Home Reality Global
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id – Global: Jepang bersiap menyambut babak baru dalam sejarah politiknya. Sanae Takaichi, 64 tahun, resmi terpilih sebagai pemimpin baru Partai Demokrat Liberal (LDP) pada Sabtu (4/10/2025). Jika disahkan oleh parlemen, ia akan mencatat sejarah sebagai perdana menteri perempuan pertama Jepang.

Dalam pemilihan internal LDP, Takaichi mengalahkan dua pesaingnya: Shinjiro Koizumi, politisi muda berusia 44 tahun yang membawa semangat perubahan generasi, dan Yoshimasa Hayashi, sosok senior berpengalaman namun dinilai kurang karisma. Dengan dominasi LDP di parlemen, jalan Takaichi menuju kursi perdana menteri praktis terbuka lebar.

Namun di balik kemenangan itu, Jepang juga menghadapi turbulensi politik. Takaichi akan menjadi pemimpin kelima dalam lima tahun terakhir, mencerminkan ketidakstabilan yang masih membayangi partai penguasa di tengah inflasi tinggi dan skandal dana politik.

Sebagai politikus konservatif garis keras, Takaichi dikenal lantang dalam isu keamanan dan nasionalisme. Mantan menteri keamanan ekonomi ini vokal mengkritik China dan sering menimbulkan kontroversi karena kunjungannya ke Kuil Yasukuni, simbol masa lalu militerisme Jepang. Meski begitu, kali ini ia terlihat menahan retorika kerasnya demi memperluas dukungan.

Julukan “Iron Lady 2.0” melekat padanya, mengingat gaya kepemimpinan yang tegas dan kekagumannya pada Margaret Thatcher. Namun, banyak pengamat menilai Takaichi tidak sepenuhnya membawa agenda kesetaraan gender.

Ini Belum Selesai

Disekap dan Diperkosa: Ironi Mahasiswi Makassar Saat Mencari Pekerjaan

300 Rumah Terendam Saat Warga Tidur: Banjir Lumajang Datang dari Hulu

“Walaupun terpilihnya dia merupakan langkah maju bagi partisipasi perempuan dalam politik, dia tidak menunjukkan keinginan kuat untuk menantang norma-norma patriarkal,” ujar Sadafumi Kawato, profesor emeritus Universitas Tokyo, dikutip AFP.

Meski dikenal menolak reformasi hukum pernikahan yang membatasi hak perempuan untuk mempertahankan nama keluarga, Takaichi berjanji akan meningkatkan jumlah menteri perempuan hingga “setara dengan negara-negara Nordik.” Janji itu muncul di tengah sorotan global terhadap kesenjangan gender Jepang, yang berada di peringkat ke-118 dari 148 negara versi World Economic Forum 2025.

Secara ekonomi, Takaichi menegaskan akan melanjutkan semangat Abenomics, kebijakan ekonomi mendiang Shinzo Abe yang menjadi mentornya. Ia mendorong pelonggaran moneter dan belanja fiskal besar-besaran, meski ekonom menilai langkah itu bisa mengguncang pasar keuangan.

Selain itu, Takaichi berjanji memperketat aturan terhadap pengaruh ekonomi asing dan tak segan menuntut renegosiasi tarif dagang dengan Amerika Serikat.

“Saya tidak akan ragu mendorong pembicaraan ulang dengan AS jika kesepakatan dianggap merugikan atau tidak adil bagi Jepang,” tegas Takaichi.

Babak baru politik Jepang pun dimulai. Pertanyaannya, apakah “Iron Lady 2.0” ini akan jadi simbol kemajuan atau sekadar wajah baru dari politik lama Jepang? @tabooo

Tags: GlobalInternasionalJepangNewsPolitik Indonesia

Kamu Melewatkan Ini

Orang-Orang di Persimpangan Kiri Jalan: Apa Isi Buku Ini?

Orang-Orang di Persimpangan Kiri Jalan: Apa Isi Buku Ini?

by jeje
Mei 15, 2026

Sejarah Indonesia sering hadir seperti pertandingan yang hasilnya sudah ditentukan sejak awal. Ada pahlawan, ada pengkhianat. Ada pihak benar, ada...

Main Game Saat Rapat DPRD: Human Error atau Bentuk Tidak Hormat ke Publik?

Main Game Saat Rapat DPRD: Human Error atau Bentuk Tidak Hormat ke Publik?

by teguh
Mei 15, 2026

Saat rapat DPRD membahas stunting, kematian ibu, dan layanan kesehatan warga, publik justru melihat video anggota dewan diduga bermain game...

Film, Ketakutan, dan Negara: Kenapa Kritik soal Papua Selalu Jadi Ruang Sensitif?

Film, Ketakutan, dan Negara: Kenapa Kritik soal Papua Selalu Jadi Ruang Sensitif?

by teguh
Mei 15, 2026

Malam itu kampus di Mataram belum benar-benar ramai. Mahasiswa baru menyiapkan layar ketika suasana berubah mendadak. Petugas keamanan mengawasi proyektor,...

Next Post
P Diddy atau Sean "Diddy" Combs

Diddy Divonis Hukuman 4 Tahun Penjara, Akhir Sang Raja Hip-Hop?

Pilihan Tabooo

Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Peristiwa Yesus Naik Ke Surga: Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Mei 10, 2026

Realita Hari Ini

Sepatu Kekecilan Itu Membunuh? Tragedi Siswa SMK Samarinda Bikin Publik Tersentak

“Sepatu Kekecilan” dan Tragedi Siswa SMK Samarinda yang Mengguncang Publik

Mei 15, 2026

Judol Memburu Anak-anak: 80 Ribu Bocah di Bawah 10 Tahun Terpapar

Mei 15, 2026

Disekap dan Diperkosa: Ironi Mahasiswi Makassar Saat Mencari Pekerjaan

Mei 15, 2026

Pemerintah Tak Melarang Pesta Babi, Tapi Mengapa Nobar Mahasiswa Tetap Dihentikan?

Mei 14, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Figures

© 2026 Tabooo.id