Tabooo.id: Regional – Tim SAR gabungan menemukan jenazah Fernando Martin Carreras, pelatih tim B sepak bola wanita Valencia CF, Minggu (4/1/2026) pagi. Penemuan ini menandai hari kesepuluh dan sekaligus hari terakhir operasi pencarian di perairan Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur.
Petugas pertama kali melihat tubuh korban mengapung di permukaan laut. Mereka langsung mengevakuasi jenazah ke Pelabuhan Marina Labuan Bajo. Kabar penemuan itu segera sampai ke posko SAR dan keluarga korban, yang sejak awal menunggu dengan cemas.
“Father is found (Fernando yang ditemukan),” ujar salah satu anggota keluarga dengan suara tertahan di Posko Operasi SAR.
Meski membawa kepastian, kabar ini belum mengakhiri duka. Tim SAR masih mencari dua anak korban yang belum ditemukan, dan hingga batas operasi resmi berakhir, upaya pencarian mereka belum membuahkan hasil.
Operasi Maksimal di Hari Terakhir
Tim SAR mengerahkan seluruh sumber daya yang tersedia pada hari terakhir. Petugas menurunkan lima unit sonar untuk menyisir perairan yang diduga menjadi titik hilangnya korban. Mereka memusatkan pencarian di wilayah berarus kuat, yang selama ini menghambat evakuasi.
Personel gabungan dari Basarnas, TNI, Polri, dan relawan menyisir laut sejak pagi hari. Upaya intensif itu berhasil menemukan satu jenazah, meski tim masih menunggu kabar dua korban lain.
Basarnas Tunda Pernyataan
Hingga jenazah tiba di pelabuhan, Basarnas belum memberikan keterangan resmi. Kepala Kantor Basarnas Maumere sekaligus SAR Mission Coordinator, Fathur Rahman, memilih menunda penjelasan.
“Nanti aja, nanti aja,” jelas dia singkat saat menyambut kedatangan jenazah di Pelabuhan Marina Labuan Bajo.
Meski tanpa keterangan formal, sejumlah personel SAR memastikan ciri-ciri jenazah mengarah pada identitas Fernando Martin Carreras.
Proses Identifikasi di RSUD Labuan Bajo
Setibanya di darat, petugas membawa jenazah ke RSUD Labuan Bajo. Tim medis dan forensik langsung melakukan identifikasi untuk memastikan identitas korban sebelum menyerahkannya kepada keluarga.
Bagi keluarga dan komunitas sepak bola, penemuan ini menjadi momen duka sekaligus kepastian pahit setelah sepuluh hari penuh ketidakpastian.
Sementara operasi SAR resmi berakhir, pertanyaan publik masih menggantung. Dua anak korban tetap hilang, dan perairan Labuan Bajo mengingatkan bahwa di balik pesonanya, laut tetap menyimpan risiko yang tak bisa diprediksi. @dimas




