Sabtu, Agustus 22, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Teror Bom 10 Sekolah Depok Tersangka: Cinta Ditolak, Kota Ikut Panik

by teguh
Desember 27, 2025
in Nasional
A A
Home Reality Nasional
Share on Facebook
Share on Twitter

Ancaman Bom Menyasar 10 Sekolah Sekaligus

Tabooo.id: Nasional – Kota Depok mendadak tegang setelah ancaman bom menghantam 10 sekolah sekaligus. Aksi itu bukan datang dari jaringan teror atau kelompok ekstrem, melainkan dari seorang mahasiswa berusia 23 tahun berinisial HRR.

Polisi menetapkan HRR sebagai tersangka dalam kasus dugaan teror bom yang terjadi pada Selasa (23/12/2025). Kasat Reskrim Polres Metro Depok, Kompol Made Gede Oka Utama, menegaskan bahwa tindakan tersangka memicu kepanikan luas di lingkungan pendidikan.

“Ancaman ini menimbulkan rasa takut dan keresahan di sekolah-sekolah yang menerima email teror,” kata Made, dikutip Jumat (26/12/2025).

Motif Sakit Hati yang Berubah Jadi Teror

Penyelidikan polisi mengungkap motif yang mengejutkan sekaligus ironis. HRR melancarkan teror karena kecewa setelah lamaran keluarganya ditolak oleh mantan kekasihnya, perempuan berinisial K.

Sebelum menyasar sekolah, HRR lebih dulu meneror K secara langsung. Ia bahkan mendatangi kampus korban. Saat emosinya memuncak, HRR memilih langkah ekstrem mengirim ancaman bom ke sekolah-sekolah dengan mengatasnamakan K.

Ini Belum Selesai

11 Desa, 21.171 Jiwa, Bantuan Terbatas: Camat Manggarai Protes

Warga Pati Kepung Senayan, RUU Perampasan Aset Jadi Tuntutan

“Hubungan mereka terjalin pada 2022. Keluarga tersangka sempat melamar, namun pihak perempuan menolak,” ujar Made.

Alih-alih menyelesaikan konflik pribadi, HRR justru menyeret institusi pendidikan ke dalam drama emosionalnya.

Email Teror Sebar Narasi Palsu

HRR menyebarkan ancaman melalui email yang ia kirim langsung ke alamat surel masing-masing sekolah. Kasi Humas Polres Metro Depok, AKP Made Budi, menyebut pelaku sengaja membangun narasi palsu untuk memancing simpati sekaligus kekacauan.

Dalam email itu, pelaku mengaku sebagai “Kamila Hamdi” dan menuding polisi bersikap tidak adil terhadap laporan pemerkosaan fiktif. Ia juga menyelipkan kemarahan terhadap sistem pendidikan di Depok.

Narasi tersebut terbukti bohong. Polisi memastikan HRR merekayasa seluruh cerita demi menekan psikologis korban dan aparat.

Polisi Bergerak, Bom Tak Ditemukan

Begitu ancaman masuk, aparat langsung bergerak cepat. Tim Jibom dan Gegana menyisir seluruh sekolah yang masuk daftar teror.

Hasilnya jelas tidak satu pun bom ditemukan. Seluruh ancaman bersifat palsu, namun dampaknya nyata.

Proses belajar terganggu. Orang tua panik. Siswa dan guru menghadapi ketakutan yang seharusnya tak pernah mereka rasakan.

Daftar Sekolah yang Jadi Sasaran

Ancaman bom menyasar sepuluh sekolah, yakni:

  • SMA Arrahman
  • SMA Al Mawaddah
  • SMAN 4 Depok
  • SMA PGRI 1
  • SMA Bintara Depok
  • Budi Bakti
  • SMA Cakra Buana
  • SMA 7 Sawangan
  • SMA Nururrahman
  • SMAN 6 Depok

Sepuluh institusi pendidikan itu menerima email ancaman dalam waktu berdekatan.

Jerat Hukum Menanti Pelaku

Atas perbuatannya, HRR menghadapi jerat hukum serius. Polisi menjeratnya dengan Pasal 45B jo Pasal 29 UU ITE dengan ancaman maksimal 4 tahun penjara dan/atau denda Rp750 juta.

Selain itu, polisi juga menerapkan Pasal 335 KUHP dan Pasal 336 ayat 2 KUHP, yang membuka peluang hukuman hingga 5 tahun penjara.

Ketika Masalah Pribadi Jadi Masalah Publik

Kasus ini menegaskan satu hal: emosi yang tak terkelola bisa berubah menjadi ancaman bagi banyak orang. HRR mungkin ingin melampiaskan sakit hati, tapi yang ia tinggalkan justru trauma dan ketakutan massal.

Sekolah rugi, siswa terguncang, aparat menghabiskan sumber daya, sementara pelaku harus menanggung konsekuensi hukum.

Ironisnya, semua berawal dari urusan cinta yang gagal. Saat masalah pribadi dibawa ke ruang publik dengan cara destruktif, bukan empati yang datang melainkan borgol dan pasal pidana. @teguh

Tags: CintaDepokEmailKUHPMahasiswaNarasipalsuPanikSekolah

Kamu Melewatkan Ini

Kabar Media Lokal Dilarang Meliput Demo Ramai Dibahas, Apa Faktanya?

Kabar Media Lokal Dilarang Meliput Demo Ramai Dibahas, Apa Faktanya?

by eko
Agustus 7, 2026

Viral klaim pemerintah melarang media lokal meliput demonstrasi jelang HUT ke-81 RI. Penelusuran menunjukkan narasi tersebut tidak benar. Simak fakta...

Wisuda Tak Selalu Tentang Toga, Ada Perjuangan yang Tak Terlihat

Wisuda Tak Selalu Tentang Toga, Ada Perjuangan yang Tak Terlihat

by teguh
Agustus 3, 2026

Setiap musim wisuda, ribuan foto memenuhi media sosial. Toga hitam, bunga, pelukan orang tua, dan senyum lega seolah menjadi penutup...

Kampus Baru Bergerak Setelah Viral. Lalu, Sebelum Itu Siapa Yang Peduli?

Kampus Baru Bergerak Setelah Viral. Lalu, Sebelum Itu Siapa Yang Peduli?

by teguh
Agustus 2, 2026

Disiplin selalu menjadi mata kuliah yang tidak pernah tertulis di KRS. Sejak hari pertama kuliah, mahasiswa belajar menghargai waktu, mematuhi...

Next Post
Jalur Sutra: Jalan Dagang yang Mengubah Dunia

Jalur Sutra: Jalan Dagang yang Mengubah Dunia

Madilog Series

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026

Marx Series

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id