Kamis, Mei 14, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Di Antara Doa dan Rindu, Namamu Ibu

by sigit
Desember 27, 2025
in Deep
A A
Home Deep
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Deep – Prolog ini lahir dari rindu yang tak pernah benar-benar selesai. Pertama-tama, rindu itu tumbuh dari hati seorang anak yang belajar menerima kehilangan, namun tetap menjaga cinta. Selanjutnya, anak itu merangkai kata demi kata, bukan hanya sebagai bahasa, melainkan sebagai doa yang ia kirimkan perlahan ke langit. Di sana, sang ibunda kini beristirahat dengan damai. Di setiap bait, ia menyimpan air mata sementara itu, ia memeluk kenangan dengan sepenuh jiwa. Hingga akhirnya, ia memahami bahwa cinta tak pernah kalah oleh waktu. Oleh karena itu, bagi seorang anak, ibu bukan sekadar masa lalu. Sebaliknya, ia adalah cahaya yang hidup, yang kemudian menuntun setiap langkah hari ini dan akhirnya tinggal abadi dalam perjalanan hidup.

Untuk Ibu, di Antara Doa dan Rindu

Ibu,
namamu kusebut pelan
di antara hela napas dan air mata
yang jatuh diam-diam
saat dunia terasa terlalu sunyi tanpamu.

Dulu,
pelukmu adalah rumah
tempat lelahku pulang
tempat hatiku belajar tenang
meski badai hidup tak pernah berhenti.

Kini,
aku berbicara pada langit
mengirim rindu lewat doa-doa panjang
berharap sampai ke tempatmu
yang katanya penuh cahaya dan damai.

Ibu,
cintamu tak pernah benar-benar pergi
ia hidup di nadiku
di caraku tersenyum,
di caraku bertahan saat hampir menyerah.

Ini Belum Selesai

Anak Muda Melawan Juri: Mengapa Pendidikan Kita Masih Sulit Menerima Kritik?

Reformasi 1998: Luka yang Masih Menunggu Keadilan

Jika rindu ini terlalu berat,
biarlah air mata menjadi bukti
bahwa aku pernah dicintai
dengan cinta paling tulus di dunia.

Tenanglah di sana, Ibu
doaku selalu bersamamu
hingga kelak,
rindu ini tak lagi bernama jarak. (Esp | Surakarta, 22/12/2025).

Tags: Doaibu

Kamu Melewatkan Ini

Geger Cilegon 1888: Saat Doa, Golok, dan Harga Diri Memilih Melawan

Geger Cilegon 1888: Saat Doa, Golok, dan Harga Diri Memilih Melawan

by teguh
April 14, 2026

Tabooo.id: Vibes - Fajar 9 Juli 1888 di Cilegon pecah tanpa aba-aba. Udara membawa bisik doa, langkah kaki cepat, dan...

Kita Baik-Baik Saja, Atau Hanya Terlihat Baik-Baik Saja?

Kita Baik-Baik Saja, Atau Hanya Terlihat Baik-Baik Saja?

by jeje
April 11, 2026

Tabooo.id: Vibes - Sejak kecil, kita mengenal satu hal sederhana. Rumah adalah ibu. Di sana, kita tidak perlu menjelaskan apa...

Pulang Itu Hangat, Tapi Kenapa Kita Takut?

Pulang Itu Hangat, Tapi Kenapa Kita Takut?

by jeje
April 11, 2026

Tabooo.id: Life - Pulang seharusnya terasa hangat. Namun, seiring bertambahnya usia, maknanya perlahan berubah menjadi sesuatu yang justru kita hindari....

Next Post
Konsep Otomatis

Danur: The Last Chapter Resmi Jadi Film Lebaran 2026 Pertama yang Diumumkan

Pilihan Tabooo

Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Peristiwa Yesus Naik Ke Surga: Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Mei 10, 2026

Realita Hari Ini

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Mei 13, 2026

Rapat Stunting atau Waktu Main? DPRD Jember Kini Disorot Publik

Mei 13, 2026

MBG Bisa Ditolak, Prabowo Persilakan Anak Orang Kaya Mundur

Mei 12, 2026

Film Pesta Babi Kembali Dibubarkan, Kini Terjadi di Ternate

Mei 10, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Figures

© 2026 Tabooo.id