Sabtu, Juli 18, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Kita Baik-Baik Saja, Atau Hanya Terlihat Baik-Baik Saja?

by jeje
April 11, 2026
in Vibes
A A
Home Vibes
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Vibes – Sejak kecil, kita mengenal satu hal sederhana. Rumah adalah ibu.

Di sana, kita tidak perlu menjelaskan apa pun. Bahkan tanpa kata, semuanya terasa dimengerti.

Namun, seiring waktu, ada sesuatu yang perlahan bergeser. Bukan tempatnya, bukan juga orangnya.

Sebaliknya, cara kita melihat diri sendiri mulai berubah.

Jarak yang Berubah Bentuk

Awalnya, jarak hanya soal kilometer. Kita bisa mengukurnya, bahkan merencanakannya.

Ini Belum Selesai

Gerwis: Dari Medan Revolusi Menuju Perjuangan Kesetaraan

Peristiwa Madiun 1948: Sejarah yang Belum Selesai

Akan tetapi, semakin dewasa, jarak itu tidak lagi terlihat. Ia berubah menjadi perasaan yang sulit dijelaskan.

Rasa ragu mulai muncul. Selain itu, perasaan tidak cukup ikut tumbuh.

Karena itu, pulang tidak lagi sekadar perjalanan. Pulang menjadi keputusan yang sering kita tunda.

Kebiasaan yang Tidak Kita Sadari

Tanpa terasa, kita mulai terbiasa menunda.

Ketika ibu bertanya, jawaban yang muncul sering kali “nanti”. Lalu, kita mencari alasan yang terdengar logis.

Di sisi lain, kita juga belajar terlihat baik-baik saja. Kita tertawa, kita bercerita, kita tampak kuat.

Padahal, ada hal-hal yang masih kita simpan sendiri.

Akibatnya, “nanti” yang sederhana berubah menjadi jarak yang semakin panjang.

Pelan, Tapi Mengena

Buku Ada Duka di Bawah Telapak Kaki Ibu terasa seperti lagu yang pelan.

Tidak keras, tidak memaksa. Namun demikian, ia perlahan menetap.

Justru karena kesederhanaannya, cerita di dalamnya terasa dekat. Bahkan, ia seperti memantulkan pengalaman yang pernah kita alami.

Yang Sebenarnya Berubah

Sering kali, kita merasa rumah sudah berbeda.

Padahal, jika dipikir ulang, rumah tetap sama. Ibu tetap menunggu dengan cara yang sama.

Yang berubah justru diri kita sendiri.

Perlahan, muncul keyakinan bahwa kita harus membawa sesuatu saat pulang. Kita merasa perlu menjadi versi yang lebih baik.

Padahal, mungkin yang dibutuhkan hanya keberanian untuk kembali apa adanya.

Refleksi yang Tidak Nyaman

Pada akhirnya, jarak itu bukan tentang rumah.

Lebih jauh lagi, jarak itu berbicara tentang diri kita.

Bagaimana kita menilai diri sendiri. Bagaimana kita memberi syarat untuk merasa cukup.

Dan tanpa disadari, kita menjadi asing bagi diri sendiri.

Penutup: Pulang Itu Keberanian

Pulang tidak selalu membutuhkan perjalanan jauh.

Kadang, pulang hanya membutuhkan keberanian.

Keberanian untuk jujur. Keberanian untuk tidak sempurna. Selain itu, keberanian untuk percaya bahwa kita tetap layak diterima.

Karena rumah tidak pernah pergi.

Namun, keberanian untuk kembali sering kali yang hilang. @jeje

Tags: Gen Zibumental healthOverthinkingPulangRumahtabooo

Kamu Melewatkan Ini

Inheritance Consequence: Satu Tetes Lebih Kuat dari Ledakan

Inheritance Consequence: Satu Tetes Lebih Kuat dari Ledakan

by dimas
Juli 3, 2026

Tabooo Merch Inheritance Consequence mengajak memahami bagaimana satu tindakan kecil dapat menciptakan konsekuensi yang melampaui generasi. Tabooo.id - Alam tidak...

Vape Rasa Buah Terasa Manis, Tapi Kenapa Ribuan Gen Tubuh Ikut Berubah?

Vape Rasa Buah Terasa Manis, Tapi Kenapa Ribuan Gen Tubuh Ikut Berubah?

by teguh
Juni 7, 2026

Mangga, semangka, stroberi, hingga campuran buah tropis membuat vape semakin populer di kalangan anak muda. Banyak pengguna juga meyakini vape...

Pesawat Tempurku: Ketika Gitar Iwan Fals Menembus Langit Kekuasaan

Pesawat Tempurku: Ketika Gitar Iwan Fals Menembus Langit Kekuasaan

by teguh
Juni 2, 2026

"Musik Iwan Fals bukan sekadar hiburan pop. Ia adalah dokumen sosial yang mencatat trauma ketimpangan struktural dan salah satu karya...

Next Post
Dari Aachen ke Istana: Cerita Otak Besar di Balik Bangsa

Dari Aachen ke Istana: Cerita Otak Besar di Balik Bangsa

Madilog Series

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026

Marx Series

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id