Tabooo.id: Global – Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Lisabon mengonfirmasi penemuan dua jenazah yang diduga nelayan Indonesia di wilayah Portugal. Kedua korban merupakan Warga Negara Indonesia (WNI) yang bekerja sebagai awak kapal penangkap ikan Vila de Caminha. Kapal tersebut terbalik setelah gelombang besar menghantamnya saat beroperasi di laut lepas.
Hingga Selasa (23/12/2025), KBRI belum menerima identitas resmi kedua korban dari otoritas Portugal. Melalui pernyataan tertulis, KBRI Lisabon menyebut pihak berwenang setempat masih menjalankan proses administrasi dan identifikasi.
“Otoritas Portugal belum menyampaikan identitas resmi kedua jenazah,” tulis pernyataan resmi KBRI.
Koordinasi Diplomatik dan Proses Identifikasi
KBRI Lisabon kini mengintensifkan koordinasi dengan otoritas Portugal, terutama Polisi Maritim wilayah Caminha. Kedutaan juga membuka jalur komunikasi aktif dengan berbagai instansi terkait guna mempercepat pendalaman informasi serta memastikan proses identifikasi berjalan sesuai prosedur.
Dalam keterangannya, KBRI menegaskan komitmennya untuk terus mengawal proses tersebut. Kedutaan menyiapkan langkah lanjutan, termasuk pemulangan jenazah ke Indonesia, setelah pihak Portugal menyelesaikan identifikasi resmi. Identitas korban menjadi kunci karena akan menentukan proses hukum, administrasi, dan kepastian bagi keluarga di Tanah Air.
Ditemukan di Pesisir Viana do Castelo
Otoritas Maritim Nasional Portugal sebelumnya mengumumkan penemuan dua jenazah nelayan Indonesia pada Minggu (22/12/2025). Tim pencarian menemukan kedua korban di kawasan pesisir distrik Viana do Castelo, sekitar 100 kilometer di utara Kota Porto.
Otoritas setempat meyakini kedua jenazah tersebut berasal dari tiga awak kapal Vila de Caminha yang hilang sejak kapal itu tenggelam pada 14 Desember 2025. Kapal mengalami kecelakaan saat melaut di tengah cuaca ekstrem yang melanda perairan utara Portugal.
Dalam insiden yang sama, dua awak kapal lainnya, termasuk kapten, berhasil selamat. Petugas evakuasi membawa keduanya ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis, sebagaimana dilaporkan kantor berita AFP.
Buruh Laut Indonesia dan Risiko yang Tak Pernah Hilang
Tragedi ini kembali membuka wajah rentan pekerja migran Indonesia di sektor perikanan global. Banyak nelayan Indonesia bekerja di kapal asing dengan perlindungan keselamatan yang terbatas. Mereka menghadapi cuaca ekstrem, jam kerja panjang, dan risiko kecelakaan yang tinggi di laut lepas.
Industri perikanan internasional memperoleh keuntungan dari tenaga kerja yang terampil dan berbiaya rendah. Namun, para pekerja migran sering kali menanggung beban paling berat ketika kecelakaan terjadi, jauh dari keluarga dan negara asal.
Menunggu Kepastian, Menunggu Keadilan
Di Indonesia, keluarga korban masih menanti kepastian identitas dan proses pemulangan jenazah. Negara hadir melalui jalur diplomasi, tetapi peristiwa ini kembali menghidupkan pertanyaan lama tentang perlindungan nyata bagi pekerja migran Indonesia di sektor berisiko tinggi.
Di tengah kapal yang karam dan laut yang bergelora, harapan keluarga korban tetap bertahan agar nyawa para buruh laut Indonesia tidak lagi tenggelam sebagai sekadar catatan statistik dalam laporan kecelakaan internasional. @dimas




