Sabtu, Mei 16, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Mudik Nataru Padat, Angkutan Motor Gratis KAI Belum Diminati

by dimas
Desember 24, 2025
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Arus mudik dan balik libur Natal dan Tahun Baru kembali memadati jalur kereta api. Hingga Selasa (23/12/2025), PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat penjualan tiket telah mencapai 86 persen untuk perjalanan hingga 4 Januari 2026. Tingginya angka ini mencerminkan minat masyarakat yang semakin besar terhadap transportasi massal di tengah libur panjang akhir tahun.

Di tengah lonjakan penumpang itu, satu layanan justru belum banyak tersentuh. Program angkutan motor gratis yang KAI sediakan masih menyisakan kuota besar. Hingga kini, layanan tersebut baru terisi 41 persen, sehingga sekitar 59 persen kuota masih tersedia.

“Untuk program angkutan motor gratis, saat ini keterisiannya masih 41 persen. Artinya, kuota masih cukup banyak,” ujar Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin saat ditemui di Stasiun Pasar Senen, Jakarta.

Penumpang Padat, Motor Masih Sepi

Selama periode Natal dan Tahun Baru, KAI menyiapkan 3,5 juta tempat duduk bagi penumpang. Sebagian besar kursi itu telah terjual kepada masyarakat yang memilih mudik atau berlibur menggunakan kereta api. Banyak penumpang menilai kereta lebih aman, tepat waktu, dan bebas dari kemacetan panjang di jalan raya.

Namun, pemudik belum memanfaatkan layanan angkutan motor gratis secara optimal. Padahal, program ini memungkinkan masyarakat membawa sepeda motor ke kampung halaman tanpa harus mengendarainya langsung di jalur darat.

Ini Belum Selesai

Jurnalis Kalteng Diteror Usai Ajakan Nobar “Pesta Babi”, Diancam Disiram Air Keras

Disekap dan Diperkosa: Ironi Mahasiswi Makassar Saat Mencari Pekerjaan

Situasi ini menunjukkan adanya jarak antara kebijakan dan kebiasaan. Banyak pemudik tetap memilih naik motor karena merasa lebih fleksibel, meski risiko kecelakaan di jalan jauh lebih besar.

Pemerintah Tekan Risiko Kecelakaan

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan bahwa pemerintah merancang program angkutan motor gratis sebagai strategi keselamatan, bukan sekadar fasilitas tambahan.

Menurut Dudy, pemerintah menyiapkan 5.500 sepeda motor dalam program ini dan menargetkan layanan tersebut dapat mengangkut sekitar 12.700 penumpang. Pemerintah ingin menekan biaya perjalanan masyarakat sekaligus mengurangi jumlah sepeda motor di jalan selama puncak libur.

“Kami berharap program ini bisa meringankan beban masyarakat dan mengurangi penggunaan sepeda motor di jalan raya,” ujar Dudy.

Ia juga menekankan bahwa sepeda motor masih mendominasi angka kecelakaan lalu lintas, terutama saat musim mudik. Karena itu, pemerintah terus mendorong masyarakat beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi umum.

Manfaat Besar, Risiko Tetap Mengintai

Bagi pemudik, program ini memberi keuntungan nyata. Mereka bisa menggunakan kereta dengan nyaman sekaligus tetap memiliki sepeda motor di kampung halaman. Selain itu, pemudik dapat menghemat biaya bahan bakar dan mengurangi risiko kelelahan di perjalanan jauh.

Sebaliknya, jika masyarakat terus mengabaikan layanan ini, risiko kecelakaan tetap mengintai. Pengendara sepeda motor menjadi kelompok paling rentan, terutama di jalur panjang yang padat selama libur Natal dan Tahun Baru.

Negara dan operator transportasi massal juga menghadapi kerugian tersendiri jika fasilitas keselamatan yang telah disiapkan dengan anggaran besar tidak dimanfaatkan secara maksimal.

Menuju Perubahan Pola Mudik

Ke depan, Kementerian Perhubungan bersama PT KAI berencana meningkatkan kapasitas dan memperluas cakupan program angkutan motor gratis. Pemerintah juga akan memperkuat sosialisasi agar masyarakat memahami manfaat layanan ini sejak jauh hari sebelum musim mudik.

Langkah tersebut tidak hanya menyangkut layanan transportasi, tetapi juga menyangkut perubahan perilaku berlalu lintas. Semakin banyak motor yang berpindah ke gerbong kereta, semakin kecil risiko kecelakaan di jalan raya.

Di tengah tiket kereta yang hampir habis dan jalan yang semakin padat, pertanyaannya kini sederhana: apakah kita masih memilih jalur berisiko, atau mulai memanfaatkan fasilitas aman yang sudah negara sediakan? @dimas

Tags: KAIKereta ApiKeselamatanMudiknataruSosial & Publik

Kamu Melewatkan Ini

Tabrakan KA vs KRL di Bekasi: Kecelakaan Biasa atau Alarm Keras Sistem Transportasi?

Tabrakan KA vs KRL di Bekasi: Kecelakaan Biasa atau Alarm Keras Sistem Transportasi?

by dimas
April 28, 2026

Kereta yang seharusnya menjadi nadi mobilitas Jabodetabek justru berubah jadi titik benturan paling gelap dalam sistem transportasi yang terus dipaksa...

14 Korban Jiwa dalam Tabrakan KRL dan KA Jarak Jauh: Tragedi atau Kelalaian?

14 Nyawa Melayang di Rel: Ini Tragedi atau Kelalaian yang Dibiarkan?

by eko
April 28, 2026

Perjalanan yang seharusnya biasa berubah jadi tragedi. Tabrakan kereta di Bekasi Timur menewaskan 14 orang dan melukai puluhan lainnya. Rutinitas...

Jalur Padat, Sistem Retak: 14 Korban Jiwa dan 84 Luka dalam Tabrakan KA di Bekasi

Jalur Padat, Sistem Retak: 14 Korban Jiwa dan 84 Luka dalam Tabrakan KA di Bekasi

by dimas
April 28, 2026

Tragedi tabrakan kereta di Stasiun Bekasi Timur membuka kembali pertanyaan besar soal keselamatan transportasi massal di jalur tersibuk Jabodetabek. Di...

Next Post
Prabowo Gelar Rapat di Hambalang, Bahas Haji hingga Distribusi BBM

Prabowo Gelar Rapat di Hambalang, Bahas Haji hingga Distribusi BBM

Pilihan Tabooo

Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Peristiwa Yesus Naik Ke Surga: Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Mei 10, 2026

Realita Hari Ini

Jurnalis Kalteng Diteror Usai Ajakan Nobar “Pesta Babi”, Diancam Disiram Air Keras

Jurnalis Kalteng Diteror Usai Ajakan Nobar “Pesta Babi”, Diancam Disiram Air Keras

Mei 15, 2026

Disekap dan Diperkosa: Ironi Mahasiswi Makassar Saat Mencari Pekerjaan

Mei 15, 2026

“Sepatu Kekecilan” dan Tragedi Siswa SMK Samarinda yang Mengguncang Publik

Mei 15, 2026

300 Rumah Terendam Saat Warga Tidur: Banjir Lumajang Datang dari Hulu

Mei 15, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Figures

© 2026 Tabooo.id