Rabu, Mei 13, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Kisah Dona: Dedikasi Bidan Pelosok di Sungai Batang Pasaman

by dimas
Desember 20, 2025
in Life
A A
Home Life
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Life – Hujan baru saja reda ketika Dona Lubis berdiri di tepian sungai Batang Pasaman. Air keruh mengalir deras, memukul batu-batu sungai dengan ritme yang nyaris seperti teriakan alam. Di tangannya, tas ransel berisi obat-obatan, dibungkus plastik agar tidak basah. “Saya harus sampai ke seberang,” ujarnya, seolah berbicara pada dirinya sendiri. Di kejauhan, rumah pasiennya menanti seorang penderita TBC yang tergantung pada rutinitas obatnya.

Bagi banyak orang, berenang di sungai yang ganas mungkin terdengar mustahil. Bagi Dona, itu bukan pilihan. Itu kewajiban.

Menembus Terisolasi

Jarak rumahnya ke rumah pasien sekitar 26 kilometer. Dona menumpang ojek, menembus jalanan berliku di pegunungan Sumatera Barat. Tapi perjalanan itu terhenti di tepi sungai. Jembatan yang biasa menghubungkan desa roboh, menyisakan jurang pemisah antara nyawa pasien dan obat yang ia bawa.

Tanpa ragu, Dona menuruni motor, menatap arus yang memaksa adrenalin dan logika bertarung di dadanya. Ia menceburkan diri ke air dingin dan deras, menentang arus yang bisa saja menelan tubuhnya. Di seberang, warga menunggu, siap membantu menepi bersama bidan yang tidak pernah mengenal kata menyerah itu.

Sejak 1999, Dona telah mengabdi di Puskesmas Duo Koto. Puluhan tahun berinteraksi dengan warga pelosok mengajarkannya satu hal melayani sakit itu lebih dari sekadar profesi, itu panggilan hati.

Ini Belum Selesai

Berani Speak Up di Depan Juri: Sikap Kritis atau Tanda Mental Anak Makin Sehat?

Perempuan Pembela HAM: Antara Keberanian Melawan dan Risiko Kehilangan Hidup

Antara Profesi dan Nyawa

Menjadi bidan di daerah terpencil bukan hanya soal membantu persalinan. Dona harus menjadi dokter, kurir obat, bahkan kadang supir ambulans dadakan. Pasiennya yang menderita TBC harus mengonsumsi obat secara rutin penghentian pengobatan bisa berujung fatal. Maka, berenang menyeberangi sungai bukan tindakan heroik semata, tapi keharusan profesional yang berlapis kemanusiaan.

Dalam setiap tarikan napas melawan arus, Dona menyadari paradoks pekerjaannya ia harus mempertaruhkan nyawa sendiri untuk menyelamatkan nyawa orang lain. Ia tidak hanya melawan sungai, tapi juga keterbatasan infrastruktur, jarak geografis, dan sistem yang tidak selalu mendukung tenaga kesehatan di pelosok.

Tabooo Melihat: Ketika Kemanusiaan Mengalahkan Bahaya

Fenomena seperti ini membuka mata kita pada realitas yang sering terlewat. Di kota, kita sibuk mengeluh soal antrean dan birokrasi, sementara di pelosok, seorang bidan harus berenang menyeberangi sungai untuk memastikan obat sampai ke tangan pasien. Kemanusiaan di sini bukan slogan, tapi aksi yang berani dan nyata.

Dona menunjukkan bagaimana dedikasi dapat melampaui risiko. Tapi ia juga menegaskan perlunya solusi sistemik. Jembatan penghubung yang putus bukan hanya soal kesulitan satu pasien itu soal akses vital bagi seluruh masyarakat, termasuk anak-anak sekolah. Tanpa infrastruktur yang memadai, aksi individu tetap bersifat temporer, bukan jaminan.

Refleksi: Arus yang Tidak Pernah Mati

Momen Dona di tepi sungai adalah cermin dari ketegangan antara profesi dan keselamatan diri, antara panggilan moral dan realitas fisik. Ia mengingatkan kita kadang, pelayanan sejati berarti berani menembus arus yang paling ganas, bahkan ketika dunia di sekitar kita seakan menonton tanpa campur tangan.

Kita bisa bertanya pada diri sendiri apakah kita cukup berani untuk menyeberangi “sungai” kita sendiri demi kebaikan orang lain? Atau kita tetap berdiri di tepian, menunggu jembatan dibangun oleh orang lain?

Di balik derasnya Batang Pasaman, Dona Lubis menegaskan satu hal kemanusiaan nyata tidak menunggu kondisi sempurna. Ia melompat, berenang, dan sampai bukan untuk pujian, tapi untuk nyawa yang tergantung padanya.

Dan sungai itu, seperti hidup, mengajarkan bahwa keberanian terkadang hanyalah langkah pertama yang sederhana, namun monumental. @dimas

Tags: InfrastrukturKemanusiaanPelayanan PublikTabooo Life

Kamu Melewatkan Ini

IKN Dipuji Dunia, Tapi Kenapa Sebagian Warga Masih Ragu?

IKN Dipuji Dunia, Tapi Kenapa Sebagian Warga Masih Ragu?

by teguh
Mei 11, 2026

Kalau badan PBB mulai melirik Ibu Kota Nusantara (IKN) bahkan IKN dipuji dunia, apa itu bikin kamu lebih yakin proyek...

IKN Dilihat PBB: Validasi Global atau Diplomasi Basa-Basi?

IKN Dilihat PBB: Validasi Global atau Diplomasi Basa-Basi?

by teguh
Mei 10, 2026

Panas siang di Nusantara belum surut ketika rombongan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memasuki Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP). Di tengah kritik...

PBB Mulai Melirik IKN, Sinyal Dunia Percaya Nusantara?

PBB Mulai Melirik IKN, Sinyal Dunia Percaya Nusantara?

by teguh
Mei 10, 2026

PBB mulai melirik IKN, Selama ini IKN ramai diperdebatkan di dalam negeri. Tapi kini, mata dunia mulai datang melihat langsung....

Next Post
Hoaks KPK Tangkap 700 Kepala Desa, Cek Faktanya!

Hoaks KPK Tangkap 700 Kepala Desa, Cek Faktanya!

Pilihan Tabooo

Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Peristiwa Yesus Naik Ke Surga: Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Mei 10, 2026

Realita Hari Ini

MPR RI Nonaktifkan Juri dan MC LCC Kalbar Usai Polemik Jawaban DPD Viral

MPR RI Nonaktifkan Juri dan MC LCC Kalbar Usai Polemik Jawaban DPD Viral

Mei 12, 2026

Rupiah Anjlok ke Rp 17.500 per Dolar AS, Investor Mulai Kehilangan Kepercayaan

Mei 12, 2026

Kuota Tanpa Batas? Nyaman Buat Kamu, Tapi Jaringan Bisa Kewalahan

Mei 8, 2026

Sekolah Rakyat di Kupang: Jalan Baru Anak Miskin Keluar dari Batas Pendidikan?

Mei 12, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Figures

© 2026 Tabooo.id