Tabooo.id: Check – Di timeline-mu tiba-tiba muncul video dramatis orang-orang pakai baju oranye dikawal aparat, lengkap dengan narasi bombastis “KPK menangkap 700 kepala desa!” Desember 2025, katanya. Wow, langsung viral, like, share, dan eh, tunggu dulu, bener nggak nih?
Faktanya: Hoaks!
Tim Cek Fakta Tabooo.id menelusuri video itu, mulai dari akun Facebook penyebar sampai teknik reverse image search. Hasilnya? Video itu aslinya dari YouTube TV Radio Polri 2024, waktu Polda Sulawesi Selatan mengumumkan 31 kasus korupsi dengan 21 tersangka. Jadi, bukan 700 kepala desa, bukan KPK, dan jelas bukan Desember 2025.
Kasus nyata: proyek Jalan Ruas Sabbang-Tallang (18 km, 2020), Pasar Labukkang (2019), penyalahgunaan PPh 21 di RSUD Jeneponto (2017-2018), dan pengadaan Covid-19 di Makassar (2020). Total kerugian negara mencapai Rp 84 miliar. Para tersangka dijerat Pasal 2 ayat (1) Subs Pasal 3 UU No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, ancaman penjara 1-20 tahun, bahkan seumur hidup.
Kenapa Bisa Keliru?
Alasannya sederhana tapi nyeleneh video lama, narasi yang dibumbui angka bombastis sama dengan viral instan. Mata orang cepat tertarik ke angka besar, baju oranye, dan kesan drama, tanpa cek ulang sumber. Jadi, yang seharusnya cuma berita polisi 2024, malah jadi hoaks 2025.
Selain itu, penggunaan format video yang dramatis bikin otak kita bilang, “Waduh, pasti ini serius!” Padahal, cukup sedikit klik atau reverse search, fakta asli langsung muncul.
Sindiran Halus & Ajakan Cerdas
Sebelum share berita yang bikin geger, coba tarik napas dulu. Klik link resmi, cek sumber, dan tanya diri sendiri “Logis nggak ini?” Jangan sampai kita ikut jadi distributor hoaks digital.
Sebelum share, cek dulu biar gak ikut dosa digital. @dimas





