Jumat, Mei 15, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Subsidi Rp345 Triliun Cair, APBN Kerja Keras Jaga Harga Tetap Stabil

by teguh
Desember 18, 2025
in Nasional
A A
Home Reality Nasional
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Kementerian Keuangan di bawah kepemimpinan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sudah mengucurkan Rp345,1 triliun anggaran subsidi dan kompensasi hingga November 2025. Angka itu setara 72,6 persen dari total pagu APBN 2025.

Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyebut realisasi ini menunjukkan negara terus bekerja menahan beban hidup masyarakat di tengah tekanan ekonomi global.

“Realisasi penyaluran barang subsidi dan kompensasi akhir November Rp345,1 triliun, atau 72,6 persen dari APBN,” kata Suahasil, Kamis (18/12/2025).

Angka itu bukan sekadar statistik. Di baliknya, ada harga energi yang tidak melonjak, dapur rumah tangga yang tetap menyala, dan sektor produksi yang masih bisa bernapas.

BBM dan LPG Jadi Penopang Utama

Dari total anggaran tersebut, subsidi BBM menyerap porsi besar. Pemerintah sudah menyalurkan 15,61 juta kiloliter BBM, atau 80,4 persen dari target tahunan 19,41 juta kiloliter.

Ini Belum Selesai

300 Rumah Terendam Saat Warga Tidur: Banjir Lumajang Datang dari Hulu

Lapas atau Hotel? Viral Kamar Mewah Napi Cilegon Bikin Publik Curiga

Sementara itu, subsidi LPG 3 kilogram juga nyaris menyentuh garis akhir. Penyaluran mencapai 7,09 miliar kilogram, setara 86,8 persen dari target 8,17 miliar kilogram.

Dua komoditas ini menjadi tulang punggung konsumsi rumah tangga kelas menengah ke bawah. Tanpa subsidi, lonjakan harga global hampir pasti langsung terasa di dapur warga.

Listrik: Pelanggan Lebih Banyak dari Target

Untuk sektor kelistrikan, negara bahkan melangkah lebih jauh dari rencana. Pemerintah telah menyalurkan listrik bersubsidi kepada 42,6 juta pelanggan, melampaui target awal 42,1 juta pelanggan atau 101,1 persen dari sasaran.

Data ini menunjukkan tekanan ekonomi membuat semakin banyak warga masuk kategori penerima subsidi listrik. Di satu sisi, masyarakat terbantu. Di sisi lain, APBN harus bekerja ekstra.

Pupuk Subsidi Jaga Nafas Petani

Sektor pertanian juga ikut menikmati aliran subsidi. Hingga November, pemerintah menyalurkan 7,5 juta ton pupuk bersubsidi, setara 84,3 persen dari target 8,9 juta ton tahun ini.

Bagi petani, pupuk bersubsidi bukan fasilitas tambahan, melainkan syarat bertahan. Tanpa itu, biaya produksi melonjak dan harga pangan ikut terdorong naik.

Siapa Diuntungkan, Siapa Terbebani?

Masyarakat berpenghasilan rendah jelas menjadi pihak paling diuntungkan. Subsidi menahan inflasi, menjaga daya beli, dan memberi rasa aman di tengah ketidakpastian global.

Namun, APBN menanggung beban besar. Ruang fiskal pemerintah makin sempit, sementara kebutuhan belanja lain pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur tetap menunggu giliran.

Jika harga energi dunia kembali bergejolak, tekanan ke kas negara bisa semakin berat. Di titik ini, subsidi berubah dari penyelamat menjadi tantangan jangka panjang.

Antara Penyangga Sosial dan PR Struktural

Penyaluran subsidi Rp345 triliun menunjukkan negara hadir saat masyarakat membutuhkan. Tapi angka ini juga mengirim sinyal lain ketergantungan pada subsidi belum benar-benar berkurang.

Pertanyaannya kini bukan lagi soal berapa besar subsidi dicairkan, melainkan sampai kapan negara sanggup terus menambal harga. Karena jika subsidi jadi solusi permanen, APBN bisa kelelahan lebih dulu sebelum masalah strukturalnya sembuh. @teguh

Tags: APBNBBMFiskalGlobalHargaInflasiListrikSubsidi

Kamu Melewatkan Ini

Kenapa Kota Kita Makin Penuh Coffee Shop Tapi Miskin Ruang Dialog?

Kenapa Kota Kita Makin Penuh Coffee Shop Tapi Miskin Ruang Dialog?

by jeje
Mei 13, 2026

Di banyak kota, aroma kopi kini terasa lebih mudah ditemukan di coffee Shop daripada ruang bicara yang jujur. Sudut jalan...

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia: Angka Naik, Tapi Dapur Warga Tetap Sakit?

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia: Angka Naik, Tapi Dapur Warga Tetap Sakit?

by dimas
Mei 11, 2026

Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang disebut mencapai 5,61 persen pada triwulan pertama 2026 disambut optimistis oleh pemerintah sebagai tanda pemulihan dan...

Negara Bicara Pertumbuhan, Warung Kecil Bicara Cara Bertahan

Saat Negara Bicara Pertumbuhan, Warung Kecil Belum Selesai Bertahan

by jeje
Mei 9, 2026

Di tengah harga pangan yang terus naik, pedagang kecil mulai menghadapi dilema paling melelahkan: menaikkan harga jual dan kehilangan pelanggan,...

Next Post
Bukan Sekadar Angka: Wajah Pendidikan Papua yang Terlupakan

Bukan Sekadar Angka: Wajah Pendidikan Papua yang Terlupakan

Pilihan Tabooo

Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Peristiwa Yesus Naik Ke Surga: Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Mei 10, 2026

Realita Hari Ini

Sepatu Kekecilan Itu Membunuh? Tragedi Siswa SMK Samarinda Bikin Publik Tersentak

“Sepatu Kekecilan” dan Tragedi Siswa SMK Samarinda yang Mengguncang Publik

Mei 15, 2026

Judol Memburu Anak-anak: 80 Ribu Bocah di Bawah 10 Tahun Terpapar

Mei 15, 2026

Disekap dan Diperkosa: Ironi Mahasiswi Makassar Saat Mencari Pekerjaan

Mei 15, 2026

Pemerintah Tak Melarang Pesta Babi, Tapi Mengapa Nobar Mahasiswa Tetap Dihentikan?

Mei 14, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Figures

© 2026 Tabooo.id