Minggu, Juni 28, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

KPK, Dewas, dan Episode Baru “Siapa Dipanggil Hari Ini”

by dimas
Desember 27, 2025
in Edge
A A
Home Edge
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Edge – Bayangkan suasana ruang keluarga di jam tujuh malam. Televisi menyala, gorengan sudah mendarat di piring, dan sebuah sinetron hukum fiktif muncul di layar. Pemerannya seorang penyidik idealis yang selalu berhadapan dengan rintangan absurd setiap kali hendak memanggil saksi penting. Lift tiba-tiba mati, printer mendadak nge-freeze, layar komputer mempertontonkan pesan pasrah server pengawasan penuh dan permintaan untuk mencoba lagi seolah sistemnya lagi ngambek.

Penonton biasanya akan maklum karena ini cuma drama televisi. Namun kali ini berbeda. Adegan itu seperti cerminan episode terbaru dunia hukum kita yang bisa saja diberi judul Siapa Takut Dipanggil. Rakyat yang menjadi penonton setianya cuma bisa saling pandang sambil bertanya pelan, ini lembaga hukum atau komunitas roleplay yang kebetulan sangat serius?

Fakta yang Muncul Seperti Plot Twist Mid-Season

Di balik layar drama itu, Dewan Pengawas KPK menjadwalkan pemeriksaan terhadap dua penyidik yang menangani perkara dugaan korupsi proyek pembangunan jalan di Sumut. Pemeriksaan dilakukan untuk mengklarifikasi dugaan enggannya pemanggilan terhadap saksi penting, salah satunya Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, yang namanya turut disebut sebagai pihak yang seharusnya dipanggil dalam proses penyidikan perkara tersebut.

Ketua Dewas menegaskan bahwa pemeriksaan ini dilakukan demi memastikan seluruh prosedur berjalan sesuai etika dan aturan internal. Pada saat yang sama, Juru Bicara KPK menyampaikan bahwa seluruh tahapan perkara sudah berjalan sesuai ketentuan dari tahap penyelidikan sampai penuntutan. Di luar institusi, Koalisi Aktivis Masyarakat mengajukan laporan dan mempertanyakan alasan pemanggilan terhadap saksi tertentu belum terlihat progresnya. Mereka menyampaikan kekhawatiran mengenai independensi lembaga antikorupsi dalam menangani perkara yang melibatkan figur pejabat publik.

Situasi ini bergulir di tengah suasana publik yang semakin jenuh dengan dinamika penegakan hukum. Bahkan studi LPEM FEB UI menunjukkan lonjakan sebelas persen pekerja frustrasi dalam satu tahun terakhir. Angka yang rasanya cocok dipasang sebagai watermark di setiap pemberitaan soal tarik-ulur proses hukum.

Ini Belum Selesai

Bayar Tepat Waktu, Layanan Kapan Tepat?

Reformati: Ketika Jalanan Menjadi Pengadilan Kekuasaan

SOP yang Terlalu Ikonik Sampai Seperti Karakter Utama

Pola komunikasi lembaga hukum sudah seperti skrip yang dihafal seluruh negeri. Setiap kali muncul pertanyaan mengenai belum bergeraknya pemanggilan saksi, masyarakat langsung bisa menebak apa jawaban resminya. Sedang diproses. Sesuai SOP. Mohon sabar, proses hukum panjang. Ucapan itu begitu sering muncul sampai rasanya SOP berubah menjadi figur publik yang populer, sering disebut di mana-mana namun tak pernah benar-benar menjelaskan dirinya secara detail.

Tak dapat dipungkiri, sistem hukum memang memiliki lapisan kompleks yang panjang. Namun dalam kasus ini, momen absurdnya muncul dari kenyataan bahwa lembaga yang diberi mandat memberantas korupsi justru diperiksa oleh lembaga internalnya karena dituding tidak maksimal menjalankan tugas pemberantasan korupsi. Gambaran ini terasa seperti melihat admin Discord dimute oleh moderator senior karena dianggap terlalu lambat menangani chat yang ramai.

Publik yang memperhatikan dari kejauhan sering kali hanya mampu bereaksi dengan dua ekspresi tradisional. Entah gumaman pendek tanda keheranan atau anggukan kecil yang berarti pasrah. Aktivis terus mempertanyakan independensi, sementara anak muda menyimpulkannya dengan komentar yang lebih ringkas vibes gaslighting institusional makin terasa.

Penutup Pahit yang Dibungkus Humor Publik

Drama soal pemanggilan saksi, termasuk nama-nama pejabat yang tersorot publik seperti Bobby Nasution, memperlihatkan betapa rumitnya perjalanan sebuah perkara di negeri ini. Jalan raya bisa selesai dibangun dalam beberapa bulan. Namun jalan logika proses hukum sering mengambil rute yang memutar, berhenti mendadak, bahkan kembali ke titik awal seperti mobil yang terjebak di bundaran HI pada jam padat.

Pada akhirnya publik hanya ingin satu kepastian. Apakah kita sedang menanti momentum nyata dari proses hukum atau justru menunggu jadwal rilis untuk season berikutnya. @dimas

Kamu Melewatkan Ini

TABOOO Cultural Production: Dari Budaya Menjadi Karya

TABOOO Cultural Production: Dari Budaya Menjadi Karya

by dimas
Juni 28, 2026

TABOOO Cultural Production mengubah budaya lokal Madiun Raya menjadi karya, pengetahuan, dan intellectual property melalui kolaborasi masyarakat. Tabooo.id - Sebuah...

Raden Ronggo Prawirodirjo III: Api Perlawanan dari Madiun

Raden Ronggo Prawirodirjo III: Api Perlawanan dari Madiun

by dimas
Juni 27, 2026

Raden Ronggo Prawirodirjo III menjadi simbol perlawanan dari Madiun. Kisahnya membuktikan bahwa harga diri Jawa tak pernah mudah ditaklukkan. Tabooo.id...

Suran Agung PSHW TM 2026: Keheningan yang Menyatukan Persaudaraan

Suran Agung PSHW ke-123: Madiun Mengawal Persaudaraan

by dimas
Juni 27, 2026

Suran Agung PSHW ke-123 menjadi momentum mempererat persaudaraan melalui konsep Purabaya, sekaligus mengajak seluruh warga menjaga ketertiban dan zero insiden....

Next Post
Dana Desa Disetop: 2.176 Desa Jateng Tercekik Aturan Baru?

Dana Desa Disetop: 2.176 Desa Jateng Tercekik Aturan Baru?

Madilog Series

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026

Marx Series

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id