Kamis, Mei 14, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

KPK, Dewas, dan Episode Baru “Siapa Dipanggil Hari Ini”

by dimas
Desember 27, 2025
in Edge
A A
Home Edge
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Edge – Bayangkan suasana ruang keluarga di jam tujuh malam. Televisi menyala, gorengan sudah mendarat di piring, dan sebuah sinetron hukum fiktif muncul di layar. Pemerannya seorang penyidik idealis yang selalu berhadapan dengan rintangan absurd setiap kali hendak memanggil saksi penting. Lift tiba-tiba mati, printer mendadak nge-freeze, layar komputer mempertontonkan pesan pasrah server pengawasan penuh dan permintaan untuk mencoba lagi seolah sistemnya lagi ngambek.

Penonton biasanya akan maklum karena ini cuma drama televisi. Namun kali ini berbeda. Adegan itu seperti cerminan episode terbaru dunia hukum kita yang bisa saja diberi judul Siapa Takut Dipanggil. Rakyat yang menjadi penonton setianya cuma bisa saling pandang sambil bertanya pelan, ini lembaga hukum atau komunitas roleplay yang kebetulan sangat serius?

Fakta yang Muncul Seperti Plot Twist Mid-Season

Di balik layar drama itu, Dewan Pengawas KPK menjadwalkan pemeriksaan terhadap dua penyidik yang menangani perkara dugaan korupsi proyek pembangunan jalan di Sumut. Pemeriksaan dilakukan untuk mengklarifikasi dugaan enggannya pemanggilan terhadap saksi penting, salah satunya Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, yang namanya turut disebut sebagai pihak yang seharusnya dipanggil dalam proses penyidikan perkara tersebut.

Ketua Dewas menegaskan bahwa pemeriksaan ini dilakukan demi memastikan seluruh prosedur berjalan sesuai etika dan aturan internal. Pada saat yang sama, Juru Bicara KPK menyampaikan bahwa seluruh tahapan perkara sudah berjalan sesuai ketentuan dari tahap penyelidikan sampai penuntutan. Di luar institusi, Koalisi Aktivis Masyarakat mengajukan laporan dan mempertanyakan alasan pemanggilan terhadap saksi tertentu belum terlihat progresnya. Mereka menyampaikan kekhawatiran mengenai independensi lembaga antikorupsi dalam menangani perkara yang melibatkan figur pejabat publik.

Situasi ini bergulir di tengah suasana publik yang semakin jenuh dengan dinamika penegakan hukum. Bahkan studi LPEM FEB UI menunjukkan lonjakan sebelas persen pekerja frustrasi dalam satu tahun terakhir. Angka yang rasanya cocok dipasang sebagai watermark di setiap pemberitaan soal tarik-ulur proses hukum.

Ini Belum Selesai

Korupsi yang Tak Pernah Pergi: Reformasi Salah Jalan atau Setengah Jalan?

Seblak Pedas, Burnout, dan Perempuan Modern

SOP yang Terlalu Ikonik Sampai Seperti Karakter Utama

Pola komunikasi lembaga hukum sudah seperti skrip yang dihafal seluruh negeri. Setiap kali muncul pertanyaan mengenai belum bergeraknya pemanggilan saksi, masyarakat langsung bisa menebak apa jawaban resminya. Sedang diproses. Sesuai SOP. Mohon sabar, proses hukum panjang. Ucapan itu begitu sering muncul sampai rasanya SOP berubah menjadi figur publik yang populer, sering disebut di mana-mana namun tak pernah benar-benar menjelaskan dirinya secara detail.

Tak dapat dipungkiri, sistem hukum memang memiliki lapisan kompleks yang panjang. Namun dalam kasus ini, momen absurdnya muncul dari kenyataan bahwa lembaga yang diberi mandat memberantas korupsi justru diperiksa oleh lembaga internalnya karena dituding tidak maksimal menjalankan tugas pemberantasan korupsi. Gambaran ini terasa seperti melihat admin Discord dimute oleh moderator senior karena dianggap terlalu lambat menangani chat yang ramai.

Publik yang memperhatikan dari kejauhan sering kali hanya mampu bereaksi dengan dua ekspresi tradisional. Entah gumaman pendek tanda keheranan atau anggukan kecil yang berarti pasrah. Aktivis terus mempertanyakan independensi, sementara anak muda menyimpulkannya dengan komentar yang lebih ringkas vibes gaslighting institusional makin terasa.

Penutup Pahit yang Dibungkus Humor Publik

Drama soal pemanggilan saksi, termasuk nama-nama pejabat yang tersorot publik seperti Bobby Nasution, memperlihatkan betapa rumitnya perjalanan sebuah perkara di negeri ini. Jalan raya bisa selesai dibangun dalam beberapa bulan. Namun jalan logika proses hukum sering mengambil rute yang memutar, berhenti mendadak, bahkan kembali ke titik awal seperti mobil yang terjebak di bundaran HI pada jam padat.

Pada akhirnya publik hanya ingin satu kepastian. Apakah kita sedang menanti momentum nyata dari proses hukum atau justru menunggu jadwal rilis untuk season berikutnya. @dimas

Kamu Melewatkan Ini

VOC Runtuh karena Korupsi, Kenapa Indonesia Mengulang Pola yang Sama?

VOC Runtuh karena Korupsi, Kenapa Indonesia Mengulang Pola yang Sama?

by dimas
Mei 13, 2026

VOC runtuh karena korupsi besar, penggelapan uang, dan permainan elite kekuasaan. Dua abad berlalu, Indonesia masih menghadapi pola lama jabatan...

Kenapa Kucumbu Tubuh Indahku Membuat Banyak Orang Tidak Nyaman?

Kenapa Kucumbu Tubuh Indahku Membuat Banyak Orang Tidak Nyaman?

by eko
Mei 13, 2026

Kucumbu Tubuh Indahku bukan sekadar film yang memancing kontroversi. Film karya Garin Nugroho itu berubah menjadi simbol benturan besar antara...

Reformasi 1998: Luka yang Masih Menunggu Keadilan

Reformasi 1998: Luka yang Masih Menunggu Keadilan

by Naysa
Mei 13, 2026

Reformasi 1998 tidak hanya menjatuhkan rezim Orde Baru, tapi juga membuka janji besar tentang demokrasi, hukum, dan hak asasi manusia....

Next Post
Dana Desa Disetop: 2.176 Desa Jateng Tercekik Aturan Baru?

Dana Desa Disetop: 2.176 Desa Jateng Tercekik Aturan Baru?

Pilihan Tabooo

Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Peristiwa Yesus Naik Ke Surga: Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Mei 10, 2026

Realita Hari Ini

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Mei 13, 2026

Rapat Stunting atau Waktu Main? DPRD Jember Kini Disorot Publik

Mei 13, 2026

MPR RI Nonaktifkan Juri dan MC LCC Kalbar Usai Polemik Jawaban DPD Viral

Mei 12, 2026

MBG Bisa Ditolak, Prabowo Persilakan Anak Orang Kaya Mundur

Mei 12, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Figures

© 2026 Tabooo.id