Sabtu, Mei 16, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Dana Desa Disetop: 2.176 Desa Jateng Tercekik Aturan Baru?

by sigit
Desember 4, 2025
in Reality, Regional
A A
Home Reality
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Regional – Sebanyak 2.176 desa di Jawa Tengah dipaksa “puasa anggaran” setelah dana desa tahap dua kategori non-earmark senilai Rp 598,4 miliar resmi tak bisa dicairkan. Pemicunya: terbitnya PMK Nomor 81 Tahun 2025 yang menghentikan pencairan sejak 17 September hingga akhir tahun anggaran. Dampaknya bukan main proyek desa mandek, rencana pembangunan terhenti, dan kepercayaan warga terus tergerus.


Kepala Dispermadesdukcapil Jawa Tengah, Nadi Santoso, memastikan skala masalah ini bukan main-main. “Ada 2.176 desa terdampak, kurang lebih Rp 598.425.756.906,” ujarnya melalui pesan singkat, Kamis (4/12/2025). Perencanaan sudah dibuat, APBDes sudah diketok, tapi uang tak kunjung turun. Para kepala desa mengeluhkan situasi ini karena mereka harus berhadapan langsung dengan warga yang menagih janji pembangunan.

Provinsi sendiri tak bisa berbuat banyak. “Mohon maaf, terkait hal tersebut merupakan kebijakan pemerintah pusat,” lanjut Nadi. Dengan kata lain: desa-desa harus menunggu tanpa kepastian.

Lima daerah dengan jumlah desa terdampak terbesar yakni Purworejo (274 desa), Kendal (237 desa), Demak (232 desa), Temanggung (144 desa), dan Kudus (139 desa). Bagi banyak desa, dana tahap dua ini bukan sekadar angka di dokumen; ini sumber napas utama untuk kegiatan layanan dasar dan pembangunan kecil-kecilan yang langsung dirasakan masyarakat.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akhirnya buka suara. Ia mengakui keterlambatan ini memang sudah diperkirakan. Menurutnya, sebagian dana dialihkan untuk program Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes). “Karena memang sebagian ada yang ditahan beberapa triliun itu diperuntukkan untuk Kopdes Merah Putih. Bukan di kami, bisa tanya Kemenkop dan Kementerian Desa,” ujar Purbaya di Bursa Efek Indonesia, Rabu (3/11/2025).

Ini Belum Selesai

Jurnalis Kalteng Diteror Usai Ajakan Nobar “Pesta Babi”, Diancam Disiram Air Keras

Disekap dan Diperkosa: Ironi Mahasiswi Makassar Saat Mencari Pekerjaan

Bagi pembaca, isu ini penting karena menyentuh layanan publik paling dasar: jalan desa, posyandu, air bersih, dan jaring pengaman warga miskin. Jika dana desa seret, kualitas hidup juga ikut surut. Desa mandek berarti masyarakat lapis terbawah ikut menanggung beban kebijakan yang rumit di pusat.


Anggaran macet dan program desa berhenti, pertanyaannya sederhana namun menohok: siapa sebenarnya yang sedang “dibangun” desa, atau hanya sistem yang makin jauh dari akar rumput? (red)

Tags: dana desademakdesaJawa TengahKudusMenkeupurbaya

Kamu Melewatkan Ini

Negara Bangun Program Besar, Tapi Kenapa Rakyat Mulai Merasa Tak Didengar?

Negara Bangun Program Besar, Tapi Kenapa Rakyat Mulai Merasa Tak Didengar?

by dimas
Mei 13, 2026

Program besar seperti MBG dan Koperasi Merah Putih dinilai menjanjikan. Namun di banyak desa, rakyat mulai merasa kebutuhan lokal makin...

Becak Tidak Mati. Mereka Hanya Disembunyikan.

Becak Tidak Mati: Mereka Hanya Disembunyikan

by jeje
Mei 6, 2026

Pagi belum benar-benar terang ketika Slamet mengayuh becaknya pelan di sudut kota. Roda tuanya berderit kecil. Tangannya kasar. Punggungnya sedikit...

Rambut yang Gugur, Kehormatan yang Bangkit

Rambut yang Gugur, Kehormatan yang Bangkit

by teguh
Mei 5, 2026

Pagi itu tidak ada gemuruh meriam. Tidak ada teriakan perang yang memekakkan telinga. Yang ada hanya sunyi sunyi yang berat,...

Next Post
Drama P Diddy vs Netflix Mana Fakta, Mana Fantasi?

Drama P Diddy vs Netflix Mana Fakta, Mana Fantasi?

Pilihan Tabooo

Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Peristiwa Yesus Naik Ke Surga: Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Mei 10, 2026

Realita Hari Ini

Jurnalis Kalteng Diteror Usai Ajakan Nobar “Pesta Babi”, Diancam Disiram Air Keras

Jurnalis Kalteng Diteror Usai Ajakan Nobar “Pesta Babi”, Diancam Disiram Air Keras

Mei 15, 2026

Disekap dan Diperkosa: Ironi Mahasiswi Makassar Saat Mencari Pekerjaan

Mei 15, 2026

“Sepatu Kekecilan” dan Tragedi Siswa SMK Samarinda yang Mengguncang Publik

Mei 15, 2026

300 Rumah Terendam Saat Warga Tidur: Banjir Lumajang Datang dari Hulu

Mei 15, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Figures

© 2026 Tabooo.id