Jumat, Mei 15, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Drama Pemakzulan PBNU: Gus Yahya Klaim PWNU Minta Ia Tetap Bertahan

by dimas
November 23, 2025
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Suasana Hotel Navator di Surabaya terasa lebih tegang dari biasanya, pada Sabtu (22/11/2025) malam . Puluhan Ketua Pengurus Wilayah NU (PWNU) datang dari berbagai daerah, bukan untuk agenda rutin, tetapi untuk membahas isu yang belakangan bikin jagat NU panas: desakan pemakzulan Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya. Rapat berlangsung tertutup sejak pukul 19.33 hingga lewat tengah malam, namun pesan dari dalam ruang pertemuan akhirnya keluar mayoritas PWNU tak ingin Gus Yahya mundur.

Usai rapat, Gus Yahya muncul dengan wajah yang tampak lebih lega. Ia menyampaikan bahwa para Ketua PWNU justru khawatir dirinya memilih angkat kaki dari posisi ketua umum.

“Mereka tidak mau saya mundur. Mereka memilih saya dan akan kecewa kalau saya mundur. Saya juga tidak pernah berniat mundur, karena tidak ada alasan,” tegasnya.

Dari data kehadiran yang beredar, ada sekitar 20 PWNU yang hadir. Walau tidak mewakili keseluruhan, angka itu cukup menunjukkan bahwa dinamika internal PBNU tidak sesepi apa yang terlihat dari luar.

Penjelasan, Isu Pemakzulan, dan Konsolidasi Baru

Gus Yahya menjelaskan bahwa ia memanfaatkan forum itu untuk memaparkan apa saja yang terjadi dalam beberapa hari terakhir termasuk isu pemakzulan yang muncul lewat dokumen Risalah Rapat Harian Syuriyah PBNU tertanggal 20 November 2025. Dokumen itu ditandatangani Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar dan disebut dihadiri 37 dari 53 pengurus Syuriyah. Namun hingga kini, keabsahannya masih belum terkonfirmasi.

Ini Belum Selesai

Jurnalis Kalteng Diteror Usai Ajakan Nobar “Pesta Babi”, Diancam Disiram Air Keras

Disekap dan Diperkosa: Ironi Mahasiswi Makassar Saat Mencari Pekerjaan

Menurut Gus Yahya, para PWNU mendengarkan penjelasannya dan mengaku memperoleh gambaran lebih utuh. Setelah itu, para perwakilan daerah memutuskan akan melakukan konsolidasi lanjutan secara independen. Gus Yahya memilih tidak ikut campur.

“Silakan mereka menyusun kesepakatan sendiri. Mereka akan bekerja secara mandiri,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa NU bukan organisasi milik segelintir elit PBNU. Pengurus daerah, menurutnya, memiliki hak dan tanggung jawab untuk menentukan arah organisasi. Apalagi jika masalah yang muncul berpotensi berdampak nasional.

Masalah NU adalah Masalah Indonesia

Dalam beberapa pernyataannya, Gus Yahya berulang kali menyelipkan pesan bahwa NU memegang pengaruh besar dalam kehidupan sosial dan politik Indonesia.

“Separuh wajah Indonesia ini adalah NU. Kalau NU tidak baik, wajah Indonesia bisa ikut tidak baik,” katanya.

Pernyataan itu bukan lebay. Dengan basis massa terbesar di Indonesia, konflik internal PBNU bukan sekadar urusan elite ormas ini soal stabilitas sosial, bahkan politik.

Karena itu, sikap PWNU menjadi penting. Jika daerah mulai bergerak, geserannya bisa terasa hingga tingkat nasional. Sebaliknya, jika pengurus daerah tetap solid, isu pemakzulan bisa selesai sebelum sempat menjalar menjadi perpecahan terbuka.

Siapa Diuntungkan, Siapa Dirugikan?

Di tengah kisruh ini, pihak yang paling diuntungkan adalah kelompok daerah yang ingin menjaga kestabilan NU. Mereka berkepentingan agar organisasi tetap berjalan tanpa drama berkepanjangan. Selain itu, kepemimpinan Gus Yahya yang masih memiliki dukungan kuat di PWNU membuat sebagian pihak merasa lebih aman setidaknya untuk saat ini.

Di sisi lain, kelompok yang mendorong perubahan cepat di PBNU jelas tidak diuntungkan. Isu pemakzulan yang seharusnya menjadi momentum mereka kini justru terbentur konsolidasi PWNU. Jika dokumen risalah terbukti tidak kuat atau tidak bulat, dorongan memakzulkan ketua umum bisa kehilangan pijakan.

Yang paling dirugikan? Masyarakat NU di akar rumput. Mereka bukan pengusung agenda pemakzulan, bukan pula bagian dari lobi-lobi elit. Tetapi di lapangan, mereka adalah kelompok yang akan terkena imbas paling cepat jika konflik ini melebar ketidakpastian organisasi, perpecahan antar-kiai, hingga terganggunya kegiatan sosial-keagamaan.

NU dan Jalan Keluar yang Dicari-Cari

Gus Yahya mengaku tidak akan berhenti mencari solusi. Ia yakin pengalaman panjang NU yang sudah melewati berbagai badai akan membantu organisasi menemukan jalan pulang.

“Insyaallah akan ada jalan keluar untuk kemaslahatan bersama,” ujarnya.

NU pernah menghadapi konflik yang jauh lebih keras di masa lalu termasuk dualisme kepemimpinan dan tarik-menarik politik nasional. Namun ia tetap bertahan. Pertanyaannya kini apakah NU kembali bisa melewati badai ini tanpa retak besar?

Kisruh pemakzulan ini membuka satu kenyataan penting: semakin besar sebuah organisasi, semakin besar pula godaan politik internalnya. Dan kalau NU memang separuh wajah Indonesia seperti kata Gus Yahya, mungkin sudah saatnya semua pihak sadar jangan sampai wajah itu ikut kusut hanya karena soal kursi.

Karena kalau urusan kursi membuat bangsa ini ribut terus, bukankah lebih baik sekalian cari kursi baru saja? @dimas

Tags: Gus YahyaNU

Kamu Melewatkan Ini

Ketua KPAI Margaret Aliyatul Maimunah Meninggal Dunia di Jakarta

Ketua KPAI Margaret Aliyatul Maimunah Meninggal Dunia di Jakarta

by dimas
Maret 1, 2026

Tabooo.id: Nasional - Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Margaret Aliyatul Maimunah meninggal dunia di Jakarta pada Minggu (1/3/2026) pukul...

Prabowo Hadiri Harlah 1 Abad NU di Malang, 105 Ribu Jamaah Membludak

Prabowo Hadiri Harlah 1 Abad NU di Malang, 105 Ribu Jamaah Membludak

by eko
Februari 8, 2026

Tabooo.id: Nasional - Presiden Prabowo Subianto menghadiri Mujahadah Kubro dalam rangka peringatan Hari Lahir (Harlah) Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU)...

PBNU Tegaskan Dukungan Indonesia Bergabung Board of Peace

PBNU Tegaskan Dukungan Indonesia Bergabung Board of Peace

by dimas
Februari 1, 2026

Tabooo.id: Nasional - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, menegaskan sikap organisasi yang...

Next Post
5 Kuliner Legendaris Pasar Atom yang Bikin Kamu Lupa Diet

5 Kuliner Legendaris Pasar Atom yang Bikin Kamu Lupa Diet

Pilihan Tabooo

Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Peristiwa Yesus Naik Ke Surga: Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Mei 10, 2026

Realita Hari Ini

Judi Online Kini Memburu Anak-anak: 80 Ribu Bocah di Bawah 10 Tahun Sudah Terpapar

Judol Memburu Anak-anak: 80 Ribu Bocah di Bawah 10 Tahun Terpapar

Mei 15, 2026

“Sepatu Kekecilan” dan Tragedi Siswa SMK Samarinda yang Mengguncang Publik

Mei 15, 2026

Disekap dan Diperkosa: Ironi Mahasiswi Makassar Saat Mencari Pekerjaan

Mei 15, 2026

Pemerintah Tak Melarang Pesta Babi, Tapi Mengapa Nobar Mahasiswa Tetap Dihentikan?

Mei 14, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Figures

© 2026 Tabooo.id