Rabu, Juni 10, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Ketua KPAI Margaret Aliyatul Maimunah Meninggal Dunia di Jakarta

by dimas
Maret 1, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Margaret Aliyatul Maimunah meninggal dunia di Jakarta pada Minggu (1/3/2026) pukul 08.00 WIB. Ia menghembuskan napas terakhir setelah menjalani perawatan beberapa waktu di RS Fatmawati.

Komisioner KPAI, Kawiyan, memastikan kabar duka ini kepada wartawan pada siang hari.

“Betul, pimpinan kami Ibu Margaret Aliyatul Maimunah wafat jam 08.00 WIB di RS Fatmawati,” ujarnya.

Kawiyan menambahkan, almarhumah selalu bijak dan hangat dalam membimbing tim.

“Beliau memiliki visi luar biasa dalam perlindungan anak,” tambahnya.

Ini Belum Selesai

DPR Sahkan RUU Polri, Pengawasan dan Netralitas Jadi Taruhan

Chatib Basri Dipanggil ke Istana, Apakah Purbaya Akan Diganti?

Kepergian Margaret meninggalkan duka mendalam bagi internal KPAI, pegiat perlindungan anak, dan organisasi kemasyarakatan. Selain memimpin KPAI, Margaret aktif sebagai Ketua Umum Fatayat Nahdlatul Ulama (NU), organisasi perempuan muda di bawah PBNU.

Dirawat Sebelum Ramadan, Dimakamkan di Lumajang

Sebelum meninggal, Margaret menjalani perawatan di RS Fatmawati menjelang Ramadan. Begitu kabar wafatnya tersebar, keluarga dan jajaran KPAI langsung menggelar shalat jenazah di kantor PBNU Jakarta. Prosesi berlangsung khidmat, dihadiri kerabat, kolega, dan sejumlah tokoh organisasi.

Keluarga membawa jenazah ke kampung halaman Margaret di Lumajang, Jawa Timur, melalui jalur darat. Kawiyan menyatakan ia ikut mengantar jenazah.

“Saya akan ikut mengantar, dimakamkan di Lumajang jalur darat setelah ini,” ujarnya.

Dampak bagi Agenda Perlindungan Anak

Kepergian Margaret terjadi saat KPAI tengah menangani berbagai persoalan krusial perlindungan anak. Dalam beberapa tahun terakhir, KPAI aktif menyoroti kasus kekerasan anak, eksploitasi digital, dan pernikahan usia dini. Margaret mendorong pemerintah pusat dan daerah bertindak cepat serta bekerja terkoordinasi dalam menangani kasus kekerasan anak. Ia juga kerap mengkritik lambannya respons aparat dalam sejumlah kasus yang menjadi sorotan publik.

Wafatnya Margaret berpotensi memperlambat ritme advokasi KPAI sementara. Anak-anak korban kekerasan, keluarga yang mencari pendampingan hukum, dan jaringan aktivis perlindungan anak menjadi pihak yang paling merasakan kehilangan figur kepemimpinan yang vokal.

Meski begitu, KPAI tetap menjalankan mandatnya sesuai undang-undang. Pemerintah dan internal komisi akan menentukan mekanisme pengisian jabatan ketua dengan cepat dan sesuai aturan.

Kini publik kembali diingatkan: perjuangan melindungi anak tidak boleh bergantung pada satu orang saja. Tantangan kekerasan dan eksploitasi terus berkembang, bahkan semakin kompleks di era digital. Margaret Aliyatul Maimunah telah menyelesaikan tugasnya. Sekarang pertanyaannya: siapa yang akan memastikan suara anak-anak tetap terdengar lantang di tengah hiruk-pikuk politik dan kekuasaan? @dimas

Tags: AnakKehilanganKPAILumajangNasionalNUPerlindungan

Kamu Melewatkan Ini

Birokrasi atau Balas Jasa Politik? Tito Bongkar Praktik Titipan Honorer di Daerah

Birokrasi atau Balas Jasa Politik? Tito Bongkar Praktik Titipan Honorer di Daerah

by teguh
Juni 9, 2026

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian membuka kembali perdebatan lama tentang hubungan politik dan birokrasi daerah. Dalam rapat bersama Komisi II...

Buku yang Menulis Indonesia Sebelum Indonesia Lahir

Buku yang Menulis Indonesia Sebelum Indonesia Lahir

by jeje
Juni 2, 2026

Bagaimana mungkin seseorang menulis tentang Indonesia sebelum Indonesia benar-benar ada? Pertanyaan itu muncul ketika membaca Naar de Republiek Indonesia, karya Tan...

BPIP Undang Semua Mantan Presiden ke Hari Lahir Pancasila, Siapa yang Datang?

BPIP Undang Semua Mantan Presiden ke Hari Lahir Pancasila, Siapa yang Datang?

by teguh
Mei 29, 2026

Hari Lahir Pancasila tahun ini terasa lebih dari sekadar seremoni negara. Di tengah dinamika politik nasional, publik mulai bertanya: siapa...

Next Post
Israel Serang Iran: Ledakan Menggelegar Guncang Teheran

Lonjakan Harga Minyak Pascaserangan ke Iran Tekan APBN dan Picu Inflasi

Madilog Series

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026
Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Mei 27, 2026

Marx Series

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026

Komoditas: Cara Pasar Menyembunyikan Kerja Manusia – Marx Series #1.1

Mei 17, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id