Sabtu, September 19, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Ketua KPAI Margaret Aliyatul Maimunah Meninggal Dunia di Jakarta

by dimas
Maret 1, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Margaret Aliyatul Maimunah meninggal dunia di Jakarta pada Minggu (1/3/2026) pukul 08.00 WIB. Ia menghembuskan napas terakhir setelah menjalani perawatan beberapa waktu di RS Fatmawati.

Komisioner KPAI, Kawiyan, memastikan kabar duka ini kepada wartawan pada siang hari.

“Betul, pimpinan kami Ibu Margaret Aliyatul Maimunah wafat jam 08.00 WIB di RS Fatmawati,” ujarnya.

Kawiyan menambahkan, almarhumah selalu bijak dan hangat dalam membimbing tim.

“Beliau memiliki visi luar biasa dalam perlindungan anak,” tambahnya.

Ini Belum Selesai

Ban Lepas di Perlintasan, Pikap Tertemper KA Sembrani di Kendal

Wali Kota Madiun Nonaktif Maidi Dituntut 7 Tahun 2 Bulan

Kepergian Margaret meninggalkan duka mendalam bagi internal KPAI, pegiat perlindungan anak, dan organisasi kemasyarakatan. Selain memimpin KPAI, Margaret aktif sebagai Ketua Umum Fatayat Nahdlatul Ulama (NU), organisasi perempuan muda di bawah PBNU.

Dirawat Sebelum Ramadan, Dimakamkan di Lumajang

Sebelum meninggal, Margaret menjalani perawatan di RS Fatmawati menjelang Ramadan. Begitu kabar wafatnya tersebar, keluarga dan jajaran KPAI langsung menggelar shalat jenazah di kantor PBNU Jakarta. Prosesi berlangsung khidmat, dihadiri kerabat, kolega, dan sejumlah tokoh organisasi.

Keluarga membawa jenazah ke kampung halaman Margaret di Lumajang, Jawa Timur, melalui jalur darat. Kawiyan menyatakan ia ikut mengantar jenazah.

“Saya akan ikut mengantar, dimakamkan di Lumajang jalur darat setelah ini,” ujarnya.

Dampak bagi Agenda Perlindungan Anak

Kepergian Margaret terjadi saat KPAI tengah menangani berbagai persoalan krusial perlindungan anak. Dalam beberapa tahun terakhir, KPAI aktif menyoroti kasus kekerasan anak, eksploitasi digital, dan pernikahan usia dini. Margaret mendorong pemerintah pusat dan daerah bertindak cepat serta bekerja terkoordinasi dalam menangani kasus kekerasan anak. Ia juga kerap mengkritik lambannya respons aparat dalam sejumlah kasus yang menjadi sorotan publik.

Wafatnya Margaret berpotensi memperlambat ritme advokasi KPAI sementara. Anak-anak korban kekerasan, keluarga yang mencari pendampingan hukum, dan jaringan aktivis perlindungan anak menjadi pihak yang paling merasakan kehilangan figur kepemimpinan yang vokal.

Meski begitu, KPAI tetap menjalankan mandatnya sesuai undang-undang. Pemerintah dan internal komisi akan menentukan mekanisme pengisian jabatan ketua dengan cepat dan sesuai aturan.

Kini publik kembali diingatkan: perjuangan melindungi anak tidak boleh bergantung pada satu orang saja. Tantangan kekerasan dan eksploitasi terus berkembang, bahkan semakin kompleks di era digital. Margaret Aliyatul Maimunah telah menyelesaikan tugasnya. Sekarang pertanyaannya: siapa yang akan memastikan suara anak-anak tetap terdengar lantang di tengah hiruk-pikuk politik dan kekuasaan? @dimas

Tags: AnakKehilanganKPAILumajangNasionalNUPerlindungan

Kamu Melewatkan Ini

Kemenbud Rilis Lima Jilid Sejarah Indonesia, Siapa yang Menentukan Ingatan Bangsa?

Kemenbud Rilis Lima Jilid Sejarah Indonesia, Siapa yang Menentukan Ingatan Bangsa?

by Tabooo
September 1, 2026

Kementerian Kebudayaan merilis lima jilid pertama Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global. Lebih dari 5.000 halaman membawa pembaca dari...

Kericuhan Pejompongan Makan Korban, Seorang Pedagang Cermin Tewas

Kericuhan Pejompongan Makan Korban, Seorang Pedagang Cermin Tewas

by Tabooo
Agustus 28, 2026

Kericuhan di Pejompongan, Jakarta Pusat, menelan korban jiwa. Bambang Setiawan (59), pedagang cermin asal Bendungan Hilir, meninggal setelah dianiaya saat...

Slipi-Palmerah Panas, Pos Polisi Rusak dan Massa Masih Bertahan

Slipi-Palmerah Panas, Pos Polisi Rusak dan Massa Masih Bertahan

by Tabooo
Agustus 28, 2026

Ketegangan belum reda di Slipi-Palmerah hingga Kamis malam. Polisi masih menembakkan gas air mata, sementara massa bertahan dan pos polisi...

Next Post
Israel Serang Iran: Ledakan Menggelegar Guncang Teheran

Lonjakan Harga Minyak Pascaserangan ke Iran Tekan APBN dan Picu Inflasi

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id