Jumat, Agustus 21, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Demo BEM UI Bubar, Lagu dan Delapan Tuntutan Tinggalkan Sudirman

by dimas
Agustus 18, 2026
in Edge
A A
Home Edge
Share on Facebook
Share on Twitter
BEM UI membubarkan aksi di Sudirman dengan lagu yang terus menggema. Delapan tuntutan mahasiswa tetap menjadi pesan yang menunggu jawaban pemerintah.

Tabooo.id – Massa Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) mulai meninggalkan kawasan Gedung UOB, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Selasa (18/8/2026) petang.

Sekitar pukul 18.10 WIB, rombongan mahasiswa bergerak meninggalkan lokasi aksi. Mereka terbagi dalam dua kelompok yang berjalan mengapit mobil komando di bagian tengah.

Barisan depan membuka jalan. Mobil komando kemudian bergerak perlahan, sementara kelompok mahasiswa lainnya mengikuti dari belakang. Lagu-lagu aksi terus terdengar melalui pengeras suara ketika rombongan meninggalkan Jalan Jenderal Sudirman.

Suasana perlahan berubah setelah massa bergerak menjauh dari titik aksi. Jalan yang sebelumnya dipenuhi mahasiswa mulai kembali kosong, meski ruas Sudirman menuju Bundaran HI masih ditutup.

Delapan Tuntutan yang Dibawa ke Jalan

Aksi BEM UI hari ini membawa persoalan yang jauh lebih luas daripada sekadar demonstrasi di pusat Jakarta.

Ini Belum Selesai

Listyo Sigit Mau Pensiun, Tapi Siap Demo jika Desk Buruh Mandek?

Investasi dan Harga Sebuah Kepercayaan

Mahasiswa menyampaikan delapan tuntutan yang mencakup ekonomi, korupsi, reforma agraria, kebijakan pemerintah, hubungan pusat dan daerah, bencana, hingga ruang sipil.

Tuntutan pertama meminta penghentian apa yang mereka sebut sebagai penjajahan negara atas rakyat sendiri. Mereka juga mendesak pemerintah menghentikan praktik Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN).

Pada sektor agraria, BEM UI meminta pemerintah mewujudkan reforma agraria sejati. Sementara dalam persoalan ekonomi, mereka mendesak penurunan harga kebutuhan pokok dan bahan bakar minyak (BBM).

Kritik kemudian diarahkan pada sejumlah program pemerintah. BEM UI meminta evaluasi total Proyek Strategis Nasional (PSN) serta penghentian program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

Hubungan pemerintah pusat dan daerah juga menjadi perhatian. Mahasiswa meminta penghentian pemusatan kekuasaan dan pemangkasan Transfer ke Daerah (TKD), sekaligus mengembalikan otonomi daerah.

Dua tuntutan lainnya berkaitan dengan bencana dan ruang sipil. BEM UI meminta penetapan bencana di Sumatra dan Flores sebagai bencana nasional serta percepatan pemulihan wilayah terdampak.

Mereka juga menuntut penghentian represivitas dan intervensi TNI-Polri dalam ruang sipil serta pembubaran YON TP.

Aksi Berawal dari Pencegatan

Rangkaian demonstrasi tersebut sebelumnya menghadapi persoalan lokasi.

Massa BEM UI sempat dicegat aparat di Jalan Sudirman ketika hendak menuju Bundaran Hotel Indonesia (HI). Mahasiswa kemudian melakukan long march untuk melanjutkan perjalanan menuju kawasan aksi.

Situasi itu membuat demonstrasi tidak hanya menjadi arena penyampaian tuntutan. Perjalanan massa menuju lokasi juga memperlihatkan tarik-menarik antara hak menyampaikan pendapat, pengaturan ruang publik, dan kepentingan menjaga aktivitas masyarakat.

Kini, beberapa jam setelah aksi berlangsung, rombongan memilih meninggalkan kawasan Sudirman.

Sementara itu, ruas Jalan Sudirman menuju Bundaran HI masih ditutup. Jalur dari arah berlawanan terpantau ramai lancar.

Jalanan Kembali Sepi, Tuntutan Belum Usai

Pembubaran massa menandai berakhirnya aksi BEM UI pada hari itu. Namun, delapan tuntutan yang mereka bawa tidak otomatis selesai ketika mahasiswa meninggalkan jalan.

Persoalan harga kebutuhan pokok dan BBM masih menjadi bagian dari tekanan ekonomi masyarakat. Agenda pemberantasan KKN juga berkaitan dengan persoalan tata kelola negara yang lebih panjang.

Begitu pula tuntutan reforma agraria, evaluasi PSN, penghentian MBG dan KDMP, serta pengembalian otonomi daerah. Isu bencana Sumatra dan Flores juga menyangkut proses pemulihan masyarakat terdampak.

Di sisi lain, tuntutan mengenai represivitas dan keterlibatan TNI-Polri dalam ruang sipil menyentuh perdebatan yang lebih mendasar tentang batas kewenangan aparat dalam kehidupan masyarakat.

Karena itu, berakhirnya aksi tidak serta-merta mengakhiri persoalan yang mereka angkat.

Ketika Mahasiswa Pulang

Sore itu, dua kelompok mahasiswa berjalan beriringan meninggalkan Jalan Jenderal Sudirman. Mobil komando berada di tengah barisan. Dari pengeras suara, lagu-lagu masih terdengar ketika rombongan semakin jauh dari titik aksi.

Pemandangan tersebut menjadi penutup demonstrasi yang sejak siang menghadirkan ketegangan di pusat Jakarta.

Massa akhirnya pulang. Jalan perlahan kembali menjadi ruang lalu lintas warga. Namun, delapan tuntutan tetap menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah.

Demonstrasi boleh berakhir ketika massa membubarkan diri. Akan tetapi, kritik yang mereka bawa tidak ikut pulang. @dimas

Tags: aksi mahasiswaBEM UIDelapan TuntutanDemo BEM UISudirmanUnjuk Rasa

Kamu Melewatkan Ini

81 Tahun Kemerdekaan Indonesia, Merdeka untuk Siapa?

81 Tahun Kemerdekaan Indonesia, Merdeka untuk Siapa?

by Tabooo
Agustus 20, 2026

Sehari setelah perayaan HUT ke-81 RI, mahasiswa turun ke jalan membawa delapan tuntutan. Di sana, makna kemerdekaan kembali dipertanyakan lewat...

BEM UI Siapkan Aksi Lebih Besar, Kritik Menyasar Kekuasaan

BEM UI Siapkan Aksi Lebih Besar, Kritik Menyasar Kekuasaan

by dimas
Agustus 18, 2026

BEM UI menyiapkan aksi lebih besar jika pemerintah tak merespons tuntutan mahasiswa soal kekuasaan, MBG, ekonomi, hingga ruang sipil. Tabooo.id...

BEM UI Dicegat Polisi, Ketertiban atau Pembatasan Hak?

BEM UI Dicegat Polisi, Ketertiban atau Pembatasan Hak?

by dimas
Agustus 18, 2026

BEM UI dicegat polisi saat hendak demo di Bundaran HI. Perdebatan soal ketertiban dan hak menyampaikan pendapat pun mengemuka. Tabooo.id...

Next Post
RUU Perampasan Aset Dikebut, Bisa Selesai atau Kembali Tertunda?

RUU Perampasan Aset Dikebut, Bisa Selesai atau Kembali Tertunda?

Madilog Series

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026

Marx Series

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id