Kamis, Juli 23, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Hari Anak Nasional: Masa Kecil Tak Seharusnya Habis di Depan Gawai

by eko
Juli 23, 2026
in Reality
A A
Home Reality
Share on FacebookShare on Twitter
Peringatan Hari Anak Nasional 2026 menjadi momentum pemerintah mengajak anak kembali bermain dan membatasi penggunaan gawai di sekolah. Tujuan dari langkah ini adalah demi tumbuh kembang yang lebih sehat.

Tabooo.id – Di tengah dominasi layar dalam kehidupan sehari-hari anak, pemerintah kembali mengingatkan pentingnya bermain dan berinteraksi. Selain itu, tumbuh secara alami merupakan bagian dari hak dasar anak.

Anak-anak Indonesia kini semakin akrab dengan layar. Mereka belajar melalui gawai, bermain lewat aplikasi, hingga berinteraksi melalui media sosial sebagai bagian dari keseharian. Namun, di tengah perubahan tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) membawa pesan berbeda pada peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026. Pesannya adalah anak perlu kembali bermain, berinteraksi, dan tumbuh bersama.

Kemendikdasmen melalui Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) memperingati Hari Anak Nasional 2026 di Tugu Daun Sirih Emas, Alun-alun Gurindam Tepi Laut, Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Kamis (23/7). Dengan mengusung tema “Semua Setara Riang Bersama”, peringatan ini mengajak semua pihak untuk memastikan setiap anak Indonesia memiliki kesempatan yang sama. Anak-anak harus dapat tumbuh, belajar, bermain, dan berkembang tanpa diskriminasi.

Pemerintah tidak hanya menggelar seremoni tahunan. Namun, mereka juga memanfaatkan momentum ini untuk mengampanyekan pelaksanaan Surat Edaran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 18 Tahun 2026 tentang Pembatasan Penggunaan Gawai di Lingkungan Satuan Pendidikan.

Bermain Kembali Menjadi Prioritas

Direktur Pendidikan Anak Usia Dini Kemendikdasmen, Kurniawan, menegaskan bahwa Hari Anak Nasional bukan sekadar perayaan simbolis. Ia menilai pemenuhan hak anak membutuhkan kerja sama seluruh pihak, mulai dari pemerintah, sekolah, keluarga, hingga masyarakat.

Ini Belum Selesai

Yahukimo Berdarah, Tiga Warga Sipil Tewas di Tengah Konflik

Putusan MK: Kuota Internet Tak Boleh Hangus Sembarangan

“Pemenuhan hak dan perlindungan anak tidak dapat dilakukan sendirian. Diperlukan kerja sama lintas sektor agar setiap anak benar-benar terlindungi, terdidik, dan tumbuh dalam lingkungan yang sehat,” ujar Kurniawan.

Kemendikdasmen mewujudkan pesan tersebut melalui Main Raya Anak Nusantara, sebuah ruang bermain yang memadukan permainan tradisional. Selain itu, ruang ini juga menggabungkan aktivitas berbasis Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics (STEAM) serta eksplorasi alam.

Anak-anak usia PAUD hingga SD kelas rendah berperan sebagai ilmuwan cilik. Mereka mengeksplorasi alam, bermain peran, membuat layang-layang, hingga merancang kincir angin. Sementara itu, peserta didik SD kelas tinggi hingga SMA kembali mengenal permainan tradisional. Misalnya seperti congklak, gasing, bakiak, rangku alu, egrang batok, dan perahu jong.

Aktivitas tersebut tidak hanya menghibur. Setiap permainan melatih kemampuan berpikir, kerja sama, kreativitas, kecerdasan emosional, hingga keterampilan sosial anak.

Pembatasan Gawai Bukan Berarti Anti Teknologi

Salah satu fokus utama Hari Anak Nasional tahun ini adalah kampanye pembatasan penggunaan gawai di lingkungan sekolah.

Kemendikdasmen menegaskan bahwa kebijakan ini bukan larangan mutlak terhadap teknologi. Pemerintah ingin menciptakan keseimbangan antara pembelajaran digital dan pengalaman belajar langsung.

Menurut Kurniawan, anak belajar paling efektif melalui interaksi tatap muka dan permainan nyata. Cara ini membantu mereka mengenali lingkungan, membangun empati, serta mengembangkan kemampuan sosial.

“Permainan langsung dan interaksi antarsesama adalah cara terbaik anak belajar. Pembatasan gawai di sekolah bukan larangan mutlak, melainkan upaya memastikan anak lebih banyak berinteraksi nyata, bukan melalui layar,” katanya.

Langkah ini juga membantu menjaga kesehatan fisik anak, mengurangi ketergantungan pada layar, serta memperkuat perkembangan kognitif dan emosional mereka.

Hak Anak Adalah Tanggung Jawab Bersama

Peringatan Hari Anak Nasional 2026 turut dihadiri oleh Solidaritas Perempuan untuk Indonesia (Seruni) Kabinet Merah Putih, pejabat Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, serta Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Selain itu, hadir pula Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, serta peserta didik dari berbagai jenjang pendidikan.

Kehadiran berbagai lembaga tersebut menunjukkan bahwa perlindungan anak bukan hanya tugas dunia pendidikan. Semua pihak perlu berperan agar setiap anak dapat tumbuh dalam lingkungan yang aman, inklusif, dan ramah.

Di era digital, anak menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Mereka tidak hanya membutuhkan akses pendidikan dan kesehatan, tetapi juga harus menghadapi banjir informasi dan risiko kecanduan gawai. Di samping itu, ruang bermain di dunia nyata juga semakin berkurang. Karena itu, ajakan untuk kembali bermain bersama menjadi semakin relevan.

Hari Anak Nasional tahun ini mengingatkan bahwa kemajuan teknologi tidak boleh menghilangkan pengalaman paling mendasar dalam masa kanak-kanak. Pengalaman itu adalah bermain, berinteraksi, dan belajar langsung dari kehidupan di sekitarnya.

Pada akhirnya, tema “Semua Setara Riang Bersama” menjadi lebih dari sekadar slogan. Tema ini mengingatkan bahwa setiap anak Indonesia berhak tumbuh dalam lingkungan yang memberi ruang untuk belajar, berekspresi, dan menikmati masa kecilnya secara utuh.@eko

Tags: Hak AnakHari Anak Nasional 2026KemendikdasmenPembatasan GawaiPendidikan Anak

Kamu Melewatkan Ini

Hari Anak Nasional: Melindungi Tak Cukup dengan Seremoni

Hari Anak Nasional: Melindungi Tak Cukup dengan Seremoni

by dimas
Juli 23, 2026

Hari Anak Nasional menjadi pengingat bahwa melindungi anak tak cukup dengan seremoni. Rasa aman harus hadir di rumah, sekolah, dan...

Hari Anak Nasional: Ribuan Anak Masih Jadi Korban Kekerasan

Hari Anak Nasional: Ribuan Anak Masih Jadi Korban Kekerasan

by dimas
Juli 22, 2026

Hari Anak Nasional 2026 menjadi pengingat bahwa kekerasan terhadap anak masih mengkhawatirkan. Data KPAI mencatat 1.866 pengaduan sepanjang 2026, menunjukkan...

Prestasi Tinggi, Data Ter-hidden: Hak Anak Nyaris Tersingkir dari SMP Negeri

Prestasi Tinggi, Data Ter-hidden: Hak Anak Nyaris Tersingkir dari SMP Negeri

by teguh
Juni 23, 2026

Sistem SPMB Palembang sempat menghalangi seorang siswa berprestasi masuk SMP negeri. Sistem tidak menampilkan data pendaftaran siswa itu pada daftar...

Next Post
Belasan Santri Diduga Keracunan MBG, Ujian Pertama Sudaryono

Belasan Santri Diduga Keracunan MBG, Ujian Pertama Sudaryono

Madilog Series

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026

Marx Series

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id