Kamis, September 17, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Hari Anak Nasional: Masa Kecil Tak Seharusnya Habis di Depan Gawai

by eko
Juli 23, 2026
in Reality
A A
Home Reality
Share on Facebook
Share on Twitter
Peringatan Hari Anak Nasional 2026 menjadi momentum pemerintah mengajak anak kembali bermain dan membatasi penggunaan gawai di sekolah. Tujuan dari langkah ini adalah demi tumbuh kembang yang lebih sehat.

Tabooo.id – Di tengah dominasi layar dalam kehidupan sehari-hari anak, pemerintah kembali mengingatkan pentingnya bermain dan berinteraksi. Selain itu, tumbuh secara alami merupakan bagian dari hak dasar anak.

Anak-anak Indonesia kini semakin akrab dengan layar. Mereka belajar melalui gawai, bermain lewat aplikasi, hingga berinteraksi melalui media sosial sebagai bagian dari keseharian. Namun, di tengah perubahan tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) membawa pesan berbeda pada peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026. Pesannya adalah anak perlu kembali bermain, berinteraksi, dan tumbuh bersama.

Kemendikdasmen melalui Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) memperingati Hari Anak Nasional 2026 di Tugu Daun Sirih Emas, Alun-alun Gurindam Tepi Laut, Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Kamis (23/7). Dengan mengusung tema “Semua Setara Riang Bersama”, peringatan ini mengajak semua pihak untuk memastikan setiap anak Indonesia memiliki kesempatan yang sama. Anak-anak harus dapat tumbuh, belajar, bermain, dan berkembang tanpa diskriminasi.

Pemerintah tidak hanya menggelar seremoni tahunan. Namun, mereka juga memanfaatkan momentum ini untuk mengampanyekan pelaksanaan Surat Edaran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 18 Tahun 2026 tentang Pembatasan Penggunaan Gawai di Lingkungan Satuan Pendidikan.

Bermain Kembali Menjadi Prioritas

Direktur Pendidikan Anak Usia Dini Kemendikdasmen, Kurniawan, menegaskan bahwa Hari Anak Nasional bukan sekadar perayaan simbolis. Ia menilai pemenuhan hak anak membutuhkan kerja sama seluruh pihak, mulai dari pemerintah, sekolah, keluarga, hingga masyarakat.

Ini Belum Selesai

Warung Mi dan Babi Sukoharjo Dibakar, 12 Saksi Diperiksa Polisi

TPNPB Klaim Tembak Sopir di Wamena-Nduga: Jalur Publik Jadi Zona Ancaman

“Pemenuhan hak dan perlindungan anak tidak dapat dilakukan sendirian. Diperlukan kerja sama lintas sektor agar setiap anak benar-benar terlindungi, terdidik, dan tumbuh dalam lingkungan yang sehat,” ujar Kurniawan.

Kemendikdasmen mewujudkan pesan tersebut melalui Main Raya Anak Nusantara, sebuah ruang bermain yang memadukan permainan tradisional. Selain itu, ruang ini juga menggabungkan aktivitas berbasis Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics (STEAM) serta eksplorasi alam.

Anak-anak usia PAUD hingga SD kelas rendah berperan sebagai ilmuwan cilik. Mereka mengeksplorasi alam, bermain peran, membuat layang-layang, hingga merancang kincir angin. Sementara itu, peserta didik SD kelas tinggi hingga SMA kembali mengenal permainan tradisional. Misalnya seperti congklak, gasing, bakiak, rangku alu, egrang batok, dan perahu jong.

Aktivitas tersebut tidak hanya menghibur. Setiap permainan melatih kemampuan berpikir, kerja sama, kreativitas, kecerdasan emosional, hingga keterampilan sosial anak.

Pembatasan Gawai Bukan Berarti Anti Teknologi

Salah satu fokus utama Hari Anak Nasional tahun ini adalah kampanye pembatasan penggunaan gawai di lingkungan sekolah.

Kemendikdasmen menegaskan bahwa kebijakan ini bukan larangan mutlak terhadap teknologi. Pemerintah ingin menciptakan keseimbangan antara pembelajaran digital dan pengalaman belajar langsung.

Menurut Kurniawan, anak belajar paling efektif melalui interaksi tatap muka dan permainan nyata. Cara ini membantu mereka mengenali lingkungan, membangun empati, serta mengembangkan kemampuan sosial.

“Permainan langsung dan interaksi antarsesama adalah cara terbaik anak belajar. Pembatasan gawai di sekolah bukan larangan mutlak, melainkan upaya memastikan anak lebih banyak berinteraksi nyata, bukan melalui layar,” katanya.

Langkah ini juga membantu menjaga kesehatan fisik anak, mengurangi ketergantungan pada layar, serta memperkuat perkembangan kognitif dan emosional mereka.

Hak Anak Adalah Tanggung Jawab Bersama

Peringatan Hari Anak Nasional 2026 turut dihadiri oleh Solidaritas Perempuan untuk Indonesia (Seruni) Kabinet Merah Putih, pejabat Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, serta Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Selain itu, hadir pula Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, serta peserta didik dari berbagai jenjang pendidikan.

Kehadiran berbagai lembaga tersebut menunjukkan bahwa perlindungan anak bukan hanya tugas dunia pendidikan. Semua pihak perlu berperan agar setiap anak dapat tumbuh dalam lingkungan yang aman, inklusif, dan ramah.

Di era digital, anak menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Mereka tidak hanya membutuhkan akses pendidikan dan kesehatan, tetapi juga harus menghadapi banjir informasi dan risiko kecanduan gawai. Di samping itu, ruang bermain di dunia nyata juga semakin berkurang. Karena itu, ajakan untuk kembali bermain bersama menjadi semakin relevan.

Hari Anak Nasional tahun ini mengingatkan bahwa kemajuan teknologi tidak boleh menghilangkan pengalaman paling mendasar dalam masa kanak-kanak. Pengalaman itu adalah bermain, berinteraksi, dan belajar langsung dari kehidupan di sekitarnya.

Pada akhirnya, tema “Semua Setara Riang Bersama” menjadi lebih dari sekadar slogan. Tema ini mengingatkan bahwa setiap anak Indonesia berhak tumbuh dalam lingkungan yang memberi ruang untuk belajar, berekspresi, dan menikmati masa kecilnya secara utuh.@eko

Tags: Hak AnakHari Anak Nasional 2026KemendikdasmenPembatasan GawaiPendidikan Anak

Kamu Melewatkan Ini

Program Bantuan Smart TV Sudah Sampai, Listriknya Kapan?

Program Bantuan Smart TV Sudah Sampai, Listriknya Kapan?

by teguh
September 14, 2026

Ada satu pemandangan yang membuat program digitalisasi pendidikan terasa seperti sedang berjalan dengan dua kecepatan. Di SD Negeri Mboeng, Manggarai...

Smart TV di Sekolah, Listrik Masih Jadi Soal: Negara Sedang Membangun Apa?

Smart TV di Sekolah, Listrik, Internet Masih Jadi Soal: Negara Sedang Membangun Apa?

by teguh
September 12, 2026

Layar interaktif kini masuk ke ruang kelas hingga pelosok Nusa Tenggara Timur dengan hadirnya bantuan Smart TV di sekolah melalui...

Program Digitalisasi Harus jalan, Smart TV untuk Sekolah Rusak, Listriknya?

Program Digitalisasi Harus jalan, Smart TV untuk Sekolah Rusak, Listriknya?

by teguh
September 12, 2026

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menjelaskan polemik bantuan program digitasasi perangkat digital untuk SD Negeri Mboeng, Manggarai...

Next Post
Belasan Santri Diduga Keracunan MBG, Ujian Pertama Sudaryono

Belasan Santri Diduga Keracunan MBG, Ujian Pertama Sudaryono

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id