Rabu, Mei 13, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Indonesia Sudah Konsisten: Kenaikan Harga Menjadi Rutinitas

by jeje
Mei 9, 2026
in Edge
A A
Home Edge
Share on FacebookShare on Twitter
Belanja kebutuhan dapur sekarang terasa seperti permainan bertahan hidup. Uang Rp100 ribu masuk pasar dengan percaya diri, lalu pulang bersama rasa bingung: “Kok cepet habis?” Ketika cabai, bawang, dan minyak goreng terus naik, yang sebenarnya ikut terkuras bukan cuma dompet publik, tapi juga rasa aman mereka menjalani hidup sehari-hari.

Tabooo.id – Belanja dapur sekarang punya unsur thriller. Masuk pasar dengan uang Rp100 ribu rasanya seperti ikut permainan bertahan hidup. Deg-degan, penuh plot twist, lalu sering berakhir dengan kalimat: “Loh, kok udah habis?” Sabtu (9/5/2026), harga cabai rawit merah naik sampai Rp65.350 per kilogram. Bawang merah ikut bergerak naik. Selain itu, minyak goreng kembali merangkak.

Sementara kondisi ekonomi publik? Ya begitu-begitu saja. Ironisnya, masyarakat mulai terbiasa.

Dulu, kenaikan harga sedikit saja bisa mengubah grup WhatsApp keluarga menjadi forum ekonomi nasional. Sekarang, banyak orang cuma menghela napas, lalu lanjut memilih antara beli cabai atau beli lauk.

Ini bukan karena publik makin sabar.

Sebaliknya, publik makin lelah.

Ini Belum Selesai

Seblak Pedas, Burnout, dan Perempuan Modern

Katanya Reformasi Polri Total, Tapi Kenapa Praktik Lama Belum Benar-Benar Hilang?

Negara Naik, Gaji Jalan Santai

Masalah terbesar dari kenaikan harga bukan cuma angka di pasar.

Masalahnya, kecepatan hidup sekarang tidak lagi seimbang.

Harga bergerak seperti dikejar deadline. Namun, penghasilan banyak orang tetap berjalan seperti loading WiFi tetangga.

Cabai naik. Minyak naik. Beras naik.

Sementara itu, yang belum naik mungkin cuma saldo rekening.

Dan seperti biasa, masyarakat kembali mendengar satu kata andalan: “adaptif”.

Kalimat paling sopan untuk menjelaskan bahwa hidup makin mahal.

Publik Sedang Belajar Jadi Manusia Survival

Sekarang orang mulai punya kemampuan baru:

Menghitung harga cabai lebih cepat daripada menghitung masa depan.

Warung makan mulai mengurangi sambal. Anak kos mulai menganggap telur sebagai investasi jangka panjang. Di sisi lain, ibu rumah tangga diam-diam mengubah daftar belanja menjadi strategi bertahan hidup.

Lucunya, masyarakat mulai menganggap semua ini normal.

Padahal, tidak ada yang normal ketika kebutuhan dasar terasa makin sulit dijangkau.

Yang Konsisten Naik

Di Indonesia, ketika kepercayaan publik, harapan hidup, dan janji politik terus naik turun, hanya satu hal yang tampaknya tetap disiplin naik:

harga kebutuhan hidup, sampai masyarakat hari ini tidak lagi panik melihat harga melonjak, mereka cuma capek. @jeje

Tags: Harga PanganIndonesia EmasInflasiNasional

Kamu Melewatkan Ini

Profil Dandhy Laksono: Jurnalis yang Memilih Bertanya Saat Banyak Orang Diam

Profil Dandhy Laksono: Jurnalis yang Memilih Bertanya Saat Banyak Orang Diam

by jeje
Mei 12, 2026

Dandhy Laksono kembali jadi sorotan. Bukan karena kontroversi biasa, tetapi karena film dokumenternya, Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita, memicu rasa...

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia: Angka Naik, Tapi Dapur Warga Tetap Sakit?

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia: Angka Naik, Tapi Dapur Warga Tetap Sakit?

by dimas
Mei 11, 2026

Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang disebut mencapai 5,61 persen pada triwulan pertama 2026 disambut optimistis oleh pemerintah sebagai tanda pemulihan dan...

Negara Bicara Pertumbuhan, Warung Kecil Bicara Cara Bertahan

Saat Negara Bicara Pertumbuhan, Warung Kecil Belum Selesai Bertahan

by jeje
Mei 9, 2026

Di tengah harga pangan yang terus naik, pedagang kecil mulai menghadapi dilema paling melelahkan: menaikkan harga jual dan kehilangan pelanggan,...

Next Post
May Day 2026 Yogyakarta: Mei Melawan yang “Dilawan”

May Day 2026 Yogyakarta: "Mei Melawan" Tapi Dilawan

Pilihan Tabooo

Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Peristiwa Yesus Naik Ke Surga: Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Mei 10, 2026

Realita Hari Ini

MPR RI Nonaktifkan Juri dan MC LCC Kalbar Usai Polemik Jawaban DPD Viral

MPR RI Nonaktifkan Juri dan MC LCC Kalbar Usai Polemik Jawaban DPD Viral

Mei 12, 2026

Rupiah Anjlok ke Rp 17.500 per Dolar AS, Investor Mulai Kehilangan Kepercayaan

Mei 12, 2026

Kuota Tanpa Batas? Nyaman Buat Kamu, Tapi Jaringan Bisa Kewalahan

Mei 8, 2026

Sekolah Rakyat di Kupang: Jalan Baru Anak Miskin Keluar dari Batas Pendidikan?

Mei 12, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Figures

© 2026 Tabooo.id