Sabtu, Juni 27, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Indonesia Sudah Konsisten: Kenaikan Harga Menjadi Rutinitas

by jeje
Mei 9, 2026
in Edge
A A
Home Edge
Share on FacebookShare on Twitter
Belanja kebutuhan dapur sekarang terasa seperti permainan bertahan hidup. Uang Rp100 ribu masuk pasar dengan percaya diri, lalu pulang bersama rasa bingung: “Kok cepet habis?” Ketika cabai, bawang, dan minyak goreng terus naik, yang sebenarnya ikut terkuras bukan cuma dompet publik, tapi juga rasa aman mereka menjalani hidup sehari-hari.

Tabooo.id – Belanja dapur sekarang punya unsur thriller. Masuk pasar dengan uang Rp100 ribu rasanya seperti ikut permainan bertahan hidup. Deg-degan, penuh plot twist, lalu sering berakhir dengan kalimat: “Loh, kok udah habis?” Sabtu (9/5/2026), harga cabai rawit merah naik sampai Rp65.350 per kilogram. Bawang merah ikut bergerak naik. Selain itu, minyak goreng kembali merangkak.

Sementara kondisi ekonomi publik? Ya begitu-begitu saja. Ironisnya, masyarakat mulai terbiasa.

Dulu, kenaikan harga sedikit saja bisa mengubah grup WhatsApp keluarga menjadi forum ekonomi nasional. Sekarang, banyak orang cuma menghela napas, lalu lanjut memilih antara beli cabai atau beli lauk.

Ini bukan karena publik makin sabar.

Sebaliknya, publik makin lelah.

Ini Belum Selesai

Bayar Tepat Waktu, Layanan Kapan Tepat?

Reformati: Ketika Jalanan Menjadi Pengadilan Kekuasaan

Negara Naik, Gaji Jalan Santai

Masalah terbesar dari kenaikan harga bukan cuma angka di pasar.

Masalahnya, kecepatan hidup sekarang tidak lagi seimbang.

Harga bergerak seperti dikejar deadline. Namun, penghasilan banyak orang tetap berjalan seperti loading WiFi tetangga.

Cabai naik. Minyak naik. Beras naik.

Sementara itu, yang belum naik mungkin cuma saldo rekening.

Dan seperti biasa, masyarakat kembali mendengar satu kata andalan: “adaptif”.

Kalimat paling sopan untuk menjelaskan bahwa hidup makin mahal.

Publik Sedang Belajar Jadi Manusia Survival

Sekarang orang mulai punya kemampuan baru:

Menghitung harga cabai lebih cepat daripada menghitung masa depan.

Warung makan mulai mengurangi sambal. Anak kos mulai menganggap telur sebagai investasi jangka panjang. Di sisi lain, ibu rumah tangga diam-diam mengubah daftar belanja menjadi strategi bertahan hidup.

Lucunya, masyarakat mulai menganggap semua ini normal.

Padahal, tidak ada yang normal ketika kebutuhan dasar terasa makin sulit dijangkau.

Yang Konsisten Naik

Di Indonesia, ketika kepercayaan publik, harapan hidup, dan janji politik terus naik turun, hanya satu hal yang tampaknya tetap disiplin naik:

harga kebutuhan hidup, sampai masyarakat hari ini tidak lagi panik melihat harga melonjak, mereka cuma capek. @jeje

Tags: Harga PanganIndonesia EmasInflasiNasional

Kamu Melewatkan Ini

Efek Domino Pertamax Naik: Dari SPBU Sampai ke Dapur Rakyat

Efek Domino Pertamax Naik: Dari SPBU Sampai ke Dapur Rakyat

by dimas
Juni 11, 2026

Harga Pertamax melonjak menjadi Rp16.250 per liter. Kenaikan itu mungkin terlihat berhenti di papan harga SPBU. Namun dalam ekonomi sehari-hari,...

Rupiah Sekarat, Rakyat Melarat

Rupiah Sekarat, Rakyat Melarat

by Tabooo
Juni 10, 2026

Rupiah melemah tidak hanya terasa di pasar uang. Ia masuk ke dapur, pom bensin, toko elektronik, bengkel, dan meja makan...

Birokrasi atau Balas Jasa Politik? Tito Bongkar Praktik Titipan Honorer di Daerah

Birokrasi atau Balas Jasa Politik? Tito Bongkar Praktik Titipan Honorer di Daerah

by teguh
Juni 9, 2026

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian membuka kembali perdebatan lama tentang hubungan politik dan birokrasi daerah. Dalam rapat bersama Komisi II...

Next Post
May Day 2026 Yogyakarta: Mei Melawan yang “Dilawan”

May Day 2026 Yogyakarta: "Mei Melawan" Tapi Dilawan

Madilog Series

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026

Marx Series

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id