Rabu, November 4, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Geng Hilang, Ketakutan Datang: di Balik “Keamanan” El Salvador

by Waras
April 27, 2026
in Deep
A A
Home Deep
El Salvador terlihat lebih aman hari ini. Jalanan lebih tenang. Angka pembunuhan turun tajam. Tapi satu pertanyaan belum hilang: ini kemenangan nyata, atau ilusi yang dibangun dari rasa takut?

Tabooo.id: Deep – Sejak Maret 2022, Presiden El Savador, Nayib Bukele memilih jalur ekstrem. Ia tidak menegosiasikan. Ia menyerang.

Negara datang dengan tangan besi yang bergerak cepat. Aparat menangkap puluhan ribu orang dalam waktu singkat. Penjara langsung penuh. Bahkan pemerintah menggelar sidang massal untuk ratusan tersangka sekaligus.

Target utamanya jelas yaitu MS-13.

Hasilnya langsung terlihat. Statistik kriminal turun drastis. Dunia mulai melirik El Salvador sebagai model baru perang melawan geng. Tapi angka tidak pernah bercerita lengkap.

Keamanan yang Datang dengan Harga Mahal

Pemerintah memperluas kekuasaan lewat status darurat. Sehingga aparat bisa menangkap siapa saja tanpa proses panjang.

Ini Belum Selesai

Kapolres Sukoharjo Dicopot Usai Penggeledahan Ponpes, Ini Kronologi Lengkapnya

Kenduri Dawet: Etika Masyarakat Jatinom dalam Merawat Alam

Kelompok HAM langsung bereaksi. Mereka menemukan banyak kasus penahanan tanpa bukti kuat. Sementara itu, warga sipil ikut terseret.

Masalahnya sederhana tapi berbahaya yaitu kalau negara bisa menangkap siapa saja, siapa yang melindungi orang yang tidak bersalah?

Di titik ini, negara tidak hanya melawan kejahatan. Tapi mulai menguji batas kebebasan.

Akar Masalah yang Sengaja Dilupakan

Orang sering melihat MS-13 sebagai monster. Tapi jarang yang bertanya: siapa yang menciptakan mereka?

Jawabannya tidak sederhana. Tapi jejaknya jelas.

Pada 1980-an, warga El Salvador melarikan diri dari perang. Mereka datang ke Los Angeles untuk mencari hidup baru. Di sana, mereka tidak menemukan perlindungan, akan tetapi menemukan kekerasan. Anak-anak muda membentuk geng untuk bertahan hidup. Dari situ, MS-13 lahir. Kecil. Lokal. Dan terbatas.

Lalu datang kebijakan yang mengubah segalanya.

Deportasi yang Menyebarkan Api

Pada 1990-an, pemerintah Amerika Serikat mulai mendeportasi pelaku kriminal, termasuk anggota geng. Ribuan orang dikirim kembali ke El Salvador, Honduras, dan Guatemala.

Mereka tidak pulang sebagai warga biasa tetapi sebagai anggota geng. Dimana mereka membawa jaringan, membawa pengalaman dan kekerasan.

Negara-negara itu tidak siap. Institusi lemah. Ekonomi rapuh. Penegakan hukum terbatas.

Geng tidak hanya bertahan, tapi malah berkembang.

Ketika Negara Kalah dari Sistem Bayangan

MS-13 tumbuh cepat. Mereka merekrut anak muda dari lingkungan miskin. Menguasai wilayah dan menciptakan sistem kekuasaan sendiri.

Di beberapa tempat, mereka bahkan menggantikan negara. Mereka memberi “perlindungan”, menyediakan uang dan memberi identitas bagi yang tidak punya pilihan.

Negara kehilangan kontrol. Dan masyarakat membayar harganya.

Ini bukan sekadar cerita geng. Tapi cerita tentang siklus kebijakan.

Satu negara menciptakan masalah. Negara lain menerima dampaknya. Lalu negara mencoba menyelesaikannya dengan cara cepat.

Dan cara cepat hampir selalu meninggalkan luka baru.

Hidup di Antara Aman dan Takut

Hari ini, warga El Salvador memang merasa lebih aman. Mereka bisa berjalan tanpa ancaman geng di setiap sudut.

Tapi rasa takut tidak hilang. Rasa takut yang hanya berubah bentuk.

Orang takut salah bicara, takut berada di tempat yang salah, dan takut dianggap bersalah tanpa bukti.

Keamanan hadir. Tapi rasa aman belum tentu ikut datang.

Nayib Bukele mungkin sedang menang. Statistik mendukungnya. Dunia memujinya. Tapi kemenangan ini masih berada di permukaan.

Selama kemiskinan tetap ada, sistem sosial tetap rapuh, dan selama negara hanya fokus pada hukuman tanpa perbaikan, masalah yang sama bisa muncul kembali.

Geng bisa hilang hari ini. Tapi sistem yang melahirkannya masih ada.

Dan selama sistem itu hidup, siklus ini tidak akan benar-benar selesai.

Kalau satu kebijakan bisa menciptakan geng, dan kebijakan lain bisa menciptakan ketakutan baru, pertanyaannya bukan lagi siapa yang menang.

Melainkan, berapa banyak yang harus dikorbankan, sebelum kita benar-benar menyebutnya “keamanan”?. @waras

Tags: El SavadorGeng MS-13Kriminal GlobalPembunuhanPenegakan Hukum

Kamu Melewatkan Ini

Kapolres Sukoharjo Dicopot Usai Penggeledahan Ponpes, Ini Kronologi Lengkapnya

Kapolres Sukoharjo Dicopot Usai Penggeledahan Ponpes, Ini Kronologi Lengkapnya

by dimas
November 3, 2026

Kapolres Sukoharjo dicopot usai polemik penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran. Simak kronologi operasi dini hari hingga pemeriksaan Propam Polri. Tabooo.id -...

Terorisme Lingkungan: Api Membakar Hutan, Siapa yang Menikmati Keuntungannya?

Terorisme Lingkungan: Api Membakar Hutan, Siapa yang Menikmati Keuntungannya?

by teguh
Oktober 27, 2026

Ada yang kehilangan rumah ketika api melahap hutan. Ada pula warga yang harus menghirup asap, menghadapi gangguan pernapasan, dan menjalani...

Asap Belum Hilang, Sawit Sudah Tumbuh: Siapa di Baliknya?

Asap Belum Hilang, Sawit Sudah Tumbuh: Siapa di Baliknya?

by dimas
Oktober 24, 2026

Asap kebakaran belum hilang, bibit sawit mulai tumbuh di sejumlah lahan. Siapa yang menguasai kawasan dan menikmati keuntungan di baliknya?...

Next Post
Dulu Pakai Keris, Sekarang Pakai Jabatan

Dulu Pakai Keris, Sekarang Pakai Jabatan

Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id