Senin, April 13, 2026
No Result
View All Result
tabooo.id
  • Tabooo
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Talk
  • Life
  • Vibes
  • Figures
  • Tabooo Today
    • News
      • Global
      • Nasional
      • Regional
      • Kriminal
      • Bisnis
      • Sports
    • Entertainment
      • Film
      • Game
      • Musik
      • Tabooo Book Club
    • Lifestyle
      • Teknologi
      • Otomotif
      • Food
      • Travel
  • Tabooo
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Talk
  • Life
  • Vibes
  • Figures
No Result
View All Result
tabooo.id
No Result
View All Result
Home News

Film “Ayah, Ini Arahnya Kemana, Ya”: Hiburan atau Luka yang Selama Ini Kita Diamkan?

April 13, 2026
in News, Regional
A A
Film “Ayah, Ini Arahnya Kemana, Ya”: Hiburan atau Luka yang Selama Ini Kita Diamkan?

Khoirul Trian, penulis novel Ayah, Ini Arahnya Kemana, Ya?, saat menghadiri cinema visit di XXI Transmart, Surakarta, Senin (12/4/2026) sore. (Foto: Tabooo.id)

Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Regional – Bioskop biasanya jadi tempat hiburan. Tapi di Solo, film ini justru membuka luka lama.
Penonton datang untuk menonton, tapi pulang dengan perasaan yang sulit dijelaskan.

Antusiasme Penonton di Dua Lokasi

Cinema visit film Ayah, Ini Arahnya Kemana, Ya? berlangsung meriah di dua titik di Kota Solo. Acara digelar di XXI Transmart dan XXI Solo Square, Surakarta, pada Senin (12/4/2026) sore.

Sejak awal pemutaran, penonton memadati studio. Mereka penasaran dengan film adaptasi dari novel best seller karya Khoirul Trian.

Kehadiran langsung sang penulis membuat suasana semakin hidup. Penonton tidak hanya menonton, tetapi juga berdialog langsung tentang makna di balik cerita.

Cerita Personal yang Jadi Kekuatan Film

Khoirul Trian mengungkapkan, cerita ini lahir dari pengalaman pribadinya. Ia tumbuh tanpa kehadiran emosional sosok ayah.

BacaJuga

Selat Hormuz di Bawah Kendali Iran atau Ilusi Dominasi AS yang Mulai Retak?

Bayi 1,5 Tahun Dibawa Naik Gunung: FOMO atau Salah Baca Risiko?

“Sebenernya karena aku juga fatherless dan orang-orang di sekitarku juga merasakan hal yang sama. Ada luka yang turun-temurun dalam keluarga. Kalau tidak disembuhkan, kita akan mengalami hal yang sama,” ujarnya.

Ia menegaskan ingin memutus rantai tersebut. Menurutnya, banyak ayah hadir secara fisik, tetapi gagal hadir secara emosional.

“Kadang ayah nggak tahu caranya bilang kangen sama anaknya. Kalau ini nggak diputus, jarak itu akan terus ada,” lanjutnya.

Potret Dira dan Realita Keluarga

Film ini mengangkat kisah Dira, seorang anak perempuan yang hidup dalam keluarga yang terlihat utuh. Namun, di dalamnya ada kekosongan yang tidak terlihat.

Ayah hadir, tetapi tidak benar-benar ada.
Akibatnya, Dira tumbuh dengan kebingungan arah hidup, terutama saat keluarganya menghadapi krisis.

Cerita ini juga menyoroti bagaimana anak dipaksa dewasa terlalu cepat. Dira harus menghadapi tekanan hidup saat fondasi keluarganya mulai runtuh.

Reaksi Emosional Penonton

Sepanjang pemutaran, emosi penonton terlihat jelas. Banyak yang menangis, bahkan hingga film berakhir.

Salah satu penonton, Rina (19), mengaku sangat tersentuh.

“Aku terbawa suasana banget, sampai nangis. Filmnya relate sama kehidupan. Aku jadi makin sayang sama ayah,” ujarnya.

Respons ini menunjukkan bahwa cerita dalam film tidak terasa jauh. Justru terasa terlalu dekat.

Ini Luka yang Diulang

Ini bukan hanya soal film keluarga. Ini tentang pola yang terus berulang.

Fatherless bukan selalu berarti tanpa ayah.
Kadang, ayah ada tapi hubungan itu kosong.

Dan mungkin, tanpa sadar, banyak keluarga sedang menjalani hal yang sama.

Bukan Cerita Orang Lain

Ini dampaknya buat kamu, Film ini memaksa kita melihat ulang hubungan dengan orang tua.

Apakah selama ini kita benar-benar dekat?
Atau hanya terlihat dekat dari luar?

Ada yang Salah di Keluarga Kita

Film seperti ini jarang muncul tanpa alasan. Ada keresahan yang nyata di masyarakat.

Minimnya komunikasi emosional dalam keluarga bukan hal baru. Tapi selama ini, banyak yang memilih diam.

Dan ketika cerita ini muncul di layar lebar, reaksi publik langsung kuat. Kenapa? Karena ini bukan cerita orang lain.

Ini cerita kita.

Sampai Kapan Dibiarkan?

Kalau satu film saja bisa membuat satu ruangan menangis,
mungkin masalahnya bukan di filmnya.

Tapi di realita yang selama ini kita abaikan. @dimas

Tags: AdaptasiFilmAyahAyah Ini Arahnya Kemana YaCinema VisitDrama KeluargaEmotionalFatherlessFilm IndonesiaFilmDramaHubunganKeluargaKhoirul TrianKisahNovelorang tuaParentingSoloSolo EventSurakartaTransmart SoloXXI

REKOMENDASI TABOOO

Buku Ini Bukan Tentang Ayah. Ini Tentang Kehilangan Arah

Buku Ini Bukan Tentang Ayah. Ini Tentang Kehilangan Arah

by jeje
April 13, 2026

Tabooo.id: Tabooo Book Club - Ada fase dalam hidup ketika semuanya terlihat baik-baik saja. Kamu punya rumah, rutinitas, bahkan mimpi....

Odong-Odong: Ritual Kecil yang Bikin Anak Besar Hatinya

Odong-Odong: Ritual Kecil yang Bikin Anak Besar Hatinya

by eko
April 12, 2026

Tabooo.id: Vibes - Pernah sadar tidak, yang bikin anak tertawa seringnya bukan yang mahal?Bukan playground di mall. Bukan mainan bermerek....

Anak yang Main, atau Orang Tua yang Sebenarnya Istirahat?

Anak yang Main, atau Orang Tua yang Sebenarnya Istirahat?

by eko
April 12, 2026

Tabooo.id: Talk - Minggu pagi kamu berniat jogging. Namun, langkah justru berhenti di bangku plastik dekat kolam terpal merah. Di...

Next Post
Kapal Dagang Diserang di Selat Hormuz, Pasokan Minyak Global Terancam

AS Blokade Selat Hormuz: Tekanan atau Awal Krisis Energi Global?

Recommended

Dari Greenland ke Amandemen ke-25: Episode Baru Trump

Amerika dan Rasa Takutnya: Iran atau Bayangannya Sendiri?

April 8, 2026
Garuda Menggila, Souto: Ini Bukan Soal Skor, Ini Soal Masa Depan

Garuda Menggila, Souto: Ini Bukan Soal Skor, Ini Soal Masa Depan

April 7, 2026

Popular

Film “Ayah, Ini Arahnya Kemana, Ya”: Hiburan atau Luka yang Selama Ini Kita Diamkan?

Film “Ayah, Ini Arahnya Kemana, Ya”: Hiburan atau Luka yang Selama Ini Kita Diamkan?

April 13, 2026

Ganti Presiden? Prabowo: Silakan, Tapi Lewat Sistem

April 13, 2026

Isu Pelengseran Prabowo: Suara Rakyat atau Operasi Senyap?

April 13, 2026

Orang Hilang Diserahkan ke Polisi, Tapi Malah Dilepas: Ini Sistem atau Kebiasaan?

April 13, 2026

Bayi 1,5 Tahun Dibawa Naik Gunung: FOMO atau Salah Baca Risiko?

April 13, 2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
PT Tabooo Network Indonesia

© 2026 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
    • Deep
    • Edge
    • Vibes
    • Talk
    • Check
    • Life
    • Figures
  • Tabooo Today
    • News
      • Global
      • Nasional
      • Regional
      • Bisnis
      • Kriminal
    • Entertainment
      • Film
      • Musik
      • Tabooo Book Club
      • Game
    • Lifestyle
      • Sports
      • Teknologi
      • Otomotif
      • Food
      • Health
      • Travel

© 2026 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.