Sabtu, Juli 18, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Film Ini Bicara Soal Luka yang Tak Terlihat: Ayah Ini Arahnya Kemana ya?

by jeje
April 9, 2026
in Film
A A
Home Culture Film
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Film – Film keluarga biasanya identik dengan kehangatan dan pelukan yang menenangkan. Namun, Ayah, Ini Arahnya Kemana, Ya? justru menawarkan sesuatu yang lebih jujur dan tidak selalu nyaman. Cerita ini terasa dekat, bahkan mungkin terlalu dekat bagi sebagian orang. 

Rumah yang Terlihat Hangat, Tapi Retak di Dalam

Pada awalnya, kehidupan Dira dan Darin tampak sederhana. Mereka tumbuh di rumah “Soto Bu Lia” yang terlihat hidup dan penuh aktivitas. Namun, di balik suasana itu, tersimpan luka yang perlahan mengendap.

Di satu sisi, Yudi sebagai ayah memang selalu hadir secara fisik. Akan tetapi, ia tidak benar-benar memberi arah bagi keluarganya. Sebaliknya, Lia justru mengambil peran lebih besar. Ia bekerja tanpa henti demi menjaga keseimbangan rumah tangga.

Masalahnya, kondisi seperti ini tidak bisa bertahan selamanya.

Titik Balik: Ledakan yang Mengubah Segalanya

Kemudian, sebuah insiden terjadi. Ledakan kompor di rumah mereka menjadi titik balik yang mengubah segalanya.

Ini Belum Selesai

Seni dalam Kain: Merawat Warisan, Menolak Dilupakan

Lima Film Dokumenter TABOOO Cinema Lab Rekam Realita di Winongo

Akibat kejadian tersebut, Lia mengalami luka serius. Selain itu, kondisi ekonomi keluarga langsung goyah karena biaya pengobatan yang tinggi. Pada saat yang sama, utang yang selama ini tersembunyi mulai muncul ke permukaan.

Sejak itu, tekanan dalam keluarga semakin terasa nyata.

Ketika Anak Dipaksa Dewasa Terlalu Cepat

Dalam situasi yang semakin sulit, Dira tidak punya banyak pilihan. Ia mulai bekerja untuk membantu keluarga. Dengan kata lain, ia dipaksa tumbuh lebih cepat dari seharusnya.

Sementara itu, Darin menunjukkan reaksi berbeda. Ia meluapkan emosinya melalui perilaku agresif, seperti berkelahi dan terlibat tawuran.

Meski berbeda, keduanya memiliki akar masalah yang sama. Kurangnya komunikasi dalam keluarga membuat mereka kehilangan arah.

Ini Bukan Soal Kehilangan, Ini Soal Komunikasi

Menariknya, film ini tidak berbicara tentang kehilangan dalam arti harfiah. Sebaliknya, cerita berfokus pada absennya komunikasi dalam keluarga.

Produser Ody Mulya menegaskan hal tersebut.
“Cerita mengenai ayah ini memang belum banyak diangkat. Ini bukan soal ayah yang meninggal, tapi lebih kepada masalah komunikasi,” ujarnya. 

Dengan demikian, konflik dalam film terasa lebih realistis. Tidak ada tragedi besar yang dibuat-buat, melainkan masalah yang sering terjadi di kehidupan sehari-hari.

Lebih dari Sekadar Drama Keluarga

Pada akhirnya, film ini tidak hanya menampilkan konflik keluarga. Lebih jauh, ia menunjukkan realita yang sering diabaikan.

Bahwa sebuah keluarga bisa terlihat baik-baik saja dari luar, tetapi rapuh di dalam.
Bahwa kehadiran ayah tidak cukup hanya secara fisik.
Dan yang terpenting, komunikasi menjadi fondasi yang tidak bisa digantikan.

Kalau Arah Itu Hilang, Siapa yang Harus Menemukan?

Akhirnya, Ayah, Ini Arahnya Kemana, Ya? tidak memberikan jawaban yang sederhana. Film ini justru mengajak penonton untuk merenung.

Jika dalam satu keluarga semua orang sama-sama kehilangan arah, lalu siapa yang seharusnya mengambil peran untuk memperbaiki keadaan? @jeje

Tags: Drama KeluargaFilm Indonesiahubungan keluargaParenting

Kamu Melewatkan Ini

FOUFO, Film yang Membuat Bahasa Madura Jadi Pemeran Utama

FOUFO, Film yang Membuat Bahasa Madura Jadi Pemeran Utama

by eko
Juli 12, 2026

Selama bertahun-tahun, film Indonesia sering memakai bahasa daerah sebagai pelengkap dialog. Kehadirannya hanya muncul sesaat sebelum bahasa Indonesia kembali mengambil...

Film Pendek Bukan Soal Gaya, Tapi Cara Membaca Realitas

Film Pendek Bukan Soal Gaya, Tapi Cara Membaca Realitas

by Tabooo
Juni 25, 2026

Film pendek sering disalahpahami sebagai karya kecil yang cukup hanya menang di visual. Padahal, yang membuat film pendek kuat bukan...

Jejak yang Tertinggal: Ketika Generasi Kehilangan Akar Kehidupan

Jejak yang Tertinggal: Ketika Generasi Kehilangan Akar Kehidupan

by dimas
Juni 13, 2026

Generasi muda semakin jauh dari akar kehidupannya. Ketika hubungan antar generasi terputus, identitas, nilai hidup, dan warisan budaya perlahan ikut...

Next Post
“Tunggu Aku Sukses Nanti”: Luka yang Tidak Terlihat dari Standar Sukses

“Tunggu Aku Sukses Nanti”: Luka yang Tidak Terlihat dari Standar Sukses

Madilog Series

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026

Marx Series

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id