Senin, April 13, 2026
No Result
View All Result
tabooo.id
  • Tabooo
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Talk
  • Life
  • Vibes
  • Figures
  • Tabooo Today
    • News
      • Global
      • Nasional
      • Regional
      • Kriminal
      • Bisnis
      • Sports
    • Entertainment
      • Film
      • Game
      • Musik
      • Tabooo Book Club
    • Lifestyle
      • Teknologi
      • Otomotif
      • Food
      • Travel
  • Tabooo
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Talk
  • Life
  • Vibes
  • Figures
No Result
View All Result
tabooo.id
No Result
View All Result
Home Deep

Ini Bukan Sekadar Es di Puncak Jaya, Ini Alarm Krisis Iklim Global

April 12, 2026
in Deep
A A
Ini Bukan Sekadar Es di Puncak Jaya, Ini Alarm Krisis Iklim Global

Puncak Jaya (Carstensz Pyramid), gunung tertinggi Indonesia dan Oseania setinggi 4.884 mdpl, kini menghadapi penyusutan gletser akibat percepatan perubahan iklim global. (Foto istimewa)

Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Deep – Kita sering menganggap gletser sebagai sesuatu yang jauh, dingin, dan tidak berhubungan langsung dengan hidup sehari-hari. Namun, perlahan tapi pasti, lapisan es itu justru menghilang di depan mata kita. Lebih jauh lagi, perubahan ini bukan terjadi sesekali, melainkan berlangsung semakin cepat dari tahun ke tahun.

Gletser Dunia Masuk Fase Penyusutan Ekstrem

Menurut studi terbaru dalam Climate Chronicles dari Nature Reviews Earth & Environment edisi April 2026, kondisi gletser global menunjukkan tren yang semakin mengkhawatirkan. Selain itu, tahun 2025 tercatat sebagai salah satu tahun terburuk dalam sejarah pencatatan kehilangan es sejak 1975.

Lebih lanjut, penelitian yang melibatkan World Glacier Monitoring Service (WGMS) mencatat sekitar 408 gigaton es hilang pada 2025. Dengan demikian, angka tersebut menandai percepatan signifikan dalam satu dekade terakhir.

Sebagai perbandingan, laju kehilangan es kini hampir empat kali lebih tinggi dibandingkan akhir abad ke-20. Oleh karena itu, para peneliti menyebut situasi ini bukan lagi variasi alam biasa, melainkan perubahan sistemik.

Semua Wilayah Gletser Mengalami Tekanan Serentak

Tidak hanya itu, pada 2025 seluruh 19 wilayah gletser utama di dunia mengalami kehilangan massa bersih untuk tahun keempat berturut-turut. Sementara itu, dampak terbesar tercatat di Amerika Utara bagian barat serta Eropa Tengah.

BacaJuga

Negara Masuk ke Timeline: Siapa yang Sebenarnya Mengontrol Internet Kita?

Bukan Konflik Semalam: Kronologi Lengkap Pembakaran Saung Taraju Jumantara

Di sisi lain, data jangka panjang menunjukkan bahwa dunia telah kehilangan hampir 10.000 gigaton es sejak 1975. Bahkan, hampir 80 persen dari total tersebut terjadi setelah tahun 2000. Dengan kata lain, percepatan terjadi dalam dua dekade terakhir.

Suara Ilmuwan: Perubahan Ini Sudah Tidak Lagi Lambat

Menurut peneliti Monash University, Levan Tielidze, fenomena ini sudah memasuki fase yang sangat serius. Selain itu, ia menekankan bahwa gletser adalah indikator paling jelas dari perubahan iklim global.

“Gletser adalah salah satu indikator perubahan iklim yang paling jelas, dan kita sekarang menyaksikan hilangnya es global yang belum pernah terjadi sebelumnya,” kata Tielidze.

Lebih jauh lagi, ia menjelaskan bahwa enam tahun dengan kehilangan es paling ekstrem justru terjadi dalam tujuh tahun terakhir. Artinya, percepatan ini berlangsung sangat cepat dan konsisten.

Selain itu, ia juga menegaskan bahwa perubahan ini tidak hanya mengubah lanskap, tetapi juga memengaruhi kenaikan permukaan laut serta ketersediaan air bagi jutaan orang.

Puncak Jaya: Sinyal Paling Dekat dari Indonesia

Sementara itu, di Indonesia, kondisi serupa juga terjadi di Puncak Jaya, Papua. Gletser di kawasan Pegunungan Sudirman terus menyusut secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

Berdasarkan data BMKG, luas es turun dari 0,23 km² pada 2022 menjadi 0,11-0,16 km² pada 2024. Dengan demikian, penurunan ini tergolong sangat cepat dalam skala geografis kecil.

Selain itu, Koordinator Bidang Standardisasi Instrumen Klimatologi BMKG, Donaldi Sukma Permana, menyampaikan bahwa gletser tersebut berpotensi hilang sebelum 2026.

“Sesuai studi kami sebelumnya, gletser di Puncak Jaya ini berpotensi hilang sebelum 2026,” ujarnya.

Oleh karena itu, Indonesia berpotensi kehilangan satu-satunya gletser tropis yang berada di garis khatulistiwa.

Twist: Bukan Sekadar Proses Alam

Pada titik ini, yang terjadi bukan hanya pencairan es biasa. Sebaliknya, ini menunjukkan bagaimana sistem iklim global sedang bergerak menuju ketidakseimbangan baru.

Dengan kata lain, gletser tidak hanya menyusut, tetapi juga mengirim sinyal bahwa suhu bumi telah memasuki fase tekanan yang lebih tinggi dari sebelumnya.

Human Impact: Ini Dampaknya Buat Kamu

Akibatnya, dampak dari perubahan ini tidak berhenti di wilayah kutub atau pegunungan tinggi saja. Justru sebaliknya, efeknya akan merambat ke kehidupan sehari-hari.

Misalnya, kenaikan permukaan laut, perubahan pola cuaca, hingga gangguan ketersediaan air bersih dapat terjadi secara bertahap. Selain itu, dampak ini sering tidak disadari hingga sudah mulai terasa langsung.

Dengan demikian, krisis ini sebenarnya tidak jauh dari kehidupan kita, meskipun sering dianggap sebagai isu global yang abstrak.

Analisis Tabooo

Jika dilihat lebih dalam, fenomena ini menunjukkan bahwa perubahan iklim bukan lagi ancaman masa depan. Sebaliknya, ia sudah menjadi realitas yang sedang berlangsung saat ini.

Namun demikian, respons manusia masih cenderung lambat dibandingkan laju perubahan yang terjadi. Di sisi lain, kesadaran publik sering tertinggal oleh angka dan data ilmiah yang terus berkembang.

Oleh karena itu, yang menjadi persoalan bukan hanya alam yang berubah, tetapi juga cara kita memahami dan merespons perubahan tersebut.

Penutup

Pada akhirnya, pertanyaannya menjadi semakin sederhana, tetapi juga semakin berat.

Jika gletser terus menghilang secepat ini, apakah kita masih punya waktu untuk menganggapnya sekadar berita alam biasa? @dimas

Tags: bmkgDuniaesgletserIklimKrisisLingkunganpemanasan globalPerubahan IklimPuncak JayaWGMS

REKOMENDASI TABOOO

Ketika Kecerdasan Tak Lagi Milik Manusia

Ketika Kecerdasan Tak Lagi Milik Manusia

by teguh
April 12, 2026

Tabooo.id: Deep - Malam itu, dunia tidak berubah dengan ledakan. Sebaliknya, perubahan datang pelan lewat layar laptop, baris kode, dan...

AS vs Iran: Ketika “Tawaran Terbaik” Selalu Berarti “Kita Tetap Tidak Sepakat”

AS vs Iran: Ketika “Tawaran Terbaik” Selalu Berarti “Kita Tetap Tidak Sepakat”

by dimas
April 12, 2026

Tabooo.id: Edge - Kalau ini serial TV, kita mungkin sudah berhenti nonton sejak season pertama. Namun dunia punya kebiasaan aneh...

Islamabad Jadi Titik Api Diplomasi: Damai atau Sekadar Taktik Tekanan?

Delapan Jam di Islamabad: Solusi atau Pola Lama yang Terulang?

by dimas
April 12, 2026

Tabooo.id: Global - Delapan jam negosiasi berjalan tanpa kepastian. Dunia menunggu hasil, tapi yang terlihat justru tarik ulur kepentingan. Apakah...

Next Post
Ikatan Darah: Aksi Silat atau Cermin Utang yang Mencekik?

Ikatan Darah: Aksi Silat atau Cermin Utang yang Mencekik?

Recommended

Ledakan Pabrik: PT GWS Janji Tanggung Jawab, Tapi Seberapa Aman Warga?

Ledakan Pabrik: PT GWS Janji Tanggung Jawab, Tapi Seberapa Aman Warga?

April 7, 2026
Zero Post: Generasi yang Masih Online, Tapi Memilih Tidak Terlihat

Zero Post: Generasi yang Masih Online, Tapi Memilih Tidak Terlihat

April 6, 2026

Popular

Siapa Ibu Sebenarnya? Teror Psikologis di Balik Legenda Malin Kundang

Siapa Ibu Sebenarnya? Teror Psikologis di Balik Legenda Malin Kundang

April 2, 2026

SI Putih vs SI Merah: Dari Semaoen, Indonesia Mulai Belajar Arti Perpecahan

April 12, 2026

Pacaran Backstreet Bisa Dipidana: Mitos atau Realita KUHP Baru?

April 11, 2026

Kalau Massa Jadi Hakim, Pengadilan Buat Apa?

April 12, 2026

CFD, Modus Halus Belanja Mingguan

April 12, 2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
PT Tabooo Network Indonesia

© 2026 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
    • Deep
    • Edge
    • Vibes
    • Talk
    • Check
    • Life
    • Figures
  • Tabooo Today
    • News
      • Global
      • Nasional
      • Regional
      • Bisnis
      • Kriminal
    • Entertainment
      • Film
      • Musik
      • Tabooo Book Club
      • Game
    • Lifestyle
      • Sports
      • Teknologi
      • Otomotif
      • Food
      • Health
      • Travel

© 2026 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.