Jumat, September 18, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Tanam Pohon atau Tanam Citra? Di Era ESG, Tipis Bedanya, Tapi Dampaknya?

by teguh
April 11, 2026
in Edge
A A
Home Edge
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: Edge – Di zaman sekarang, jadi “hijau” itu gampang. Tinggal tanam beberapa pohon, bikin kampanye eco-friendly, lalu upload ke Instagram. Selesai. Brand naik, citra bersih.

Tapi pertanyaannya itu beneran peduli lingkungan, atau cuma peduli persepsi?

Di tengah tren “green branding” yang makin ramai, PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk justru datang dengan cara yang agak beda. Gak banyak gimmick, tapi konsisten.

Selasa (07/04/2026), mereka lagi-lagi dapet Proper Emas dari Kementerian Lingkungan Hidup di TMII. Bukan yang pertama. Bukan juga yang kedua. Ini keenam kali berturut-turut sejak 2020.

Yang Satu Bangun Sistem, Yang Lain Bangun Narasi

Masalahnya, banyak perusahaan hari ini jago bikin cerita. Narasi hijau? Ada Campaign lingkungan? Ada. Video cinematic nan dramatis? Lengkap.

Ini Belum Selesai

Sound Horeg Diatur Negara, Setelah Tiga Orang Meninggal

Sopir Disandera, Mobil Dibakar: Tragedi Aris Sanda di Wamena

Tapi kata Hanif Faisol Nurofiq, realitasnya gak sesederhana itu.

“Berbagai inovasi yang dilakukan perusahaan telah berdampak langsung terhadap ketahanan lingkungan. Ini bukan sekadar penghargaan,” ujarnya, Selasa (07/04/2026).

Terjemahan bebasnya kalau dampaknya gak terasa, ya mungkin itu cuma dekorasi.

Greenwashing: Industri Baru yang Tidak Pernah Diakui

Lucunya, di era ESG, ada dua jenis perusahaan:

  1. Yang benar-benar mengubah sistem
  2. Yang cuma mengubah caption

Sido Muncul, kalau dilihat dari praktiknya, masuk kategori pertama:

  • Lebih dari 90% energi dari sumber terbarukan
  • Sistem zero waste, bukan sekadar jargon
  • Limbah diolah, bukan disembunyikan

Sementara di luar sana? Masih banyak yang sibuk bikin laporan keberlanjutan setebal skripsi, tapi dampaknya setipis tisu.

“Ini Bukan Proyek Khusus” Katanya

Irwan Hidayat bahkan bilang ini bukan program musiman. “Menjaga lingkungan adalah bagian dari operasional kami sehari-hari. Ini bukan proyek khusus,” tegasnya, Selasa (07/04/2026).

Dan di titik ini, perbedaan mulai kelihatan jelas:

  • Yang satu kerja tiap hari
  • Yang satu posting tiap hari

Kelihatannya mirip. Tapi hasilnya beda jauh.

Dari Pabrik ke Desa: Antara Dampak dan Konten

Lewat program SMARTANI, mereka bahkan bawa konsep sustainability ke desa bukan buat konten, tapi buat ketahanan pangan dan ekonomi lokal.

Sementara di timeline kita? Masih banyak “aksi tanam pohon” yang lebih fokus ke angle kamera daripada akar tanaman.

Investor Juga Sudah Mulai Bisa Bedain

Menurut Sudharto P. Hadi, zaman sudah berubah. “Ketika ESG-nya bagus, itu menarik bagi investor. Tidak ada lagi dikotomi antara lingkungan dan ekonomi,” ujarnya.

Artinya, bahkan uang pun sekarang lebih percaya sama yang konsisten, bukan yang viral.

Jadi, Kamu Percaya yang Mana?

Di era di mana semua bisa terlihat “hijau”, yang jadi pembeda bukan warna tapi konsistensi. Karena pada akhirnya ada yang tanam pohon, ada yang tanam citra.

Kelihatannya sama-sama hijau. Tapi yang satu menyelamatkan masa depan, yang satu cuma menyelamatkan branding.Lalu, kamu masih mau percaya yang mana? @teguh

Tags: inovasiInstagramInvestorLingkunganMasa DepanProgramSistem

Kamu Melewatkan Ini

Karhutla Lahap 100 Hektare Tahura Bukit Soeharto di IKN

Karhutla Lahap 100 Hektare Tahura Bukit Soeharto di IKN

by dimas
September 2, 2026

Karhutla melahap sekitar 100 hektare Tahura Bukit Soeharto di kawasan IKN. Petugas menghadapi medan sulit dan keterbatasan akses saat memadamkan...

BEM Undip Tagih Pemerintah: Mengapa Karhutla Terus Berulang?

BEM Undip Tagih Pemerintah: Mengapa Karhutla Terus Berulang?

by dimas
Agustus 25, 2026

BEM Undip menagih keseriusan pemerintah menangani karhutla yang terus berulang, dari pencegahan, pengawasan, hingga penegakan hukum. Tabooo.id - Api kembali...

Karhutla Kalimantan Berulang: Kenapa Selalu Datang Setelah Api Membesar?

Karhutla Kalimantan Berulang: Kenapa Selalu Datang Setelah Api Membesar?

by teguh
Agustus 21, 2026

Musim kering belum selesai, tetapi asap kembali menjadi cerita Karhutla Kalimantan. Per 19/08/2026, data BNPB yang disampaikan Wakil Ketua Komisi...

Next Post
Semaoen: Dari Anak Buruh ke Ketua PKI

Semaoen: Dari Anak Buruh ke Ketua PKI

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id