Sabtu, Juli 18, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Tanam Pohon atau Tanam Citra? Di Era ESG, Tipis Bedanya, Tapi Dampaknya?

by teguh
April 11, 2026
in Edge
A A
Home Edge
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Edge – Di zaman sekarang, jadi “hijau” itu gampang. Tinggal tanam beberapa pohon, bikin kampanye eco-friendly, lalu upload ke Instagram. Selesai. Brand naik, citra bersih.

Tapi pertanyaannya itu beneran peduli lingkungan, atau cuma peduli persepsi?

Di tengah tren “green branding” yang makin ramai, PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk justru datang dengan cara yang agak beda. Gak banyak gimmick, tapi konsisten.

Selasa (07/04/2026), mereka lagi-lagi dapet Proper Emas dari Kementerian Lingkungan Hidup di TMII. Bukan yang pertama. Bukan juga yang kedua. Ini keenam kali berturut-turut sejak 2020.

Yang Satu Bangun Sistem, Yang Lain Bangun Narasi

Masalahnya, banyak perusahaan hari ini jago bikin cerita. Narasi hijau? Ada Campaign lingkungan? Ada. Video cinematic nan dramatis? Lengkap.

Ini Belum Selesai

Gasnya Sudah Ada dari Dulu. Yang Lama Dicari Ternyata Tombol “Start”

Kipas Angin Belum Datang, Drama Anggarannya Sudah Bikin Indonesia Masuk Angin

Tapi kata Hanif Faisol Nurofiq, realitasnya gak sesederhana itu.

“Berbagai inovasi yang dilakukan perusahaan telah berdampak langsung terhadap ketahanan lingkungan. Ini bukan sekadar penghargaan,” ujarnya, Selasa (07/04/2026).

Terjemahan bebasnya kalau dampaknya gak terasa, ya mungkin itu cuma dekorasi.

Greenwashing: Industri Baru yang Tidak Pernah Diakui

Lucunya, di era ESG, ada dua jenis perusahaan:

  1. Yang benar-benar mengubah sistem
  2. Yang cuma mengubah caption

Sido Muncul, kalau dilihat dari praktiknya, masuk kategori pertama:

  • Lebih dari 90% energi dari sumber terbarukan
  • Sistem zero waste, bukan sekadar jargon
  • Limbah diolah, bukan disembunyikan

Sementara di luar sana? Masih banyak yang sibuk bikin laporan keberlanjutan setebal skripsi, tapi dampaknya setipis tisu.

“Ini Bukan Proyek Khusus” Katanya

Irwan Hidayat bahkan bilang ini bukan program musiman. “Menjaga lingkungan adalah bagian dari operasional kami sehari-hari. Ini bukan proyek khusus,” tegasnya, Selasa (07/04/2026).

Dan di titik ini, perbedaan mulai kelihatan jelas:

  • Yang satu kerja tiap hari
  • Yang satu posting tiap hari

Kelihatannya mirip. Tapi hasilnya beda jauh.

Dari Pabrik ke Desa: Antara Dampak dan Konten

Lewat program SMARTANI, mereka bahkan bawa konsep sustainability ke desa bukan buat konten, tapi buat ketahanan pangan dan ekonomi lokal.

Sementara di timeline kita? Masih banyak “aksi tanam pohon” yang lebih fokus ke angle kamera daripada akar tanaman.

Investor Juga Sudah Mulai Bisa Bedain

Menurut Sudharto P. Hadi, zaman sudah berubah. “Ketika ESG-nya bagus, itu menarik bagi investor. Tidak ada lagi dikotomi antara lingkungan dan ekonomi,” ujarnya.

Artinya, bahkan uang pun sekarang lebih percaya sama yang konsisten, bukan yang viral.

Jadi, Kamu Percaya yang Mana?

Di era di mana semua bisa terlihat “hijau”, yang jadi pembeda bukan warna tapi konsistensi. Karena pada akhirnya ada yang tanam pohon, ada yang tanam citra.

Kelihatannya sama-sama hijau. Tapi yang satu menyelamatkan masa depan, yang satu cuma menyelamatkan branding.Lalu, kamu masih mau percaya yang mana? @teguh

Tags: inovasiInstagramInvestorLingkunganMasa DepanProgramSistem

Kamu Melewatkan Ini

Inheritance Transfer: Pesawat Kertas, Nilai, dan Masa Depan

Inheritance Transfer: Pesawat Kertas, Nilai, dan Masa Depan

by dimas
Juli 3, 2026

Inheritance Transfer mengajak kita memilih nilai yang layak diwariskan dan menghentikan luka sebelum menjadi tradisi antargenerasi. Tabooo.id - Banyak orang...

Karnaval Usai, Peradaban Diuji: Sampah Jadi Cermin Seperti Apa Kesadaran Publik

Karnaval Usai, Peradaban Diuji: Sampah Jadi Cermin Seperti Apa Kesadaran Publik

by teguh
Juni 27, 2026

"Masalah sampah di Indonesia bukan hanya persoalan teknis pengelolaan, tetapi persoalan pola pikir. Selama masyarakat masih menganggap sampah sebagai masalah...

Rp 3 Triliun untuk Sampah: Solusi Energi Masa Depan atau Proyek Ambisius Baru?

Rp 3 Triliun untuk Sampah: Solusi Energi Masa Depan atau Proyek Ambisius Baru?

by teguh
Juni 2, 2026

Gunungan sampah yang terus membesar akhirnya mendorong pemerintah mengambil langkah besar. Pemerintah pusat kini menyiapkan proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi...

Next Post
Semaoen: Dari Anak Buruh ke Ketua PKI

Semaoen: Dari Anak Buruh ke Ketua PKI

Madilog Series

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026

Marx Series

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id