Sabtu, April 11, 2026
No Result
View All Result
tabooo.id
  • Tabooo
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Talk
  • Life
  • Vibes
  • Figures
  • Tabooo Today
    • News
      • Global
      • Nasional
      • Regional
      • Kriminal
      • Bisnis
      • Sports
    • Entertainment
      • Film
      • Game
      • Musik
      • Tabooo Book Club
    • Lifestyle
      • Teknologi
      • Otomotif
      • Food
      • Travel
  • Tabooo
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Talk
  • Life
  • Vibes
  • Figures
No Result
View All Result
tabooo.id
No Result
View All Result
Home News Nasional

PLTS 100 GW Dikebut: Kampus Turun Gunung, PLTD Siap Ditinggalkan?

April 9, 2026
in Nasional, News
A A
PLTS 100 GW Dikebut: Kampus Turun Gunung, PLTD Siap Ditinggalkan?

Pemerintah Indonesia mendorong pembangunan 100 gigawatt listrik tenaga surya (PLTS) untuk menggantikan PLTD yang mahal dan boros. (Ilustrasi: Tabooo)

Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Indonesia mulai serius pindah jalur energi. Pemerintah mendorong pembangunan 100 gigawatt listrik tenaga surya (PLTS) untuk menggantikan PLTD yang mahal dan boros. Ini bukan lagi rencana di atas kertas ini mulai bergerak. Tapi, seberapa siap kita?

Kampus Turun Tangan: Energi Jadi Urusan Bersama

Pemerintah tidak jalan sendiri. Perguruan tinggi kini ikut menyusun peta besar transisi energi nasional.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, menyebut para ahli kampus sudah terlibat langsung dalam perencanaan proyek ini.

“Kemarin beberapa ahli-ahli kita dari perguruan tinggi terlibat dalam merumuskan pelaksanaan instalasi 100 Gigawatt untuk solar cell,” ujar Brian Yuliarto di Gedung Kemdiktisaintek, Jakarta Pusat, Rabu (08/04/2026).

Ia menilai PLTS bisa menekan beban biaya listrik yang selama ini masih bergantung pada diesel.

“Untuk tahap pertama itu diharapkan bisa menggantikan pembangkit listrik tenaga diesel yang memang memiliki ketergantungan masih pada solar, kemudian juga memiliki harga biaya pokok produksi (BPP) yang masih lebih tinggi,” lanjutnya.

Artinya jelas pemerintah ingin memangkas biaya mahal sekaligus mengurangi ketergantungan pada energi fosil.

BacaJuga

Prabowo Mundur dari IPSI: Pengabdian 34 Tahun atau Misi yang Belum Selesai?

Bukan Sekadar Tutup Toko, Ini Strategi Bertahan di Era E-Commerce

Geotermal: Kaya Sumber, Minim Pemanfaatan

Di tengah dorongan energi surya, Indonesia sebenarnya menyimpan “senjata” lain panas bumi.

Wakil Menteri Diktisaintek, Stella Christie, menegaskan posisi Indonesia sebagai raksasa geotermal dunia.

“Indonesia mempunyai reserve geotermal nomor 2 terbesar di dunia. Bahkan menurut beberapa data itu terbesar di dunia. Sekitar 40 persen dari geotermal itu ada di Indonesia,” kata Stella. Ia juga menekankan keunggulan geotermal dibanding energi lain.

“Geotermal ini adalah sumber energi terbarukan yang paling konsisten. Kalau solar dan wind power itu tergantung dari cuacanya,” jelasnya.

Namun, Indonesia baru memanfaatkan sekitar 10 persen dari total potensinya. Angka ini menunjukkan satu hal kita kaya, tapi belum maksimal memakainya.

Harga Jadi Penghalang: Energi Bersih Belum Ramah Kantong

Masalah utama bukan teknologi, tapi biaya. Stella membandingkan harga listrik dari batu bara dengan geotermal, dan selisihnya cukup jauh.

“Listrik fossil fuel dari batu bara itu sekitar 7-8 sen per kilowatt hours. Sementara geotermal itu masih sekitar 18 sen per kilowatt hours di Indonesia,” ungkapnya.

Perbedaan ini membuat energi bersih kalah cepat bersaing. Padahal, dunia mulai bergerak ke arah energi yang lebih stabil dan ramah lingkungan.

Ia juga menyoroti lonjakan kebutuhan listrik global, terutama dari data center.

“Data center di seluruh dunia membutuhkan energi listrik yang sangat besar, yang bersih dan tidak tergantung dari perubahan cuaca,” tambah Stella.

Closing: Transisi Energi Butuh Keberanian, Bukan Sekadar Rencana

Indonesia punya dua jalur mempercepat PLTS sebagai solusi cepat, dan mengembangkan geotermal sebagai kekuatan jangka panjang.

Pemerintah sudah mulai bergerak. Kampus sudah ikut terlibat. Data sudah jelas.

Sekarang tinggal satu pertanyaan kita mau benar-benar beralih, atau terus bertahan di energi lama yang mahal dan rapuh?

Karena ini bukan sekadar soal listrik ini soal masa depan yang sedang kita tentukan hari ini. @teguh

Tags: 100 GigawattBPPData CenterDuniaEnergiFosilGeotermalIndonesiaInstalasiKampusKemdiktisaintekListrikMahalpemerintahPLTDPLTSRaksasaSolar CellSumber EnergiWind Power

REKOMENDASI TABOOO

Prabowo Mundur dari IPSI: Pengabdian 34 Tahun atau Misi yang Belum Selesai?

Prabowo Mundur dari IPSI: Pengabdian 34 Tahun atau Misi yang Belum Selesai?

by dimas
April 11, 2026

Tabooo.id: Nasional - Setiap perpisahan selalu meninggalkan jejak.Namun kali ini, yang terasa bukan hanya kehilangan, melainkan juga kegagalan yang belum...

OTT Kepala Daerah Lagi, Kapan RUU Perampasan Aset Disahkan?

OTT Kepala Daerah Lagi, Kapan RUU Perampasan Aset Disahkan?

by dimas
April 11, 2026

Tabooo.id: Deep - Kasus korupsi kepala daerah kembali muncul. Lagi, dan lagi.Penangkapan seolah bukan akhir, melainkan bagian dari siklus yang...

Indonesia Negara Termiskin Kedua? Atau Kita yang Salah Paham Data?

Indonesia Negara Termiskin Kedua? Atau Kita yang Salah Paham Data?

by dimas
April 11, 2026

Tabooo.id: Check - Angka sering terlihat meyakinkan. Terlebih lagi saat infografis rapi menyertakan nama lembaga dunia. Namun, di balik itu,...

Next Post
Lolos Sempurna ke Semifinal, Tapi Kenapa Pelatih Masih ‘Keras’?

Lolos Sempurna ke Semifinal, Tapi Kenapa Pelatih Masih ‘Keras’?

Recommended

Iran Tolak Gencatan Senjata: Ini Soal Damai atau Permainan Narasi Kekuatan?

Iran Tolak Gencatan Senjata: Ini Soal Damai atau Permainan Narasi Kekuatan?

April 7, 2026
“Songko”: Ketika Ketakutan Lama Kembali Hidup

“Songko”: Ketika Ketakutan Lama Kembali Hidup

April 8, 2026

Popular

Materialisme Tan Malaka: Realita Itu Nyata, Tapi Apa Kamu Siap Menerima? – Madilog Series #1

Materialisme Tan Malaka: Realita Itu Nyata, Tapi Apa Kamu Siap Menerima? – Madilog Series #1

April 10, 2026

Siapa Ibu Sebenarnya? Teror Psikologis di Balik Legenda Malin Kundang

April 2, 2026

Polling: Buku Apa Lagi yang Perlu Dibongkar?

April 11, 2026

Makam Tan Malaka: Ingatan yang Sengaja Disembunyikan?

April 10, 2026

Bupati Tulungagung Kena OTT, Publik Kembali Kehilangan Kepercayaan

April 11, 2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
PT Tabooo Network Indonesia

© 2026 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
    • Deep
    • Edge
    • Vibes
    • Talk
    • Check
    • Life
    • Figures
  • Tabooo Today
    • News
      • Global
      • Nasional
      • Regional
      • Bisnis
      • Kriminal
    • Entertainment
      • Film
      • Musik
      • Tabooo Book Club
      • Game
    • Lifestyle
      • Sports
      • Teknologi
      • Otomotif
      • Food
      • Health
      • Travel

© 2026 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.