Rabu, Mei 27, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

PLTS 100 GW Dikebut: Kampus Turun Gunung, PLTD Siap Ditinggalkan?

by teguh
April 9, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Indonesia mulai serius pindah jalur energi. Pemerintah mendorong pembangunan 100 gigawatt listrik tenaga surya (PLTS) untuk menggantikan PLTD yang mahal dan boros. Ini bukan lagi rencana di atas kertas ini mulai bergerak. Tapi, seberapa siap kita?

Kampus Turun Tangan: Energi Jadi Urusan Bersama

Pemerintah tidak jalan sendiri. Perguruan tinggi kini ikut menyusun peta besar transisi energi nasional.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, menyebut para ahli kampus sudah terlibat langsung dalam perencanaan proyek ini.

“Kemarin beberapa ahli-ahli kita dari perguruan tinggi terlibat dalam merumuskan pelaksanaan instalasi 100 Gigawatt untuk solar cell,” ujar Brian Yuliarto di Gedung Kemdiktisaintek, Jakarta Pusat, Rabu (08/04/2026).

Ia menilai PLTS bisa menekan beban biaya listrik yang selama ini masih bergantung pada diesel.

“Untuk tahap pertama itu diharapkan bisa menggantikan pembangkit listrik tenaga diesel yang memang memiliki ketergantungan masih pada solar, kemudian juga memiliki harga biaya pokok produksi (BPP) yang masih lebih tinggi,” lanjutnya.

Artinya jelas pemerintah ingin memangkas biaya mahal sekaligus mengurangi ketergantungan pada energi fosil.

Ini Belum Selesai

Jemaah Haji Indonesia Menuju Arafah: Jutaan Langkah ke Puncak Haji

Kodam Jaya Ikut Buru Begal: Jakarta Sedang Tidak Baik-Baik Saja?

Geotermal: Kaya Sumber, Minim Pemanfaatan

Di tengah dorongan energi surya, Indonesia sebenarnya menyimpan “senjata” lain panas bumi.

Wakil Menteri Diktisaintek, Stella Christie, menegaskan posisi Indonesia sebagai raksasa geotermal dunia.

“Indonesia mempunyai reserve geotermal nomor 2 terbesar di dunia. Bahkan menurut beberapa data itu terbesar di dunia. Sekitar 40 persen dari geotermal itu ada di Indonesia,” kata Stella. Ia juga menekankan keunggulan geotermal dibanding energi lain.

“Geotermal ini adalah sumber energi terbarukan yang paling konsisten. Kalau solar dan wind power itu tergantung dari cuacanya,” jelasnya.

Namun, Indonesia baru memanfaatkan sekitar 10 persen dari total potensinya. Angka ini menunjukkan satu hal kita kaya, tapi belum maksimal memakainya.

Harga Jadi Penghalang: Energi Bersih Belum Ramah Kantong

Masalah utama bukan teknologi, tapi biaya. Stella membandingkan harga listrik dari batu bara dengan geotermal, dan selisihnya cukup jauh.

“Listrik fossil fuel dari batu bara itu sekitar 7-8 sen per kilowatt hours. Sementara geotermal itu masih sekitar 18 sen per kilowatt hours di Indonesia,” ungkapnya.

Perbedaan ini membuat energi bersih kalah cepat bersaing. Padahal, dunia mulai bergerak ke arah energi yang lebih stabil dan ramah lingkungan.

Ia juga menyoroti lonjakan kebutuhan listrik global, terutama dari data center.

“Data center di seluruh dunia membutuhkan energi listrik yang sangat besar, yang bersih dan tidak tergantung dari perubahan cuaca,” tambah Stella.

Closing: Transisi Energi Butuh Keberanian, Bukan Sekadar Rencana

Indonesia punya dua jalur mempercepat PLTS sebagai solusi cepat, dan mengembangkan geotermal sebagai kekuatan jangka panjang.

Pemerintah sudah mulai bergerak. Kampus sudah ikut terlibat. Data sudah jelas.

Sekarang tinggal satu pertanyaan kita mau benar-benar beralih, atau terus bertahan di energi lama yang mahal dan rapuh?

Karena ini bukan sekadar soal listrik ini soal masa depan yang sedang kita tentukan hari ini. @teguh

Tags: DuniaEnergiKampusListrikMahalNasionalpemerintah

Kamu Melewatkan Ini

Sebelum Menyalahkan Negara, Pernahkah Kita Berkaca?

Sebelum Menyalahkan Negara, Pernahkah Kita Berkaca?

by jeje
Mei 24, 2026

Lucu, ya. Kita hidup di zaman ketika semua orang tampak marah. Timeline penuh kritik. Warung kopi berubah jadi ruang debat...

Socrates Tidak Mati, Kita yang Berhenti Bertanya

Filsafat Socrates: Mengapa Berpikir Kritis Semakin Langka di Era Digital

by jeje
Mei 22, 2026

Ada sesuatu yang terasa janggal di zaman ini. Informasi datang tanpa henti. Namun, manusia justru semakin sulit membedakan mana pengetahuan...

“Jangan Kau Minta Saja Terus”: Pesan Prabowo ke Buruh Bikin Publik Terbelah

“Jangan Kau Minta Saja Terus”: Pesan Prabowo ke Buruh Bikin Publik Terbelah

by jeje
Mei 20, 2026

Buruh diminta jangan terlalu banyak menuntut. Pengusaha jangan diperas. Itulah pesan blak-blakan Presiden Prabowo Subianto saat berbicara di Rapat Paripurna...

Next Post
Lolos Sempurna ke Semifinal, Tapi Kenapa Pelatih Masih ‘Keras’?

Lolos Sempurna ke Semifinal, Tapi Kenapa Pelatih Masih ‘Keras’?

Pilihan Tabooo

Sebelum Menyalahkan Negara, Pernahkah Kita Berkaca?

Sebelum Menyalahkan Negara, Pernahkah Kita Berkaca?

Mei 24, 2026

Realita Hari Ini

Kasus Pelecehan, Pimpinan Ponpes di Lombok Timur Ditangkap

Kasus Pelecehan, Pimpinan Ponpes di Lombok Timur Ditangkap

Februari 21, 2026

Mendagri Tegaskan Wakil Kepala Daerah Ikut Hadir di Rakornas 2026

Februari 2, 2026

MBG Bukan Makan Bergizi Gratis, Ini Versi “Mantap Banget Gila”

April 9, 2026

Ribuan Pemudik Padati Terminal Tirtonadi Solo, Lonjakan Penumpang Capai 50 Persen

Maret 17, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id