Sabtu, Juli 18, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Lolos Sempurna ke Semifinal, Tapi Kenapa Pelatih Masih ‘Keras’?

by teguh
April 9, 2026
in Reality, Sports
A A
Home Reality
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Sports – Timnas Futsal Indonesia kembali membuktikan satu hal mereka bukan cuma tim yang bisa menang, tapi tim yang tahu caranya bertahan di bawah tekanan. Rabu siang (08/04/2026), di GOR Nonthaburi, Thailand, skuad Garuda menekuk Australia dengan skor tipis 3-2. Hasil ini bukan sekadar angka ini sinyal. Tiga laga, tiga kemenangan, sembilan poin. Sempurna.

Gol-gol dari Andres Dwi Persada (9’, 36’) dan Muhammad Sanjaya (40’) jadi bukti bahwa lini serang Indonesia sedang “on fire”. Tapi di sisi lain, dua gol balasan Australia dari Jyden Jacob Harb (19’) dan Charlie James (36’) mengingatkan jalan menuju juara belum aman.

Souto Bicara Masa Depan, Bukan Sekadar Menang

Pelatih Hector Souto tidak larut dalam euforia. Ia justru bicara soal visi yang lebih panjang.

“Dengan 12 pemain, yang pertama, berinvestasi pada masa depan, biarkan mereka menunjukkan kebaikannya, dan yang kedua, mencapai kondisi yang baik untuk semifinal dan final,” ujar Souto dalam konferensi pers yang dikutip dari Instagram resmi Timnas Futsal Indonesia,Rabu, (08/04/2026).

Target fase grup sudah tercapai. Tapi buat Souto, itu baru checkpoint awal.

Ini Belum Selesai

Tragedi Sibolangit: Empat Nyawa Melayang di Jalur Medan-Berastagi

Vivo T5 Lite Resmi Meluncur, Bawa Baterai 6.500 mAh dan Fast Charging 44W

“Sekarang, kita sudah mendapatkan target kita, jadi kita tidak ada tekanan kami akan berlatih dengan detail esok,” lanjutnya.

Artinya jelas fokus sekarang bukan sekadar menang tapi menyempurnakan.

Australia Bukan Lawan Mudah

Kalau kamu kira ini kemenangan “nyaman”, kamu salah.

Souto mengakui Australia memberi perlawanan serius. Bahkan, dari sisi peluang, kedua tim nyaris seimbang.

“Bicara soal permainan, saya pikir permainan yang sama, kita memiliki kemungkinan, mereka memiliki kemungkinan,” kata Souto.

Ia juga menyoroti kekuatan fisik dan shooting pemain Australia. “Mereka memiliki tembakan yang sangat kuat,” tambahnya.

Ini bukan sekadar pujian. Ini warning.

Menang, Tapi Masih Ada ‘PR’

Meski menang, Souto tetap blak-blakan. Ia menyoroti kesalahan individu yang hampir jadi bumerang.

Salah satunya saat gol kedua Australia berawal dari kesalahan fatal di area sendiri.

“Kami memberikan beberapa bola bodoh dalam 10 menit terakhir kita harus mengorbankan itu,” tegasnya (8/04/2026).

Kalimatnya keras, tapi perlu. “Hal-hal seperti itu terjadi ketika kita lengah, dan ketika kita tidak menjaga tanggung jawab kita.”

Di level kompetisi seperti ini, satu kesalahan kecil bisa jadi pembeda antara juara atau pulang lebih cepat.

Latihan Keras, Hasil Nyata

Di balik performa solid ini, ada proses yang tidak instan. Souto mengungkap rutinitas latihan tim yang padat dan detail.

“Kami berlatih pertahanan satu hari, satu hari set piece, satu hari pertahanan, satu hari bermain dan serangan,” jelasnya.

Dua jam latihan, tapi dengan fokus berbeda setiap hari. Kompleks, tapi terarah. Dan hasilnya mulai terlihat di lapangan.

Klub Jadi Fondasi, Timnas Panen Hasil

Menariknya, Souto juga menyoroti peran klub dalam perkembangan pemain.

“Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada klub pemain-pemain semakin baik, hari demi hari,” ujarnya (08/04/2026).

Ia menegaskan bahwa investasi di level klub baik dari sisi pelatih maupun sistem jadi fondasi penting untuk masa depan timnas. “Itulah masa depan kami, itulah jalan strategis kami.”

Bukan Sekadar Lolos, Tapi Siap Naik Level

Indonesia sudah di semifinal. Tapi pertanyaannya sekarang bukan “bisa lolos?”, melainkan Seberapa jauh tim ini bisa melangkah?

Karena dari cara mereka bermain, dari cara pelatihnya berpikir, dan dari cara mereka belajar dari kesalahan Garuda sedang membangun sesuatu yang lebih besar dari sekadar turnamen ini.

Dan kalau momentum ini dijaga, mungkin ini bukan cuma soal ASEAN. Mungkin ini awal dari mimpi yang lebih tinggi.

Lalu, siapkah kita melihat futsal Indonesia naik kelas bukan cuma juara regional, tapi penantang serius di level Asia?. @teguh

Tags: ASEANAustraliaEuforiaHector SoutoMenangMomentumNasionalPelatihSemifinalTarget

Kamu Melewatkan Ini

Nama Jampidsus Disebut, Febrie Pertanyakan Kaitannya dengan Blackout PLN

Nama Jampidsus Disebut, Febrie Pertanyakan Kaitannya dengan Blackout PLN

by Tabooo
Juli 11, 2026

Nama Jampidsus Febrie Adriansyah ikut disebut dalam pusaran pengusutan dugaan korupsi BUMN. Ia mempertanyakan kaitannya dengan kasus blackout PLN yang...

Birokrasi atau Balas Jasa Politik? Tito Bongkar Praktik Titipan Honorer di Daerah

Birokrasi atau Balas Jasa Politik? Tito Bongkar Praktik Titipan Honorer di Daerah

by teguh
Juni 9, 2026

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian membuka kembali perdebatan lama tentang hubungan politik dan birokrasi daerah. Dalam rapat bersama Komisi II...

Buku yang Menulis Indonesia Sebelum Indonesia Lahir

Buku yang Menulis Indonesia Sebelum Indonesia Lahir

by jeje
Juni 2, 2026

Bagaimana mungkin seseorang menulis tentang Indonesia sebelum Indonesia benar-benar ada? Pertanyaan itu muncul ketika membaca Naar de Republiek Indonesia, karya Tan...

Next Post
Bali Perketat Keamanan: Liburan Masih Aman atau Mulai Bikin Was-Was?

Bali Perketat Keamanan: Liburan Masih Aman atau Mulai Bikin Was-Was?

Madilog Series

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026

Marx Series

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id