Tabooo.id: Nasional – Akun Instagram @goodstats.id merilis daftar kota paling maju di Indonesia berdasarkan Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) 2025.
Surakarta memimpin dengan skor 4,43. Yogyakarta menyusul dengan 4,42, lalu Semarang di angka 4,37.
Namun, daftar ini tidak berhenti di sana. Banjarmasin, Bandung, Medan, hingga Samarinda ikut masuk dalam 10 besar.
Menariknya, Jawa Tengah terlihat sangat dominan. Surakarta, Semarang, Magelang, Sukoharjo, dan Kabupaten Semarang masuk dalam daftar.
Dominasi ini menunjukkan satu pola. Daya saing di wilayah tersebut tidak hanya kuat, tapi juga relatif merata.
Namun, indeks ini tidak hanya soal ekonomi. IDSD juga mengukur ekosistem daerah dalam mendukung investasi, inovasi, layanan publik, dan produktivitas.
Artinya, “maju” bukan sekadar soal gedung tinggi atau mall baru. Tapi tentang bagaimana sistem daerah bekerja untuk warganya.
Bukan Sekadar Ranking
Tapi tunggu dulu. Ini bukan sekadar ranking kota, tapi tentang bagaimana “kemajuan” didefinisikan oleh angka.
Angka bisa terlihat objektif. Namun, pengalaman hidup dan tinggal di sebuah kota tidak selalu masuk ke dalam statistik.
Standar Maju = Realita
Kalau kita tinggal di kota yang “katanya maju”, tapi masih kesulitan akses layanan atau pekerjaan, lalu masalahnya ada dimana? Mungkin standar “maju” itu belum sepenuhnya mencerminkan realita.
Data seperti ini memang penting. Tapi kita tidak boleh menelannya mentah-mentah. Karena sering kali, kota terlihat maju di atas kertas, tapi warganya masih berjuang di bawah permukaan.
Sederhananya, kota bisa naik ranking, tapi kualitas hidup warganya belum tentu ikut naik.
Jadi sekarang pertanyaannya bukan lagi, kota mana yang paling maju? Tapi, kita merasa hidup di kota yang benar-benar “maju” atau tidak? @tabooo







