Oleh: J.E., CEO of Tabooo Network Indonesia
Tabooo.id: From the Desk of the CEO – Kemenangan Sonalia Safitri sebagai Putri Rinjani 2026, terjadi di era ketika banyak orang ingin terlihat berkembang. Namun, masalahnya, sebagian besar hanya bergerak di permukaan—bukan benar-benar bertumbuh.
Semua ingin panggung. Tapi tidak semua mau membangun kapasitas.
Dan di tengah kebisingan itu, justru muncul satu nama yang berbeda, Sonalia Safitri.
Ini Bukan Sekadar Kemenangan, Ini Pola yang Jarang Dihargai
Banyak orang akan menyebut gelar Putri Rinjani 2026 sebagai prestasi. Dan ya, itu benar.
Namun, yang lebih penting, ini adalah hasil dari pola yang konsisten, bukan momentum yang kebetulan. Sonalia tidak muncul tiba-tiba. Ia merancang langkahnya sejak 2024, lalu mengeksekusinya dengan disiplin.
Saya melihat ini bukan sekadar pencapaian, melainkan sebagai pola berpikir yang matang. Dan untuk itu, saya memberikan apresiasi yang tinggi.

Ketika Keseriusan Menjadi Pembeda
Saya menghargai Sonalia bukan karena ia menang, tapi karena ia serius. Di saat banyak orang masih mencari validasi, ia memilih membangun kapasitas diri.
Di saat banyak orang menunggu kesempatan, ia mempersiapkan dirinya untuk layak mendapatkannya. Ini bukan hal kecil, melainkan kualitas yang mulai langka.
Perempuan Dari Desa atau Kita yang Masih Terjebak Persepsi?
Banyak yang akan melihat latar belakangnya dan memberi label “inspiratif”. Namun, saya melihat sesuatu yang lebih tajam.
Masalahnya bukan pada desa atau kota, tapi ada pada cara kita menilai.
Kita sering meremehkan yang tidak familiar. Kita lebih percaya pada yang terlihat “siap”, bukan yang benar-benar siap. Dan Sonalia membalik itu, tanpa perlu berisik.
Prestasi Itu Terlihat, Tapi Tanggung Jawabnya Sering Diabaikan
Sonalia memahami satu hal yang sering dilupakan, bahwa prestasi selalu datang dengan konsekuensi. Namun ironisnya, generasi hari ini sering mengejar hasil tanpa siap menanggung dampaknya.
Banyak yang ingin dikenal. Sedikit yang siap bertahan setelah dikenal.
Sonalia memilih jalan yang berbeda. Ia tidak hanya menerima kemenangan, ia menerima tanggung jawabnya. Dan itu yang membuatnya layak diapresiasi.
Masalahnya Bukan Siapa Yang Menang, Tapi Siapa Yang Benar-Benar Siap
Kita terlalu sibuk melihat hasil. Siapa yang viral, sedang naik daun, Dan tengah jadi sorotan. Namun, kita jarang bertanya, siapa yang diam-diam sedang membangun dirinya?
Sonalia tidak menunggu validasi. Ia membangun kapasitas. Di situlah letak perbedaannya.
Terus Saja Menunggu Waktu yang “Tepat”
Kalau kamu terus menunggu waktu yang “tepat”, kamu akan tertinggal oleh mereka yang sudah mulai lebih dulu.
Karena realitanya sederhana, dunia tidak memberi ruang pada yang berharap, namun memberi ruang pada yang siap.
Sebuah Simbol Kecil dari Pergeseran Besar
Saya tidak melihat Sonalia Safitri hanya sebagai pemenang. Namun, saya melihatnya sebagai simbol perubahan yang mulai nyata.
Generasi baru tidak lagi harus menunggu diundang. Mereka bisa datang dengan kesiapan, lalu mengambil tempatnya sendiri.
Dan jujur saja, masalahnya bukan kesempatan yang tidak ada. Masalahnya, banyak orang belum cukup siap saat kesempatan itu datang. @tabooo







