Rabu, April 8, 2026
  • Login
No Result
View All Result
tabooo.id
  • Tabooo
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Talk
  • Life
  • Vibes
  • Tabooo Today
  • Tabooo
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Talk
  • Life
  • Vibes
No Result
View All Result
tabooo.id
No Result
View All Result
Home News

Plastik Naik Dua Kali Lipat, Pedagang Kecil Dipaksa Naik Harga atau Menyerah?

April 7, 2026
in News, Regional
A A
Plastik Naik Dua Kali Lipat, Pedagang Kecil Dipaksa Naik Harga atau Menyerah?

Atun penjual jamu di Pasar Kota Wonogiri. (Foto: Anisa Nuraini/Tabooo)

Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Regional – Kenaikan harga plastik kemasan dalam beberapa bulan terakhir mulai menekan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Bagi sebagian orang, plastik mungkin hanya terlihat sebagai kemasan sederhana. Namun bagi pedagang kecil, plastik menjadi kebutuhan utama yang menentukan apakah usaha tetap berjalan atau tidak.

Harga plastik terus melonjak dalam beberapa bulan terakhir. Para pedagang merasakan kenaikan harga hampir setiap hari. Bahkan dalam beberapa kasus, harga plastik naik hingga dua kali lipat dari harga sebelumnya. Kondisi ini membuat pelaku UMKM harus menghadapi tekanan biaya produksi yang semakin besar.

Sebagian pedagang akhirnya menaikkan harga jual produk. Namun keputusan itu membawa risiko. Kenaikan harga sering membuat pelanggan berpikir ulang sebelum membeli, sehingga omzet harian bisa menurun.

Harga Naik, Pedagang Jamu Terpaksa Ikut Menyesuaikan

Pedagang jamu di Pasar Kota Wonogiri, Atun, merasakan langsung dampak kenaikan harga tersebut. Ia mengatakan hampir semua kebutuhan dagangannya ikut naik dalam beberapa bulan terakhir.

Menurut Atun, plastik menjadi komponen yang paling terasa kenaikannya. Ia menggunakan plastik setiap hari untuk mengemas jamu yang ia jual kepada pelanggan.

BacaJuga

Putri Rinjani 2026: Sonalia Sudah Mengukir Takdirnya Sejak 2024

Dari Rumah Pejabat ke Kantor Kontraktor, Seberapa Besar Kasus Madiun Akan Melebar?

“Dulu plastik di harga Rp8.000, sekarang menjadi Rp16.000. Mau tidak mau harga jamu saya naik Rp500, yang dulunya Rp2.500 kini menjadi Rp3.000,” ujar Atun kepada Tabooo.id, Selasa (7/6/2026).

Kenaikan harga plastik membuat biaya produksi Atun meningkat cukup besar. Jika sebelumnya ia bisa membeli plastik dengan harga terjangkau, kini ia harus menghitung pengeluaran lebih ketat agar tidak merugi.

Saat ini, Atun menjual jamu seharga Rp3.000 per plastik dan Rp6.000 per botol. Ia menyesuaikan harga tersebut agar usahanya tetap berjalan, meski keuntungan yang ia peroleh semakin tipis.

Bukan Cuma Plastik, Bahan Baku Juga Ikut Melonjak

Tekanan biaya produksi tidak hanya datang dari kemasan. Atun juga menghadapi kenaikan harga bahan baku utama jamu.

Salah satu bahan yang mengalami kenaikan cukup tinggi adalah kencur. Bahan ini menjadi komponen penting dalam pembuatan jamu tradisional yang ia jual setiap hari.

“Sekarang ini juga harga kencur mahal, Rp80.000 per kilo,” ungkapnya.

Kenaikan harga bahan baku seperti kencur membuat pedagang semakin sulit menjaga keseimbangan antara biaya produksi dan harga jual. Jika pedagang tidak menaikkan harga, mereka berisiko mengalami kerugian. Namun jika mereka menaikkan harga terlalu tinggi, pelanggan bisa berkurang.

Situasi ini memaksa pelaku UMKM memutar otak. Mereka harus menyesuaikan strategi agar usaha tetap bertahan di tengah kenaikan harga yang tidak menentu.

Omzet Terancam, Pelanggan Bisa Berkurang

Kenaikan harga produk sering menjadi pilihan terakhir bagi pedagang kecil. Banyak pelaku UMKM memahami bahwa daya beli masyarakat tidak selalu meningkat, terutama saat harga kebutuhan lain juga ikut naik.

Sebagian pelanggan masih tetap membeli produk. Namun sebagian lainnya mulai mengurangi jumlah pembelian. Dalam jangka panjang, kondisi ini bisa menurunkan omzet harian pedagang.

Bagi pedagang kecil seperti Atun, perubahan kecil pada harga bisa memberi dampak besar. Selisih Rp500 mungkin terlihat kecil bagi sebagian orang. Namun bagi pedagang yang menjual ratusan produk setiap hari, selisih tersebut bisa menentukan kelangsungan usaha.

Ketika Kemasan Sederhana Bisa Menentukan Nasib Usaha

Banyak orang menganggap kenaikan harga plastik sebagai persoalan kecil. Namun di lapangan, plastik menjadi komponen penting dalam rantai produksi UMKM, mulai dari pedagang makanan, minuman, hingga produk rumahan.

Jika harga plastik terus naik, pelaku usaha kecil akan menghadapi tekanan yang semakin berat. Mereka harus memilih antara menaikkan harga, mengurangi kualitas kemasan, atau mengurangi jumlah produksi.

Dalam jangka panjang, kondisi ini tidak hanya memengaruhi pedagang, tetapi juga konsumen. Harga produk yang meningkat dapat mengubah pola belanja masyarakat.

Bagi pelaku UMKM, plastik bukan sekadar pelengkap. Plastik menjadi bagian penting dari biaya produksi yang menentukan apakah usaha tetap bertahan atau perlahan berhenti. Jika tren kenaikan harga terus berlanjut, semakin banyak pedagang kecil harus bekerja lebih keras hanya untuk mempertahankan usahanya. @anisa

Tags: harga melonjakJamuPasarPedagangplastikplastik naikUMKMwonogiri

REKOMENDASI TABOOO

Harga Plastik Naik Tiba-Tiba, Apa Penyebab Sebenarnya?

Harga Plastik Naik Tiba-Tiba, Apa Penyebab Sebenarnya?

by dimas
April 6, 2026

Tabooo.id: Nasional - Harga plastik di Indonesia mulai merangkak naik. Kenaikan ini bukan tanpa sebab. Gangguan pasokan bahan baku dari...

Air Mineral Terancam Mahal Gara-Gara Plastik: Wajar atau Alarm Bahaya?

Air Mineral Terancam Mahal Gara-Gara Plastik: Wajar atau Alarm Bahaya?

by eko
April 6, 2026

Tabooo.id: Talk - Kita sering menganggap air mineral sebagai kebutuhan paling sederhana. Tinggal beli, buka, minum, selesai. Namun sekarang situasinya...

Cadangan Devisa Turun Tipis, Bank Indonesia Pastikan Ekonomi Tetap Stabil

Dolar Perkasa, Rupiah Melemah di Tengah Gejolak Global

by dimas
April 6, 2026

Tabooo.id: Bisnis - Nilai tukar rupiah kembali tertekan di awal pekan. Pada perdagangan Senin (6/4/2026) pagi, rupiah berada di level...

Recommended

Kerajaan Kehilangan Tanah atau Negara “Sengaja” Mengubah Statusnya?

Kerajaan Kehilangan Tanah atau Negara “Sengaja” Mengubah Statusnya?

April 6, 2026
Filosofi Teras: Cara Tenang di Dunia yang Ribut

Filosofi Teras: Cara Tenang di Dunia yang Ribut

April 2, 2026

Popular News

  • Depot Minyak Teheran Terbakar Usai Serangan Israel, Konflik Makin Panas

    Iran Bisa “Lenyap Semalam”: Realita Kekuatan atau Ilusi Dominasi Amerika?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • KPK geledah rumah Kadis Kominfo Madiun: Siapa Lagi yang Terseret?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pernikahan Berujung Duka: Preman Bunuh Ayah Pengantin di Purwakarta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Deadline dari Trump: Damai Sekarang atau Infrastruktur Dihancurkan?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PN Medan Lepas Amsal Sitepu, Kasus Dana Desa Karo Masih Sisakan Polemik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
PT Tabooo Network Indonesia

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Tabooo.id
    • Deep
    • Edge
    • Vibes
    • Talk
    • Check
    • Life
  • Tabooo Today
    • News
      • Global
      • Nasional
      • Regional
      • Bisnis
      • Kriminal
    • Entertainment
      • Film
      • Musik
      • Tabooo Book Club
      • Game
    • Lifestyle
      • Sports
      • Teknologi
      • Otomotif
      • Food
      • Health
      • Travel

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.