Tabooo.id: Regional – Kenaikan harga plastik kemasan dalam beberapa bulan terakhir mulai menekan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Bagi sebagian orang, plastik mungkin hanya terlihat sebagai kemasan sederhana. Namun bagi pedagang kecil, plastik menjadi kebutuhan utama yang menentukan apakah usaha tetap berjalan atau tidak.
Harga plastik terus melonjak dalam beberapa bulan terakhir. Para pedagang merasakan kenaikan harga hampir setiap hari. Bahkan dalam beberapa kasus, harga plastik naik hingga dua kali lipat dari harga sebelumnya. Kondisi ini membuat pelaku UMKM harus menghadapi tekanan biaya produksi yang semakin besar.
Sebagian pedagang akhirnya menaikkan harga jual produk. Namun keputusan itu membawa risiko. Kenaikan harga sering membuat pelanggan berpikir ulang sebelum membeli, sehingga omzet harian bisa menurun.
Harga Naik, Pedagang Jamu Terpaksa Ikut Menyesuaikan
Pedagang jamu di Pasar Kota Wonogiri, Atun, merasakan langsung dampak kenaikan harga tersebut. Ia mengatakan hampir semua kebutuhan dagangannya ikut naik dalam beberapa bulan terakhir.
Menurut Atun, plastik menjadi komponen yang paling terasa kenaikannya. Ia menggunakan plastik setiap hari untuk mengemas jamu yang ia jual kepada pelanggan.
“Dulu plastik di harga Rp8.000, sekarang menjadi Rp16.000. Mau tidak mau harga jamu saya naik Rp500, yang dulunya Rp2.500 kini menjadi Rp3.000,” ujar Atun kepada Tabooo.id, Selasa (7/6/2026).
Kenaikan harga plastik membuat biaya produksi Atun meningkat cukup besar. Jika sebelumnya ia bisa membeli plastik dengan harga terjangkau, kini ia harus menghitung pengeluaran lebih ketat agar tidak merugi.
Saat ini, Atun menjual jamu seharga Rp3.000 per plastik dan Rp6.000 per botol. Ia menyesuaikan harga tersebut agar usahanya tetap berjalan, meski keuntungan yang ia peroleh semakin tipis.
Bukan Cuma Plastik, Bahan Baku Juga Ikut Melonjak
Tekanan biaya produksi tidak hanya datang dari kemasan. Atun juga menghadapi kenaikan harga bahan baku utama jamu.
Salah satu bahan yang mengalami kenaikan cukup tinggi adalah kencur. Bahan ini menjadi komponen penting dalam pembuatan jamu tradisional yang ia jual setiap hari.
“Sekarang ini juga harga kencur mahal, Rp80.000 per kilo,” ungkapnya.
Kenaikan harga bahan baku seperti kencur membuat pedagang semakin sulit menjaga keseimbangan antara biaya produksi dan harga jual. Jika pedagang tidak menaikkan harga, mereka berisiko mengalami kerugian. Namun jika mereka menaikkan harga terlalu tinggi, pelanggan bisa berkurang.
Situasi ini memaksa pelaku UMKM memutar otak. Mereka harus menyesuaikan strategi agar usaha tetap bertahan di tengah kenaikan harga yang tidak menentu.
Omzet Terancam, Pelanggan Bisa Berkurang
Kenaikan harga produk sering menjadi pilihan terakhir bagi pedagang kecil. Banyak pelaku UMKM memahami bahwa daya beli masyarakat tidak selalu meningkat, terutama saat harga kebutuhan lain juga ikut naik.
Sebagian pelanggan masih tetap membeli produk. Namun sebagian lainnya mulai mengurangi jumlah pembelian. Dalam jangka panjang, kondisi ini bisa menurunkan omzet harian pedagang.
Bagi pedagang kecil seperti Atun, perubahan kecil pada harga bisa memberi dampak besar. Selisih Rp500 mungkin terlihat kecil bagi sebagian orang. Namun bagi pedagang yang menjual ratusan produk setiap hari, selisih tersebut bisa menentukan kelangsungan usaha.
Ketika Kemasan Sederhana Bisa Menentukan Nasib Usaha
Banyak orang menganggap kenaikan harga plastik sebagai persoalan kecil. Namun di lapangan, plastik menjadi komponen penting dalam rantai produksi UMKM, mulai dari pedagang makanan, minuman, hingga produk rumahan.
Jika harga plastik terus naik, pelaku usaha kecil akan menghadapi tekanan yang semakin berat. Mereka harus memilih antara menaikkan harga, mengurangi kualitas kemasan, atau mengurangi jumlah produksi.
Dalam jangka panjang, kondisi ini tidak hanya memengaruhi pedagang, tetapi juga konsumen. Harga produk yang meningkat dapat mengubah pola belanja masyarakat.
Bagi pelaku UMKM, plastik bukan sekadar pelengkap. Plastik menjadi bagian penting dari biaya produksi yang menentukan apakah usaha tetap bertahan atau perlahan berhenti. Jika tren kenaikan harga terus berlanjut, semakin banyak pedagang kecil harus bekerja lebih keras hanya untuk mempertahankan usahanya. @anisa






